news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pasangan ganda putra Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi di Indonesia Masters 2026.
Sumber :
  • PBSI

Profil Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi, Satu-satunya Wakil Indonesia di Final Macau Open 2026

Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi yang jadi satu-satunya wakil Merah Putih di final Macau Open 2026. Simak profil, perjalanan karier, dan prestasinya.
Minggu, 21 Juni 2026 - 12:30 WIB
Reporter:
Editor :

PBSI bahkan mencatat mereka sempat menghadapi pasangan nomor satu dunia Kim Won Ho/Seo Seung Jae di BAC 2026, sebuah pengalaman yang sangat berharga untuk mempercepat proses pematangan mereka.

Profil Devin Artha Wahyudi

Jika Ali datang dari jalur pembinaan Jaya Raya, maka Devin Artha Wahyudi punya latar berbeda. Pebulu tangkis kelahiran Merangin, Jambi, 23 April 2007 ini mulai bermain bulu tangkis sejak usia enam tahun.

Devin tumbuh dari klub awal Kamajaya Merangin, sebelum kemudian melanjutkan pengembangan karier di PB Djarum, Kudus—salah satu pusat pembinaan paling prestisius di Indonesia.

Devin juga bertangan kiri, sebuah detail yang membuat duetnya dengan Ali terasa unik. 

Kombinasi dua pemain kidal memang bukan hal yang terlalu umum, tetapi jika bisa disatukan dengan baik, pasangan seperti ini bisa sangat merepotkan lawan karena sudut serang dan pola rotasi mereka berbeda dari kebanyakan pasangan ganda putra.

Dalam perjalanan karier junior hingga senior mudanya, Devin mengoleksi cukup banyak prestasi.

Selain menjadi juara Odisha Masters 2025 dan Indonesia International Challenge 2025 bersama Ali/Faathir, ia juga punya rekam jejak panjang di berbagai turnamen nasional dan internasional level junior.

Dari sana terlihat bahwa Devin bukan hanya pemain potensial, melainkan atlet yang sudah terbiasa bersaing dalam atmosfer turnamen kompetitif.

Devin juga dikenal mengidolakan Kevin Sanjaya Sukamuljo, salah satu ikon ganda putra Indonesia yang identik dengan kreativitas dan keberanian bermain cepat di depan net.

Unsur itu sedikit banyak terlihat dalam gaya main Devin yang agresif, berani mengambil bola awal, dan cukup percaya diri saat berduel di area depan.

Perjalanan Ali/Devin

Salah satu hal menarik dari kisah Ali/Devin adalah prosesnya. Mereka bukan pasangan yang langsung meledak tanpa hambatan.

Sebaliknya, keduanya sempat melewati fase sulit, termasuk beberapa kekalahan di babak awal turnamen besar.

Setelah meraih gelar di level Super 100 pada 2025, mereka naik kelas ke turnamen yang lebih ketat sepanjang 2026. Tantangannya tentu berbeda.

Lawan-lawan di Super 300, Super 500, sampai Super 1000 punya kualitas yang jauh lebih stabil, baik dari segi teknik, fisik, maupun pengalaman. Di sinilah Ali/Devin sempat merasakan kerasnya transisi.

Berita Terkait

1 2
3
4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:58
05:02
16:09
01:12
01:57
03:26

Viral