- PBSI
Meski Diguncang Isu Match Fixing, Raymond Indra Pastikan Hal Itu Tak Ganggu Pelatnas Jelang Kejuaraan Dunia BWF 2026
tvOnenews.com - Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Raymond Indra, mengungkapkan jika isu pelanggaran integritas atau match fixing yang menyeret sejumlah nama pemain Indonesia tak mengganggu pelatnas PBSI.
Sebelumnya, dunia bulu tangkis tengah ramai disorot karena adanya dugaan match fixing.
Hal ini menjadi sorotan setelah Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) dikabarkan tengah melakukan investigasi terhadap sejumlah atlet yang dicurigai terlibat dalam pengaturan pertandingan.
Namun, BWF masih belum membeberkan siapa saja nama-nama yang terlibat dugaan match fixing hingga ini.
- ANTARA/HO-PBSI
Dari isu yang beredar, beberapa nama pebulutangkis Indonesia yakni Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil diduga terlibat kasus ini.
Bukan tanpa alasan, keputusan PBSI untuk menarik mundur keduanya dari Kejuaran Dunia BWF 2026 memunculkan dugaan tersebut. Namun, PBSI menjelaskan jika keputusan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian tim.
Menanggapi hal itu, Raymond Indra mengatakan jika isu match fixing tersebut tidak mengganggu program latihan pelatnas PBSI untuk menghadapi Kejuaraan Dunia BWF 2026.
"Oh suasana (Pelatnas PBSI) mah biasa-biasa aja sih sebenarnya," kata Raymond.
- PBSI
Raymond juga mengaku tidak ingin mengambil pusing isu ini karena sudah ditangani oleh pihak yang berwenang.
Walau demikian, pasangan ganda dari Nikolaus Joaquin tersebut menilai bahwa dengan adanya dugaan kasus yang menyeret nama-nama pebulu tangkis Indonesia ini juga menjadi pelajaran berharga baginya.
"Ya pelajaran aja juga buat kami. Ya kalau menurut saya kan kita jadi atlet juga bukan cari itu sih sebenarnya kalau saya," tutur Raymond.
Saat ini Raymond/Joaquin tengah dalam persiapan menatap Kejuaraan Dunia BWF 2026 yang berlangsung di Arena Indira Gandhi, New Delhi mulai 17-23 Agustus mendatang.
(ant/akg)