- Instagram/@mariafebe13
Masih Ingat Maria Febe? Mantan Pebulu Tangkis yang Jadi Mualaf Gara-gara Suka Dengar Azan sejak Kecil
tvOnenews.com - Nama Maria Febe Kusumastuti mungkin tak sepopuler era kejayaannya dulu, tetapi pencinta bulu tangkis Indonesia tentu masih ingat sosok tunggal putri yang pernah jadi andalan Merah Putih ini.
Di lapangan, Maria Febe dikenal sebagai pemain pekerja keras dengan daya juang tinggi. Namun di luar dunia olahraga, ia juga punya kisah hidup yang menyentuh, terutama soal perjalanan spiritualnya hingga memutuskan menjadi mualaf.
Perempuan kelahiran Boyolali, 30 September 1989 itu pernah menjadi salah satu tumpuan Indonesia di sektor tunggal putri.
Ia mencatat sederet prestasi membanggakan, mulai dari juara Bitburger Open 2008, Australia Open 2009, hingga ikut membantu Indonesia meraih medali perunggu di Uber Cup 2010 dan Asian Games 2010.
Pada masa terbaiknya, Maria Febe juga sempat menembus jajaran elite dunia dengan ranking tertinggi di kisaran 20 besar dunia.
- Instagram/@mariafebe13
Namun, di balik kariernya sebagai atlet nasional, ada cerita lain yang tak kalah menarik.
Maria Febe ternyata telah memeluk Islam sejak 2013, jauh sebelum ia menikah dengan mantan pebulu tangkis nasional, Andrei Adistia, pada 27 Oktober 2017.
Awal Mula Maria Febe Tertarik pada Islam
Keputusan Maria Febe menjadi mualaf bukanlah sesuatu yang datang tiba-tiba.
Ia mengaku, benih ketertarikan pada Islam sudah muncul sejak kecil. Salah satu hal yang paling membekas dalam ingatannya adalah suara azan.
“Ada dorongan di hati. Dulu sewaktu kecil, saya suka mendengarkan azan, Cuma terkadang ditegur sama orangtua,” kata Maria Febe dikutip dari program Close Up USEE TV.
Rasa nyaman setiap kali mendengar azan itu ternyata terus tersimpan hingga ia beranjak dewasa.
Ketika masuk Pelatnas PBSI Cipayung sekitar 2010, perasaan tersebut justru semakin kuat. Di lingkungan pelatnas, Maria Febe melihat langsung keseharian rekan-rekannya yang menjalankan ibadah, termasuk salat tarawih saat Ramadan.
“Beranjak dewasa ketika saya berada di perada di Pelatnas, saya melihat teman-teman menjalankan salat tarawih. Di situ hati saya makin tergerak,” lanjut Maria Febe.
Momen-momen sederhana itulah yang perlahan menguatkan hatinya.
Bukan karena pengaruh pasangan, bukan pula karena tuntutan tertentu, melainkan karena ada panggilan batin yang sudah tumbuh sejak lama.
“Kalau ada yang bilang saya pindah karena suami saya islam, sebenarnya bukan itu. Kalau mau flashback, sebenarnya saya mengucap dua kalimat syahadat itu 2013, saat masih menjadi pemain.”
“Seiringnya waktu kan kadang ada kaya mereka tarawih lah, terus ada acara-acara gitu, tergerak gitu lho hatinya,” ucap Febe dalam sebuah wawancara.
Pada 2013, saat kariernya di bulu tangkis masih berjalan, Maria Febe akhirnya mantap mengucapkan dua kalimat syahadat.
Ia dibantu seorang ustaz yang dikenalkan oleh rekan setimnya di Pelatnas PBSI.
Meski begitu, keputusan besar itu awalnya tidak langsung ia umumkan ke banyak orang.
Maria Febe memilih menjalani proses hijrahnya secara tenang. Bahkan, ia belum langsung mengganti identitas agama di KTP.
Ia merasa perlu waktu untuk benar-benar mendalami keyakinan barunya terlebih dahulu.
“Yang tau cuma orang tertentu doang, jadi cuma intinya aja. Aku gamau nyebar-nyebar gitu, dan waktu itu juga orang tua aku belum tau,” kata Febe.
Dalam proses mualafnya, Maria Febe juga sempat mendapat nama Islam, yakni Aisyah Kusumastuti. Namun nama itu tidak dipakai sebagai identitas resmi sehari-hari.
“Aku mualaf tuh dapet nama, cuma aku ga ganti, karena kalo diganti harus semuanya diganti, paspor ganti, ktp ganti. Jadi itu cuma spesial kalo kita di Islam kan ada istilahnya kita punya nama, dan nama aku Aisyah Kusumastuti,” jelas Febe.
Empat tahun setelah memeluk Islam, Maria Febe menikah dengan Andrei Adistia pada 27 Oktober 2017.
- instagram.com/ndreaditiaa
Menjelang pernikahan itulah, urusan administrasi membuatnya akhirnya mengubah keterangan agama di KTP menjadi Islam.
“Awalnya saya masih pikir orang tua saya nanti bagaimana, persiapan juga mepet. Kata mereka (keluarga Andrei), 'Sudah gampang, kalau niat baik pasati lancar’,” kenang Febe.
“Akhirnya saya bicara lagi, mengucapkan kalimat syahadat via video call, agar dapat sertifikat (mualaf) dan KTP saya diganti jadi Islam. Itu untuk proses pernikahan.”
Perjuangannya tak berhenti di urusan dokumen. Dalam pernikahan Islam, mempelai perempuan membutuhkan wali nikah.
Maria Febe pun meminta bantuan pamannya yang beragama Islam. Namun, sang paman hanya bersedia jika ayah Maria Febe mengizinkan.
“Akhirnya saya izin ke keluarga papa saya, kakaknya papa muslim. Sebenarnya papa saya dulu juga muslim, sebelum ikut mama,” tutur Febe.
“Dari kakak papa mau membantu saya. Tapi dia hanya mau kalau papa saya mengizinkan,” ungkapnya.
Yang melegakan, kekhawatiran Maria Febe soal reaksi keluarga ternyata tak terjadi seperti yang ia bayangkan.
Keluarganya justru memberikan restu. Bahkan proses lamaran tetap berjalan meski saat itu Maria Febe masih berada di Kanada untuk urusan melatih.
Karier Gemilang Maria Febe di Dunia Bulu Tangkis
- Antara/Wahyu Putro
Sebelum dikenal lewat kisah hijrahnya, Maria Febe lebih dulu mencuri perhatian lewat prestasi di lapangan.
Ia sudah menekuni bulu tangkis sejak kecil dan kemudian bergabung dengan PB Djarum, salah satu klub terbesar di Indonesia yang banyak melahirkan atlet nasional.
Di level internasional, Maria Febe pernah menjuarai Bitburger Open 2008 dan Australia Open 2009.
Ia juga menjadi bagian penting tim Indonesia saat meraih medali perunggu Uber Cup 2010 dan Asian Games 2010, serta menyumbang medali perak beregu putri SEA Games 2011.
Pencapaian itu menegaskan bahwa Maria Febe bukan sekadar pemain pelengkap.
Pada masanya, ia adalah salah satu tunggal putri terbaik Indonesia yang sanggup bersaing di level dunia.
Gaya mainnya dikenal ulet, sabar, dan kuat dalam reli panjang.
Setelah pensiun dari dunia profesional pada 2017, Maria Febe memilih menapaki babak baru sebagai pelatih bulu tangkis.
Ia sempat menjalani aktivitas melatih di luar negeri, termasuk Kanada, sebelum kemudian lebih fokus pada kehidupan keluarga.
Dari pernikahannya dengan Andrei Adistia, Maria Febe kini telah dikaruniai dua anak.
Di media sosial, ia beberapa kali membagikan potret kehidupan keluarga sekaligus unggahan bernuansa religius.
(tsy)