- Instagram/Francesco Bagnaia
Francesco Bagnaia Bangkit Usai Musim Sulit, Siap Tantang Marc Marquez di MotoGP 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, menggunakan jeda musim dingin sebagai momen evaluasi setelah melalui musim MotoGP 2025 yang penuh tantangan.
Dari proses tersebut, ia menegaskan tekad untuk bangkit dan kembali bersaing di barisan terdepan, termasuk menghadapi rival terdekatnya sekaligus rekan setim, Marc Marquez.
- Ducati Corse
Dengan status juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 serta runner-up pada musim 2021 dan 2024, Bagnaia sejatinya mengawali 2025 dengan ekspektasi tinggi sebagai kandidat kuat peraih gelar. Namun kenyataan tak berjalan sesuai rencana.
Marquez tampil dominan dan merebut gelar juara dunia, sementara Bagnaia harus puas menutup musim di peringkat kelima klasemen akhir.
Sepanjang musim lalu, pembalap asal Italia itu kerap dihadapkan pada berbagai kendala.
Permasalahan teknis berulang kali menghambat performanya, mulai dari berkurangnya grip ban di tengah balapan hingga insiden krusial berupa ban bocor pada Seri Malaysia yang menggugurkan peluangnya meraih kemenangan.
“Tahun lalu sangat berat, bukan hanya untuk saya, tapi juga untuk tim, karena sulit memahami dan melihat situasi dengan jelas. Berkali-kali, kami punya potensi yang baik, tapi kami tidak mencapai hasil yang diinginkan,” ujar Bagnaia seperti dikutip dari Crash.net.
“Di lain waktu kami mengalami nasib buruk, seperti ban bocor di Malaysia. Di lain waktu saya sangat kesulitan menemukan sensasi baik, menemukan performa terbaik,” lanjut pembalap binaan VR46 Riders Academy tersebut.
Meski musim 2025 menjadi periode sulit, masa libur kompetisi justru membawa angin segar bagi Bagnaia.
- Ducati Corse
Ia memanfaatkan waktu untuk beristirahat bersama sang istri, Domizia, sekaligus menjauh sejenak dari hiruk-pikuk balapan guna menyusun kembali fokus dan mengevaluasi kesalahan yang terjadi.
“Saya rasa, dengan sikap tenang dan kerja keras yang kami lakukan selama musim dingin ini, kami bisa coba adaptasi dan memperbaiki diri dari situasi sulit. Biasanya di saat-saat sulit seperti itu Anda dapat belajar banyak hal dan itulah yang saya coba lakukan,” tutur Bagnaia.