- Mark J. Rebilas-Imagn Images
Tyson Fury Sesumbar Ajari Conor McGregor Trash Talk: Saya yang Mengajarinya
tvOnenews.com - Tyson Fury mengklaim dirinya sebagai salah satu petarung terbaik dalam urusan trash talk. Bahkan, ia menyebut gaya adu mulut Conor McGregor terinspirasi darinya dan mengaku sebagai sosok yang mengajarinya.
Meski sudah tidak lagi berstatus sebagai juara dunia kelas berat, tetapi petinju berjuluk The Gypsy King itu tetap percaya diri dengan salah satu kemampuan yang menurutnya menjadi keunggulannya, yakni dalam urusan adu mulut.
Mantan juara dunia kelas berat dua kali tersebut bahkan mengklaim dirinya sebagai salah satu petarung dengan kemampuan trash talk terbaik dalam dua dekade terakhir. Fury menilai tidak ada petarung lain yang mampu menandinginya ketika berbicara di depan mikrofon.
- Reuters/Andrew Couldridge
Dalam wawancara bersama ALF Global, Tyson Fury secara terbuka membicarakan kecintaannya terhadap aksi saling mengejek dan membangun tensi sebelum pertarungan.
“Bagi saya, ini selalu mudah,” katanya.
“Berbicara adalah keahlian terbaik saya. Jika ada kejuaraan dunia untuk berbicara, saya akan menjadi juaranya tanpa diragukan.”
Pernyataan tersebut kemudian dikaitkan dengan Conor McGregor, sosok yang juga dikenal sebagai salah satu petarung paling piawai dalam memainkan perang urat saraf di dunia olahraga tarung.
Ketika pewawancara menyebut McGregor sebagai salah satu pesaing terberat untuk memperebutkan predikat raja trash talk, Fury justru mengklaim bahwa dirinya merupakan orang yang lebih dulu mengajarkan gaya tersebut kepada bintang UFC itu.
“Ya, mungkin, tapi saya yang mengajarinya,” jawab petinju yang pernah menjadi rival Oleksandr Usyk tersebut.
“Dia meniru saya. Dia meniru gaya saya. Saya sudah bicara omong kosong sejak awal,”
Menurut Fury, trash talk bukan sekadar cara untuk memengaruhi lawan secara psikologis. Baginya, aksi tersebut merupakan bagian dari hiburan yang tidak terpisahkan dari olahraga tinju profesional.
“Saya tidak melakukan ini untuk memanipulasi pikiran mereka. Tinju adalah bisnis pertunjukan. Tinju adalah Hollywood. Tinju adalah sebuah film."
“Para penggemar harus dihibur, sehingga ketika mereka menonton dan membayar untuk layanan pay-per-view untuk menyaksikan pertarungan Tyson Fury, konferensi pers, dan persiapan menjelang pertandingan, mereka akan melihat sebuah pertunjukan. Itulah mengapa mereka datang.”
Tyson Fury bahkan menggambarkan pertunjukan menjelang pertarungan sebagai sesuatu yang tidak kalah penting dari pertandingan itu sendiri.
“Ini akan menjadi pertunjukan yang gila. Sesuatu akan terjadi, seperti sirkus.”
Dalam kesempatan yang sama, Fury juga ditanya mengenai perdebatan tentang siapa petarung terbaik di dunia dalam olahraga mixed martial arts (MMA).
Namun, petinju berusia 38 tahun tersebut mengaku tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai MMA untuk menentukan siapa yang terbaik.
“Saya tidak tahu apa pun tentang MMA,” aku Fury.
Fury kemudian menjelaskan bahwa dirinya hanya menikmati bagian tertentu dari pertarungan MMA, terutama ketika para petarung berdiri dan saling bertukar pukulan.
- Mark J. Rebilas-Imagn Images
“Saya hanya merasa MMA menarik ketika mereka berdiri dan saling memukul wajah.”
Sebaliknya, petinju asal Inggris mengaku kurang menikmati pertarungan ketika aksi berlanjut ke pertarungan bawah atau grappling.
“Saat mereka bergulat di lantai, itu tidak ada gunanya bagi saya. Saya tidak menyukainya.”
Meski demikian, pandangan tersebut tidak mengurangi kepercayaan diri Fury terhadap kemampuannya dalam membangun atmosfer pertandingan. Bagi sang petinju, hiburan, kontroversi, dan perang kata-kata merupakan bagian penting dari daya tarik olahraga tarung.