news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Amri/Nita di 16 besar Swiss Open 2026.
Sumber :
  • PBSI

Swiss Open 2026: Amri/Nita Evaluasi Inkonsistensi Usai Gagal ke Final 

Pasangan ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah menyoroti masalah inkonsistensi permainan setelah langkah mereka terhenti di babak semifinal Swiss Open 2026.
Minggu, 15 Maret 2026 - 15:33 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pasangan ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah menyoroti masalah inkonsistensi permainan setelah langkah mereka terhenti di babak semifinal Swiss Open 2026.

Duet unggulan kedelapan tersebut harus mengakui keunggulan pasangan China Cheng Xing / Zhang Chi dengan skor 21-14, 15-21, 13-21 dalam pertandingan yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Sabtu waktu setempat.

Amri/Nita di semifinal Swiss Open 2026
Sumber :
  • PBSI

Setelah sempat tampil meyakinkan dengan merebut gim pertama, Amri/Nita justru kehilangan kendali permainan pada dua gim berikutnya hingga akhirnya gagal melangkah ke partai puncak.

Amri mengakui bahwa kegagalan menjaga keunggulan menjadi persoalan utama yang harus segera mereka benahi.

“Ini menjadi pekerjaan rumah buat kami. Sudah unggul beberapa poin tapi bisa hilang lagi dan ini sering terjadi,” ujar Amri dalam keterangan resmi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia.

Menurut Amri, tim pelatih akan segera melakukan evaluasi mendalam agar situasi serupa tidak kembali terulang pada turnamen selanjutnya.

“Jadi kalau situasi seperti ini terjadi lagi, kami sudah tahu cara mengatasinya,” katanya.

Meski gagal mencapai final, Amri tetap melihat perkembangan positif dari performa mereka dalam dua turnamen terakhir.

“Kami tetap bersyukur dengan pencapaian dua minggu ini, tapi jujur masih kurang puas. Kami ingin hasil maksimal. Kalau punya peluang ke final atau juara, kenapa harus berhenti di sini,” ujar Amri.

Sementara itu, Nita menilai perubahan strategi yang dilakukan pasangan China menjadi salah satu faktor yang membuat mereka kesulitan mengendalikan permainan, terutama saat lawan mulai mendominasi permainan depan net.

“Sebelumnya mereka banyak mengikuti pola kami,” kata Nita.

Ia menambahkan, kemampuan membaca perubahan taktik lawan harus segera ditingkatkan agar mereka tidak mudah tertekan saat pertandingan berjalan.

“Tadi di poin-poin akhir kami sudah tertekan jadi sulit keluar dari pola mereka,” ujarnya.

Kekalahan ini membuat Amri/Nita harus puas mengakhiri kiprah di Swiss Open 2026 pada babak semifinal, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan konsistensi permainan di turnamen berikutnya.

(aes)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:55
01:48
03:02
04:57
01:21
02:42

Viral