- antara
APG 2022 Gugah Minat Penyandang Disabilitas untuk Jadi Atlet
NPC di daerah kemudian melakukan pembinaan secara amatir. Bila sudah terlihat potensinya, NPC daerah akan mengirim atlet ke kejuaraan tingkat regional, seperti Pekan Paralimpiade Kota/Provinsi di masing-masing daerah.
Seorang atlet harus bisa membuktikan prestasi di tingkat regional sebelum bisa mewakili provinsi masing-masing untuk bersaing di level nasional seperti Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas).
Atlet yang berprestasi memiliki kesempatan untuk bisa masuk pemusatan latihan nasional (pelatnas). "Kalau bicara ajang di luar negeri atau mengibarkan Merah Putih di pentas internasional, kami selalu mencari yang terbaik. Tapi pola pembibitannya seperti tadi yang disebutkan," kata Rima.
Setelah masuk pelatnas, atlet juga tidak bisa berleha-leha karena berlaku sistem promosi dan degradasi. Tiap tiga bulan, NPC Pusat bakal mempersilakan NPC di daerah mengajukan nama-nama baru yang bisa bersaing di pelatnas yang berjalan secara transparan.
“Misalnya ada atlet para-powerlifting di luar pelatnas yang punya hasil angkatan lebih baik, silakan langsung ke pusat, kami akan lakukan seleksi. Siapa yang kalah, harus pulang untuk berlatih lagi di daerahnya," kata Rima Ferdianto tentang sistem pelatnas yang memacu prestasi atlet di APG. (ant/raw)