Alwi Farhan mengungkapkan rasa puasnya usai meraih gelar Indonesia Masters 2026.
Jakarta, tvOnenews.com - Pebulu tangkis tunggal putra, Alwi Farhan, mengungkapkan rasa puasnya usai meraih gelar Indonesia Masters 2026. Ia mengaku puas bisa menjadi juara, apalagi asal-asulnya yang berasal dari daerah.
Gemuruh Istora Senayan menjadi saksi lahirnya juara baru tunggal putra Indonesia di Indonesia Masters 2026. Alwi Farhan akhirnya menuntaskan penantian panjangnya dengan berdiri di podium tertinggi turnamen tersebut, Minggu (25/1/2026).
Alwi Farhan di podium juara Indonesia Masters 2026
Kemenangan ini menghadirkan rasa lega sekaligus haru bagi Alwi Farhan. Pebulu tangkis muda itu sukses menjawab tantangan tampil di hadapan publik sendiri dengan performa meyakinkan.Indonesia Masters 2026 menjadi titik balik penting dalam perjalanan karier Alwi. Turnamen ini bukan hanya soal gelar, tetapi juga simbol mimpi masa kecil yang akhirnya terwujud.Alwi mengingat bagaimana dulu dirinya hanya menjadi penonton di tribun Istora. Saat itu, ia menyaksikan Anthony Sinisuka Ginting berjaya pada edisi 2018.Kini, delapan tahun berselang, situasinya berbalik sepenuhnya. Nama Alwi Farhan tercatat sebagai juara Indonesia Masters 2026 di arena yang sama.Pada partai final, Alwi tampil tanpa beban saat menghadapi wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul. Ia langsung mengambil inisiatif permainan sejak awal laga.Dominasi Alwi terlihat jelas sepanjang pertandingan. Ia menutup laga dengan kemenangan dua gim langsung 21-5, 21-6.Hasil tersebut memastikan gelar BWF Super 500 pertama bagi Alwi Farhan. Capaian ini juga menegaskan kematangannya di level turnamen internasional."Saya sangat bersyukur dan tidak pernah terbayangkan [bisa juara di Istora]," ujar Alwi Farhan, Minggu (25/1/2026). "Akhirnya anak kecil hitam dari Solo bisa menang Indonesia Masters," tambahnya. Gelar ini menambah deretan prestasi Alwi setelah sukses di ajang SEA Games 2025. Ia terus menunjukkan grafik peningkatan yang konsisten dalam beberapa musim terakhir.Sebelum menjuarai Indonesia Masters, Alwi telah mengoleksi gelar Super 100 dan Super 300. Kini, status Super 500 resmi melengkapi pencapaiannya sebagai atlet muda potensial.Sebagai pemain jebolan PB Exist, Alwi tak ingin cepat berpuas diri. Ia justru memandang keberhasilan ini sebagai pijakan menuju target yang lebih besar."Pastinya ingin kejar gelar Super 750, Super 1000 dari turnamen bergengsi seperti All England. Kemudian ingin juga Kejuaraan Dunia, Asian Games, dan Olimpiade," ucap Alwi. Alwi menyadari prestasi tinggi akan membawa tekanan yang tidak kecil. Ekspektasi publik menjadi tantangan tersendiri yang harus ia kelola dengan bijak.Meski demikian, ia menegaskan akan tetap fokus pada proses dan kerja keras. Alwi memilih tidak terpengaruh oleh penilaian negatif dari luar."Ekspektasi orang bakal saya kontrol dengan ya, saya berusaha semaksimal mungkin setiap harinya. Dan ya, semoga Tuhan bantu saya. Tuhan paling tahu apa yang sudah saya usahakan dan doakan," kata Alwi. "Jadi saya enggak pernah akan takut, dan semoga bisa terus konsisten.Dalam perjalanan panjang ini saya harus selalu humble, low key, dan dengar saran serta kritik," tutupnya. (igp/aes)