- instagram Nicolo Bulega
Digadang-gadang Jadi Bintang Masa Depan Ducati, Pembalap Italia Ini Malah Terancam Tak Dapat Tempat di MotoGP 2027
Jakarta, tvOnenews.com - Pembalap Italia Nicolo Bulega yang digadang-gadang sebagai bintang masa depan Ducati kini menghadapi ketidakpastian terkait peluang naik ke MotoGP 2027.
Meski memiliki hubungan kuat dengan tim pabrikan Ducati, peluang Bulega untuk promosi ke kelas utama justru kian mengecil.
- Reuters
Saat ini, kursi di tim pabrikan Ducati Lenovo hampir mustahil didapat, mengingat dua nama besar, Marc Marquez dan Pedro Acosta, difavoritkan mengisi posisi tersebut pada 2027.
Situasi di tim satelit juga tidak kalah rumit. Di VR46 Racing Team, posisi masih diperebutkan oleh Fabio Di Giannantonio yang kontraknya akan diperbarui, serta Fermin Aldeguer yang masih dipertimbangkan meski belum menunjukkan performa maksimal musim ini.
Sementara itu, Gresini Racing disebut lebih condong pada duet Enea Bastianini dan Dani Holgado untuk musim depan.
Kondisi ini membuat peluang Bulega kembali ke paddock MotoGP lewat Ducati semakin kecil, meski ia sebelumnya memiliki pengalaman di Moto3 dan Moto2 bersama VR46.
Manajer Bulega, Alberto Martinelli, menyatakan pihaknya masih menunggu kejelasan dari para pembalap besar sebelum menentukan langkah.
"Kami harus menunggu sampai nama-nama besar secara resmi mengumumkan keputusan mereka, dan setelah posisi manajer tim jelas, barulah tim mulai memikirkan rekan setim," ujarnya.
Martinelli juga membuka kemungkinan Bulega bergabung dengan pabrikan lain.
"Sulit, tapi bukan tidak mungkin. Ducati tahu bahwa bertahan bersama mereka di MotoGP adalah prioritas kami, tetapi ini selalu melibatkan dua pihak. Jika kami tidak menerima tawaran tepat waktu, kami bisa kembali menjalin kontak dengan tim lain," katanya.
Lebih lanjut, Martinelli juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menunggu tanpa batas.
"Kami tidak tahu apa prioritas Ducati dan bagaimana kesepakatan dengan tim satelit mereka, jadi kami hanya bisa menunggu dan melihat, tetapi kami tidak akan melakukannya tanpa batas waktu," tukas Martinelli.
(aes)