news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Umar Nurmagomedov vs Song Yadong di UFC Shanghai..
Sumber :
  • Tangkapan layar

Legenda UFC Kecam Aksi Usman Nurmagomedov, Sebut Layak Dihukum usai Terobos Oktagon Saat Umar Kena KO

Aksi Usman Nurmagomedov yang menerobos oktagon usai Umar kalah KO dari Song Yadong menuai kritik. Legenda UFC Chris Weidman menilai tindakan itu layak dihukum.
Selasa, 1 September 2026 - 13:22 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Aksi Usman Nurmagomedov yang menerobos masuk ke dalam oktagon setelah melihat saudaranya, Umar Nurmagomedov, kalah KO dari Song Yadong di UFC Fight Night 286 mendapat sorotan tajam.

Salah satu yang mengecam tindakan tersebut adalah legenda UFC sekaligus anggota UFC Hall of Fame, Chris Weidman. Ia menilai Usman seharusnya mendapatkan hukuman dari komisi atletik karena melompati pagar oktagon dan melakukan kontak dengan petarung lawan.

Insiden tersebut terjadi beberapa saat setelah Song Yadong menghentikan Umar Nurmagomedov melalui KO di Shanghai.

UFC Shanghai: Umar Nurmagomedov vs Song Yadong.
Sumber :
  • Instagram.com/@ufc

Begitu melihat Umar terkapar setelah menerima pukulan telak, Usman langsung masuk ke dalam oktagon. Ia bahkan sempat melakukan kontak fisik dengan Song Yadong dan terlihat seperti menahan diri untuk tidak melancarkan serangan siku berputar.

Usman juga sempat mengganggu tim medis yang tengah berusaha memberikan pertolongan kepada Umar. Khabib Nurmagomedov yang berada di sudut Umar bahkan terlihat berusaha menahan Usman agar tidak semakin mendekati situasi tersebut.

Usman dan Umar sendiri merupakan sepupu Khabib Nurmagomedov. Setelah ayah Khabib, Abdulmanap Nurmagomedov, meninggal dunia, Khabib mengambil peran lebih besar dalam membimbing dan melatih para petarung asal Dagestan.

Di antara petarung yang mendapat pengaruh besar dari sistem latihan Khabib adalah Islam Makhachev dan Usman Nurmagomedov.

Chris Weidman Minta Usman Dihukum

Menurut Weidman, status Usman sebagai bagian dari tim seharusnya membuatnya mampu mengendalikan emosi dan tetap mengikuti protokol yang berlaku.

Ia memahami bahwa sangat sulit bagi Usman untuk menyaksikan saudaranya mengalami kekalahan KO. Namun, tindakan menerobos pagar oktagon tetap dinilai tidak dapat dibenarkan.

"Dia seharusnya mendapat masalah, 100 persen, dari komisi karena melompati pagar oktagon dan bertindak seperti itu," kata Weidman dilansir dari Youtube UFC On Paramount+.

"Jika ada pelatih yang melompat ke dalam oktagon, itu tidak baik. ... Dia seharusnya tidak berada di sana."

Weidman menilai tindakan tersebut berpotensi menimbulkan masalah yang lebih besar. Kontak antara Usman dengan Song Yadong dan timnya bisa saja berkembang menjadi keributan, terlebih pada saat suasana pertandingan masih panas.

Selain itu, kehadiran Usman juga berpotensi mengganggu pekerjaan tim medis yang sedang menangani Umar.

Chris Weidman semakin menyoroti tindakan Usman karena kejadian serupa ternyata bukan pertama kalinya dilakukan oleh petarung asal Dagestan tersebut.

Usman Nurmagomedov juga pernah menerobos masuk ke area pertandingan pada UFC 302 pada 2024. Ketika itu, ia melompat dari area penonton menuju arena setelah Islam Makhachev berhasil mengalahkan Dustin Poirier dan mempertahankan gelar kelas ringan UFC.

Karena tindakan tersebut kembali terjadi, Weidman menilai harus ada hukuman agar kejadian serupa tidak menjadi kebiasaan.

"Itu sesuatu yang pernah dia lakukan sebelumnya," kata Weidman.

"Ketika (Islam Makhachev) menang, dia langsung melompati pagar oktagon, jadi itu tidak bisa dibiarkan. Anda tidak bisa membiarkan orang melompat ke dalam pagar oktagon setiap kali Anda menang atau kalah."

Weidman Tetap Memahami Reaksi Usman

Meski mengkritik tindakan Usman, Weidman mengaku dapat memahami alasan emosional di balik reaksinya.

Menurutnya, melihat orang terdekat menerima pukulan keras hingga kehilangan kesadaran dalam sebuah pertarungan tentu merupakan situasi yang sangat sulit. Dalam kondisi seperti itu, seseorang bisa saja kehilangan kendali dan hanya ingin memastikan kondisi saudaranya.

Weidman juga menilai Song Yadong seharusnya tidak berada di jalur Usman ketika ia berusaha mendekati Umar. Namun, hal tersebut tetap tidak membenarkan tindakan Usman menyentuh atau mengganggu Song.

"Song Yadong, itu sebenarnya tidak menghentikannya, tetapi seharusnya tidak ada orang dari tim lawan yang menghalangi jalanmu saat kamu sedang merayakan (selebrasi)," kata Weidman.

"Dia seharusnya tidak berada di sana. Dia seharusnya tidak menyentuhnya dan sebagainya. Tapi coba bayangkan jika aku berada di posisinya, kamu pasti akan kehilangan akal sehat. Saudaramu baru saja pingsan dan terkena pukulan-pukulan dahsyat, dan kamu hanya ingin memeriksa keadaan saudaramu."

Weidman bahkan menilai tujuan utama Usman bukan untuk menyerang Song Yadong. Ia percaya Usman hanya berusaha mencapai Umar, sementara Song kebetulan berada di jalurnya.

"Tujuan utamanya bukanlah untuk memukuli Song Yadong. Tujuannya adalah untuk mengejar saudaranya, dan Song Yadong kebetulan sedang lewat pada saat yang sama. Dia melakukan beberapa hal yang seharusnya tidak dia lakukan, tetapi jika saya menempatkan diri saya di posisinya, itu adalah posisi yang sulit."

Meski memahami sisi emosional tersebut, Weidman tetap menegaskan bahwa aturan dan protokol harus dihormati. Menurutnya, hukuman diperlukan agar aksi menerobos oktagon tidak kembali terulang dalam pertandingan UFC berikutnya.
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral