news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Marc Marquez dan Francesco Bagnaia.
Sumber :
  • Ducati Corse

Marc Marquez Ungkap Kekhawatirannya pada Upgrade Motor Ducati untuk Menghadapi MotoGP 2026

Menjelang bergulirnya MotoGP 2026, Marc Marquez yang berstatus juara bertahan saat ini tengah mengkhawatirkan arah perkembangan motor Ducati.
Kamis, 8 Januari 2026 - 17:09 WIB
Editor :

tvOnenews.com - Menjelang bergulirnya MotoGP 2026, Marc Marquez yang berstatus juara bertahan saat ini tengah mengkhawatirkan arah perkembangan motor Ducati.

Sebagaimana kita tahu, pengembangan motor MotoGP tidak pernah menghadirkan solusi instan bagi pabrikan mana pun.

Setiap peningkatan selalu menuntut kompromi, karena keuntungan di satu area hampir pasti dibayar dengan pengorbanan di area lain.

Marc Marquez dan Francesco Bagnaia
Sumber :
  • Ducati Corse

Tantangan terbesar adalah memastikan manfaat pengembangan lebih besar dibandingkan kerugiannya di seluruh karakter lintasan.

Situasi semakin rumit karena perubahan yang terasa lebih nyaman bagi pembalap belum tentu meningkatkan performa motor secara keseluruhan.

Marc Marquez memahami betul dilema tersebut saat Ducati menyiapkan Desmosedici GP26 untuk MotoGP 2026.

Ia menyoroti pentingnya keseimbangan, terutama ketika fokus pengembangan diarahkan pada peningkatan feeling bagian depan.

“Maksud saya, tentu saja, Anda selalu berusaha untuk meningkatkan performa. Dan ya, pada sebuah motor, jika Anda memiliki feeling depan yang lebih baik, maka… karena ban depan selalu menjadi yang paling penting bagi seorang pembalap,” kata Marquez.

Namun, ia mengingatkan bahwa peningkatan di depan kerap berdampak pada sektor lain.

“Tetapi biasanya ketika Anda meningkatkan bagian depan, Anda kehilangan sedikit grip di bagian belakang, misalnya. Dan Anda perlu menemukan kompromi yang tepat.” lanjutnya.

Marquez menilai Ducati sudah memiliki fondasi motor yang sangat kuat.

“Tapi Ducati sudah tahu bahwa mereka memiliki basis yang sangat baik, dan kemudian, seperti yang mereka lakukan pada musim dingin lalu, kami akan mencoba memperkenalkan hal-hal kecil untuk tahun 2026.” ujar Marquez.

Ia menegaskan, pengembangan besar-besaran justru berisiko salah arah.

“Kita tidak bisa mengharapkan, atau kita tidak bisa menemukan, langkah besar dari satu area saja karena pada akhirnya kita bisa memilih arah yang salah.” tambahnya.

Pendekatan hati-hati ini tercermin dari keputusan Ducati menahan penggunaan spesifikasi mesin GP25.

Keputusan tersebut diambil setelah evaluasi tes pra-musim, meski beberapa rider mengalami kesulitan konsistensi.

Berbeda dengan rekan setimnya, Marquez justru tampil dominan pada musim debut bersama Ducati.

Pembalap Spanyol itu mencatat 14 kemenangan beruntun sejak Aragon hingga Hungaria, menjadi fondasi musim 2025 yang luar biasa.

Menurut Marquez, titik balik teknis terjadi pada tes pasca-balapan Aragon.

“Ya, sejak tes Aragon, kami telah membuat kemajuan,” tegasnya.

“Kami membuat kemajuan dalam pengaturan motor dan juga dengan aero. Saya merasa semakin nyaman dengan aerodinamika baru, tetapi terutama pengaturan motor.” tambahnya.

Ia juga menyebut keseragaman spesifikasi dengan rider Ducati lain membantu adaptasi.

“Jadi di bagian pertama musim ini saya mengendarai motor yang berbeda, lebih gugup, tetapi setelah tes Aragon ini adalah motor yang lebih mudah dikendarai.” tutupnya.

Marquez dijadwalkan kembali ke lintasan pada tes pra-musim Sepang awal Februari, setelah absen sejak kecelakaan di Sirkuit Mandalika saat MotoGP Indonesia.

(akg)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
05:20
03:42
28:51
12:19
16:55

Viral