news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tiwi/Fadia terhenti di 16 besar All England 2026.
Sumber :
  • PBSI

Langkah Terhenti di 16 Besar All England 2026, Tiwi/Fadia Langsung Alihkan Fokus ke Swiss Open

Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti dihentikan ganda Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto dengan skor 15-21, 16-21 di 16 besar All England 2026.
Jumat, 6 Maret 2026 - 07:28 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Langkah ganda putri Indonesia, Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Amallia Cahaya Pratiwi, harus terhenti pada babak 16 besar All England 2026.

Meski demikian, keduanya memilih segera mengalihkan perhatian untuk menjaga kondisi fisik demi menghadapi turnamen berikutnya, Swiss Open 2026.

Tiwi/Fadia terhenti di 16 besar All England 2026
Sumber :
  • PBSI

Bertanding di Utilita Arena Birmingham pada Kamis waktu setempat, pasangan Indonesia itu kalah dari ganda Jepang unggulan kelima, Yuki Fukushima dan Mayu Matsumoto, dalam dua gim langsung dengan skor 15-21, 16-21.

Usai pertandingan, Pratiwi menegaskan bahwa mereka tidak ingin berlama-lama meratapi hasil tersebut. Fokus utama kini adalah memastikan kondisi fisik tetap prima menjelang turnamen pekan depan.

“Masih ada Swiss Open pekan depan jadi kami harus jaga kondisinya jangan sampai turun. Staminanya tidak boleh kendur,” kata Tiwi dalam keterangan tertulis PP PBSI, Jumat.

Menurut Tiwi, dari sisi permainan sebenarnya mereka sudah mampu menemukan pola yang cukup efektif saat menghadapi pasangan Jepang tersebut. Namun, konsistensi permainan masih menjadi kendala.

“Hanya memang konsistensinya masih hilang-hilangan,” sambungnya.

Sementara itu, Fadia mengungkapkan bahwa dirinya tetap bersyukur karena mereka sudah berusaha maksimal sepanjang pertandingan. Ia menilai peluang untuk memperkecil ketertinggalan sempat muncul, tetapi kesalahan sendiri membuat jarak poin kembali melebar.

“Setelah itu kami banyak mati sendiri yang membuat jarak poinnya jauh lagi,” kata Fadia.

Ia juga menekankan bahwa sektor ganda putri menuntut kesabaran serta efisiensi dalam bermain, terutama karena reli yang panjang kerap menguras tenaga para pemain.

“Kami harus lebih konsisten lagi. Ganda putri mainnya capek dan reli, jadi harus bisa lebih hemat poin dan tidak banyak buang poin,” ujarnya.

(aes)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:17
03:20
01:48
02:00
00:55
03:22

Viral