- ANTARA
Respons Tegas Ducati soal Hukuman Penalti untuk Marc Marquez di Sprint Race MotoGP 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Kubu Ducati Lenovo Team menyayangkan keputusan stewards yang menjatuhkan penalti kepada Marc Marquez pada sprint race pembuka MotoGP Thailand 2026. Penalti turun satu posisi tersebut membuat Marquez kehilangan kemenangan dan harus puas finis kedua.
Bos tim Ducati, Davide Tardozzi, secara terbuka menyebut hukuman tersebut tidak layak diberikan. Menurutnya, manuver yang dilakukan Marquez terhadap Pedro Acosta masih dalam batas wajar dan tidak melibatkan kontak langsung.
“Saya rasa kita sudah melihat banyak manuver salip seperti ini. Marc tidak menyentuh Pedro. Dia tidak keluar lintasan. Jadi, saya pikir penalti itu tidak adil,” ujar Tardozzi.
Sprint 13 lap di Sirkuit Buriram memang berlangsung panas. Marquez lebih dulu terlibat duel dengan Marco Bezzecchi sebelum pembalap Aprilia itu terjatuh saat memimpin di lap kedua. Situasi tersebut membuka peluang bagi Acosta untuk bertarung memperebutkan kemenangan.
Duel Marquez dan Acosta memuncak di fase akhir balapan, terutama di sektor tikungan terakhir. Pada putaran kedua terakhir, saat Acosta memimpin, Marquez melancarkan manuver agresif yang membuat rider KTM itu melebar hingga keluar lintasan. Stewards FIM kemudian memutuskan Marquez harus turun satu posisi, sehingga kemenangan diberikan kepada Acosta.
Meski banyak pihak menilai insiden itu bisa menjadi gambaran rivalitas musim 2027—ketika Marquez dan Acosta diproyeksikan menjadi rekan setim—Tardozzi meredam spekulasi tersebut.
“Mereka adalah pembalap cerdas yang ingin menang. Jadi Marc dan Pedro tahu persis apa yang dilakukan, dan saya yakin ini tidak akan menjadi masalah. Saya yakin kalau posisi Pedro berlawanan, dia akan melakukan hal yang sama,” tegasnya.
Sementara itu, Marquez sendiri memilih tidak memperpanjang polemik. Ia menerima keputusan race direction dengan sikap tenang.
“Menurut saya, race direction (stewards) yang memutuskan. Jadi, saya hanya mengikuti aturan,” kata Marquez.
Ia menjelaskan strateginya sejak awal lomba, terutama setelah Bezzecchi terjatuh.
“Ketika saya melihat Bezzecchi jatuh, saya cuma memperlambat ritme balapan. Saya hanya mencoba mengontrolnya,” ujar mantan rider Repsol Honda tersebut.
“Saya tahu kejuaraan ini sangat panjang, dan itu yang saya lakukan dengan mengontrol pace balapan, dan setiap kali Pedro menyalip saya, saya langsung menyalip balik di tikungan berikutnya,” lanjutnya.