news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketua Umum Pengprov PBSI Jateng, Basri Yusuf.
Sumber :
  • Tim tvOne - Galih Manunggal

Pramel dan Glo Degradasi dari Pelatnas PBSI, jadi Pembelajaran Para Atlet

Praveen Jordan, Melati Daeva Oktavianti, dan Gloria Emanuelle Widjaja degradasi dari Pelatnas Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (Pelatnas PBSI) Cipayung.
Senin, 31 Januari 2022 - 14:28 WIB
Reporter:
Editor :

Kudus, Jawa Tengah - Praveen Jordan, Melati Daeva Oktavianti, dan Gloria Emanuelle Widjaja degradasi dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Cipayung. 

Hal ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) PP PBSI Nomor: SKEP/00711.31L/2022 tentang promosi, degradasi dan atlet Pelatnas PBSI Tahun 2022 per tanggal 24 Januari 2022.

Ketua Umum Pengprov PBSI Jateng, Basri Yusuf mengatakan degradasi dari Pelatnas dapat dijadikan pembelajaran bagi atlet. Menurutnya atlet harus lebih profesional, dan rajin berlatih, serta harus memiliki target.

"Sudah menjadi keputusan PBSI pusat. Semoga menjadi pembelajaran bagi atlet. Dari pihak PB Djarum nantinya akan tetap eksis dan membina mereka," kata Basri Yusuf, Senin (31/1/2022).

Basri menyampaikan atlet yang degradasi dari Pelatnas itu nantinya tetap dapat membela Indonesia. Yakni melalui klub yang menaunginya, PB Djarum yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah.

"PB Djarum tetap akan meneruskan prestasi seoptimal mungkin untuk mereka," sambungnya.

Basri menyebut mereka yang degradasi masih memiliki potensi. Terlebih untuk Praveen dan Melati masih berada di peringkat lima dunia.

"Untuk yang Gloria dan Dejan masih kami tunggu. Karena kan memang baru dipasangkan. Semua itu perlu proses," terangnya.

Basri berharap atlet yang degradasi dari Pelatnas tetap semangat. Selain itu harus kerja keras dan giat berlatih.

"Walaupun sudah tidak di Pelatnas tetap semangat. Jadikan hal ini sebagai pembelajaran," pungkasnya. (Galih Manunggal/Buz)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:20
02:24
03:50
01:11
01:32
00:45

Viral