- Facebook Mercedes AMG
FIA Langsung Gelar Rapat Darurat Bahas Rumor Red Bull dan Mercedes yang Disebut Akali Regulasi Mesin Baru untuk F1 2026
tvOnenews.com - FIA langsung bergerak cepat menyikapi rumor panas jelang F1 2026 yang akan menerapkan regulasi baru.
Badan pengatur F1 itu menggelar rapat darurat bersama pabrikan dan pakar teknis mesin pada Kamis (22/1/2027) lalu.
Pertemuan tersebut membahas dugaan adanya celah regulasi Power Unit 2026 yang dieksploitasi sejumlah tim.
- Mercedes AMG Petronas
Mercedes dan Red Bull disebut menemukan cara menjalankan mesin dengan rasio kompresi di atas batas 16:1.
Angka tersebut sejatinya telah ditetapkan secara ketat dalam regulasi mesin baru F1 2026.
Rumor menyebut trik itu memanfaatkan ekspansi termal saat mesin beroperasi dalam kondisi panas.
Jika benar, keunggulan performa ini dinilai berpotensi membuat Ferrari, Audi, dan Honda merasa dirugikan.
Ketiga pabrikan tersebut mendesak FIA segera memberi kejelasan demi menjaga persaingan tetap adil.
Bos Audi F1, Mattia Binotto, bahkan mengkhawatirkan Mercedes bisa memiliki selisih yang signifikan pada era baru nanti.
Direktur Teknis Audi, James Key, meminta FIA mengambil sikap tegas terkait isu tersebut.
- Oracle Red Bull Racing
“Kita harus, seperti yang selalu kita lakukan, mempercayai FIA untuk membuat keputusan yang tepat di sini,” katanya.
“Ini peraturan baru. Harus ada persaingan yang adil. Jika seseorang membuat diffuser yang cerdas dan Anda mengatakan itu bukan hal yang tepat untuk dilakukan, orang lain tidak boleh memilikinya.” lanjutnya.
“Itu tidak masuk akal. Kami tidak akan pernah menerima itu.” terang James Key.
Key menilai jika trik tersebut bertentangan dengan tujuan regulasi, maka perlu dikendalikan.
“Saya pikir jika itu semacam mengabaikan tujuan peraturan, maka itu harus dikendalikan dengan cara tertentu. Jadi kami percaya FIA akan melakukan itu.” tambahnya.
Untuk F1 2026, rasio kompresi ICE diturunkan dari 18:1 menjadi 16:1 demi efisiensi.
Namun celah regulasi disebut memungkinkan mesin legal saat diam, tetapi agresif saat beroperasi.
Potensi keuntungan performa diperkirakan mencapai 10–15 bhp atau sekitar 0,3–0,4 detik per lap.
(akg)