- ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/nz
Lihat Aprilia Mendominasi MotoGP 2026, Juara Dunia 5 Kali Beruntun Ini Pertanyakan Arah Ducati di Musim Ini
tvOnenews.com - Legenda MotoGP pemilik 5 gelar juara dunia beruntun, Mick Doohan, mempertanyakan arah Ducati pada musim ini di tengah dominasi dari Aprilia.
Pada MotoGP 2026 ini, Ducati gagal memenangi satu pun balapan utama awal musim, setelah terakhir berjaya lewat Alex Marquez di Malaysia, musim lalu.
Sejak saat itu, Marco Bezzecchi membawa Aprilia Racing meraih lima kemenangan beruntun dan memimpin klasemen sementara MotoGP 2026.
- Aprilia Racing
Rekan setimnya, Jorge Martin, menyumbang kemenangan Sprint serta beberapa podium penting pada tiga putaran pertama.
Tambahan kejutan datang dari Raul Fernandez yang menempatkan tim satelit Aprilia, Trackhouse, rutin di barisan depan.
Satu-satunya kemenangan Ducati musim ini berasal dari Sprint Race yang diraih juara bertahan Marc Marquez di MotoGP Brasil 2026.
Namun Marquez belum naik podium di balapan utama, yang diyakini terpengaruh pemulihan cedera bahu serta insiden di Buriram dan COTA.
Saat ini, Fabio Di Giannantonio justru menjadi pembalap Ducati teratas di posisi keempat klasemen.
Di klasemen konstruktor, Ducati tertinggal 42 poin dibanding periode sama musim lalu, sementara Aprilia melonjak 68 poin.
Hal itulah yang memunculkan pertanyaan untuk Ducati di musim ini dari Mick Doohan.
- ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/nz
“Saya rasa masih terlalu dini untuk membicarakan musim ini, MotoGP akan segera kembali ke Eropa. Kita lihat saja apa yang terjadi," kata Doohan.
“Yang tidak saya mengerti adalah Ducati. Saya tidak yakin apakah Aprilia mengalami peningkatan besar atau Ducati mengalami penurunan. Dan jika demikian, mengapa mereka mengalami penurunan?" tambahnya.
“Namun tampaknya tim satelit VR46 berkinerja lebih baik daripada motor pabrikan Ducati. Jika demikian, siapa yang memimpin pengembangannya? Apakah mereka telah bergerak ke arah yang benar?" lanjut Doohan.
“Tetapi saya tidak tahu apakah Aprilia telah melangkah maju atau Ducati telah mundur.” pungkasnya.
(akg)