news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pembalap Tech3 KTM, Enea Bastianini di tes pramusim MotoGP 2026.
Sumber :
  • Instagram/Enea Bastianini

RC16 Tidak Stabil, Enea Bastianini Nilai KTM Terlalu Prioritaskan Pedro Acosta di MotoGP 2026

Pembalap KTM Tech3, Enea Bastianini, menghadapi tantangan berbeda saat menjalani tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram.
Sabtu, 28 Februari 2026 - 14:51 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pembalap KTM Tech3, Enea Bastianini, menghadapi tantangan berbeda saat menjalani tes pramusim MotoGP 2026 di Buriram. Setelah tampil menjanjikan pada tes Sepang, performanya justru menurun di Thailand.

Selama dua hari tes di Sirkuit Buriram, Bastianini dan krunya mencoba berbagai pengaturan. Namun, perubahan yang dilakukan belum langsung membuahkan hasil. Situasi mulai membaik ketika ia menjajal sasis baru di penghujung sesi.

Pembalap KTM Tech3 Racing, Enea Bastianini dan Maverick Vinales di MotoGP 2026.
Sumber :
  • Instagram.com/tech3racing

“Kami bisa menyelesaikan beberapa masalah di tikungan dengan sasis itu. Pengereman kurang lebih sama, tetapi saya punya feeling yang lebih baik terhadap apa yang terjadi dengan ban,” ujar Bastianini.

Dengan perkembangan tersebut, pembalap asal Italia itu mengaku cukup percaya diri menyambut akhir pekan balapan MotoGP Thailand. Buriram sendiri memiliki arti khusus baginya karena di sirkuit itulah ia melakoni debut balap bersama KTM pada 2015.

Lalu, seberapa besar perbedaan motor KTM RC16 musim ini dibanding tahun lalu?

“Tahun lalu saya punya masalah besar dengan motor di tengah tikungan. Dengan sasis baru, musim ini sedikit lebih baik,” jelas pembalap 28 tahun tersebut. 

“Tapi kita harus lihat akhir pekan ini apakah itu benar-benar terasa dan apakah kami sudah melangkah maju. Di trek ini Anda tidak bisa terlalu memaksa ban, padahal biasanya itu salah satu kelebihan saya,” katanya sambil tersenyum.

Secara keseluruhan, Bastianini merasa ada kemajuan dalam set-up motor.

“Dibanding tahun lalu, feeling-nya sedikit lebih baik. Saya banyak berbicara dengan pihak pabrikan untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan kebutuhan saya. Gaya balap saya berbeda dari pembalap KTM lainnya, jadi saya butuh sesuatu yang berbeda,” tegasnya. 

“Tapi motornya cepat, Pedro sangat kompetitif dalam tes terutama saat mencatatkan lap time cepat.”

Pada tes Buriram, Pedro Acosta finis di posisi keenam, sedangkan Bastianini berada di urutan ke-18. Situasi ini memunculkan pertanyaan apakah KTM lebih memprioritaskan Acosta.

“Jauh lebih mudah fokus kepada pembalap yang paling cepat. Saat ini Pedro yang tercepat, dan KTM bekerja sangat keras untuknya dari sudut pandang pabrikan, itu keputusan yang tepat,” jelas Bastianini. 

“Tapi kami ada empat pembalap berbeda, dan masing-masing punya gaya balap berbeda, setiap orang butuh sesuatu yang berbeda.”

Meski ada perkembangan, Bastianini mengakui masih memiliki kendala serius pada motor RC16.

“Motor saya tidak stabil di lintasan lurus. Roda depan sedikit terangkat dan terasa mengambang, dan sangat gugup saat saya menyentuh kerb,” ungkapnya. 

“Tapi saya pikir kami sudah sedikit memperbaikinya, karena itu tidak normal. Tahun lalu itu jauh lebih jarang terjadi. Kami harus menemukan solusi, karena ini krusial," tukas mantan rider Ducati tersebut.

(aes)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:35
02:39
01:06
04:15
02:02
08:19

Viral