- Instagram.com/@ufc
Legenda UFC Ungkap Gestur Ian Machado Garry yang Jadi Titik Lemah saat Hadapi Islam Makhachev
"Ketika Anda menjalani empat ronde penuh darah dan nyali, ketika Anda saling menghajar habis-habisan tanpa peduli dan tanpa perhitungan terhadap masa depan satu sama lain, itu tidak masalah. Pada akhirnya, Anda telah melalui sesuatu."
"Berikan mereka salam sarung tinju di awal Ronde 5 dan Anda berkata, 'Kita akan berperang, ayo kita mulai, ayo kita hadapi.'"
Gestur Machado Garry Dinilai sebagai Tanda Kelemahan
Bisping juga menyoroti sejumlah gestur Machado Garry bahkan sebelum pertarungan dimulai.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah ketika Machado Garry membahas sosok Abdulmanap Nurmagomedov, ayah sekaligus pelatih mendiang Khabib Nurmagomedov.
"Ian Garry sebelum pertandingan membuat banyak orang geram. Dia menjawab pertanyaan untuk Islam Makhachev tentang Abdulmanap Nurmagomedov, meskipun dia belum pernah bertemu orang itu, dengan mengatakan, 'Oh, dia pasti akan sangat bangga padamu.'"
Selain itu, Bisping menyoroti momen ketika kedua petarung menyentuh sarung tinju sebelum pertandingan dimulai.
"Sebelum pertarungan dimulai, mereka saling menyentuh sarung tinju. Ian Garry menciptakan momen-momen ini."
Bisping kemudian menjelaskan bagaimana ia memaknai gestur tersebut dalam konteks pertarungan UFC.
"Saya selalu mengatakan, ketika seseorang mencoba menyentuh sarung tinju sebelum pertarungan dimulai, ketika Anda mengulurkan tangan dan melakukan kontak mata dengan lawan Anda di sisi lain oktagon, dan Anda berkata, 'Kita akan saling menyentuh sarung tinju, kan?'"
- Kolase tvOnenews.com / instagram /@iangarry / @khabib_nurmagomedov
Menurut Bisping, tindakan tersebut bisa ditafsirkan sebagai bentuk permintaan agar lawan tidak terlalu agresif.
"Mereka mungkin berkata ya, mereka mungkin berkata tidak, mereka mungkin berkata diam. Apa yang dikatakan orang yang mencoba memulai sentuhan sarung tinju itu adalah, 'Hei, dengar, jangan terlalu keras padaku. Aku tahu kita banyak bicara omong kosong sebelum ini, tapi kita adalah seniman bela diri, dan mari kita saling menghormati dan jangan terlalu keras padaku.'"
Bagi Bisping, dalam konteks pertarungan kompetitif, gestur tersebut justru dapat memberikan keuntungan psikologis kepada lawan.
"Itu adalah tanda kelemahan."