- Instagram/Fabio Quartararo
Pesimis dengan Mesin V4 Yamaha, Fabio Quartararo Bahkan Tak Yakin Bisa Lebih Baik dari Tahun Lalu
Jakarta, tvOnenews.com - Fabio Quartararo menilai Yamaha masih membutuhkan waktu untuk benar-benar kompetitif dengan motor V4 barunya di MotoGP.
Pemalap asal Prancis itu bahkan memprediksi musim 2026 akan lebih banyak diisi proses pengembangan ketimbang hasil instan di lintasan.
- Instagram/Fabio Quartararo
Yamaha tengah menaruh harapan besar pada proyek mesin V4 demi kembali ke jalur kemenangan dalam beberapa musim ke depan.
Namun, untuk awal 2026, pabrikan asal Jepang itu diperkirakan masih berada di papan bawah persaingan.
Pada tes pramusim di Buriram, performa Yamaha belum menggembirakan. Catatan waktu mereka terpaut lebih dari satu detik dari torehan terbaik.
Selain itu, tidak ada satu pun pebalap Yamaha yang menunjukkan simulasi balapan yang benar-benar kompetitif.
Quartararo memperkirakan Yamaha masih tertinggal sekitar 0,7 detik per lap dalam pace balapan dan menyebut timnya masih butuh waktu berbulan-bulan untuk siap bersaing.
“Saya mencoba memberikan kemampuan maksimal. Kita bisa lihat kami tujuh sampai delapan persepuluh detik lebih lambat dibanding simulasi balapan tahun lalu di tes," ujar Fabio Quartararo di laman Crash.
“Tapi saya pikir ini proses panjang dan kami butuh beberapa bulan lagi untuk siap.”
Dari sisi performa mesin, Yamaha memang masih kalah dalam hal kecepatan puncak. Versi mesin terbaru dijadwalkan hadir sekitar seri Grand Prix Spanyol. Meski begitu, Quartararo menilai pembaruan mesin bukan satu-satunya solusi.
“Saya pikir mesin adalah langkah besar dalam peningkatan kami, tapi bukan segalanya. Seperti kemampuan motor untuk menikung ke kanan dan grip adalah titik terlemah kami saat ini," kata Quartararo lagi.
“Tentu saja tenaga belum cukup, tapi bagi saya masalah terbesar adalah saya tidak bisa menikung dengan baik, tidak bisa membuat catatan waktu dengan mulus.”
“Kalau melihat simulasi sprint saya, saya ada di 1 menit 30 detik akhir dan 1 menit 31 detik awal, tapi saya kesulitan karena ban cepat sekali overheat.”
“Kami lihat Jack Miller mencoba long run dan ada di 1 menit 32 detik akhir. Jadi masih banyak yang harus diperbaiki.”
Musim lalu, meski Yamaha tengah terpuruk, Quartararo masih mampu tampil bersinar saat kualifikasi dan bahkan meraih beberapa podium. Namun, ia tidak yakin pencapaian serupa bisa terulang musim ini dengan motor V4 yang masih dalam tahap pengembangan.
“Sejujurnya, saya pikir situasi ini akan berlangsung sepanjang tahun, karena saya tidak merasa kami bisa menemukan semua yang kami butuhkan dengan cepat,” jelas Fabio Quartararo lagi.
“Ini akan jadi tantangan, karena sebagai pebalap Anda ingin bertarung untuk kemenangan atau setidaknya seperti tahun lalu meraih pole position dan start di baris depan. Tapi kami sangat jauh dari itu.”
“Tahun ini tidak akan ada peluang untuk membuat lap seperti itu (pole), karena itu jelas keunggulan kami tahun lalu, dan saya tidak pikir dalam setengah musim kami bisa menemukannya kembali.”
“Jadi, mari kita lihat apa yang bisa kami capai.”
Dengan kondisi tersebut, Yamaha tampaknya harus bersabar. Musim 2026 kemungkinan besar menjadi fase pembelajaran panjang sebelum benar-benar kembali bersaing di barisan depan MotoGP.
(aes)