- Instagram/Francesco Bagnaia
Kata-kata Francesco Bagnaia Usai Gagal Juara Sprint Race MotoGP Amerika 2026, Akui Kehilangan Momentum
Jakarta, tvOnenews.com - Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia mengungkapkan perasaannya usai gagal menjadi juara di sprint race MotoGP Amerika 2026.
Jorge Martin (Aprilia Racing) keluar sebagai juara pada sesi sprin race MotoGP Amerika 2026, yang digelar di Circuit of The Americas (COTA), Austin, Texas, Amerika Serikat, pada Minggu (29/3/2026) dini hari WIB.
Jorge Martin mampu mengungguli para rival beratnya yang juga tampil apik di sirkuit COTA. Yakni ada Francesco Bagnaia yang finis di podium kedua.
Kemudian disusul oleh Pedro Acosta selaku rider andalan tim pabrikan KTM Factory Racing, yang melengkapi podium ketiga di sprint race MotoGP Amerika 2026.
Gagal menjadi juara membuat Francesco Bagnaia mengaku belum sepenuhnya puas dan mengaku rasanya cukup menyakitkan gagal menjadi yang tercepat di sesi tersbeut.
“Saya senang dengan podium ini, meski agak menyakitkan karena saya melewatkan kemenangan,” kata Francesco Bagnaia dikutip dari laman resmi Ducati.
Memulai balapan dari posisi keempat, Bagnaia tampil agresif sejak awal. Ia langsung mengambil alih posisi terdepan saat memasuki tikungan pertama dalam balapan yang berlangsung selama 10 lap tersebut. Sepanjang sebagian besar lomba, Pecco mampu menjaga ritme dan memimpin balapan dengan cukup nyaman.
Namun, situasi berubah dramatis di lap terakhir ketika Jorge Martin berhasil menyalipnya. Bagnaia tak mampu memberikan respon maksimal di tikungan-tikungan akhir dan akhirnya harus puas finis di posisi kedua dengan selisih 0,755 detik dari Martin.
“Saya sudah memberikan yang terbaik, mungkin sedikit berlebihan di lap-lap awal, tetapi saya rasa kami tetap tidak akan bisa mendapatkan hasil yang lebih baik, mengingat kelemahan cengkeraman yang kami alami di akhir,” ucap Pecco.
"Saya berusaha sekeras mungkin di paruh pertama lap terakhir untuk mempertahankannya, tetapi saya tidak menyangka akan ada yang menyalip di tikungan 12," tambahnya.
Di saat Bagnaia mulai menemukan performa terbaiknya, hasil kurang memuaskan justru dialami rekan setimnya, Marc Marquez .
Juara bertahan MotoGP tersebut hanya mampu finis di posisi ke-17 setelah mengalami kejadian di lap pertama. Kesalahan yang dilakukannya membuat dirinya terjatuh dan turut melibatkan Fabio Di Giannantonio dalam kecelakaan tersebut.
“Itu adalah kesalahan yang berakibat fatal, karena kami melibatkan Fabio (Diggia) dalam kecelakaan itu, dan itu membuat kami semakin menyesal,” kata Marquez menyesali kesalahannya.
"Saya tidak menjelaskan slipstream tiga motor dan, saat pengereman, ada titik di mana saya tidak bisa menghentikan motor; saya mencoba masuk ke sisi dalam lalu melebar, tetapi ketika saya menabrak gundukan, bagian depan motor terjatuh. Ini sangat mengejutkan, terutama untuk Diggia yang tidak bersalah." tambahnya.
Hasil balapan Sprint ini juga mempengaruhi klasemen sementara MotoGP. Jorge Martin kini memimpin dengan 57 poin, unggul satu poin dari Marco Bezzecchi di posisi kedua.
Selanjutnya, para pembalap akan kembali berkompetisi di balapan utama MotoGP Amerika Serikat yang berlangsung pada Senin (30/3) dini hari pukul 03.00 WIB dengan total 19 lap.
(ant/nad)