news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Rider Pramac Yamah, Toprak Razgatlioglu.
Sumber :
  • Jerome Miron-Imagn Images/REUTERS

Toprak Razgatlioglu Temukan Masalah Besar Motor Yamaha Setelah jalani Uji Coba Resmi MotoGP di Sirkuit Catalunya

Rider yang berasal Turki, Toprak Razgatlioglu mulai memahami karakter motor Pramac Yamaha usai menjalani tes MotoGP 2026 yang berlangsung di Sirkuit Catalunya.
Selasa, 26 Mei 2026 - 18:53 WIB
Editor :

tvOnenews.com - Toprak Razgatlioglu mulai memahami karakter motor Yamaha usai menjalani tes MotoGP 2026 di Sirkuit Catalunya.

Juara bertahan WorldSBK tersebut mengaku menemukan perkembangan penting setelah mencoba berbagai pengaturan pada motor Yamaha bermesin V4 terbaru.

Toprak sebelumnya sempat kesulitan saat pertama kali menjajal lintasan Barcelona yang terkenal licin dengan motor MotoGP.

Rider Pramac Yamah, Toprak Razgatlioglu
Sumber :
  • Jerome Miron-Imagn Images/REUTERS

Kurangnya grip menjadi masalah utama yang langsung dirasakan pembalap asal Turki itu sepanjang akhir pekan MotoGP Catalunya 2026.

Meski begitu, Razgatlioglu perlahan mulai menemukan solusi, terutama saat menggunakan ban medium dalam sesi tes pasca-balapan.

“Saya senang karena kami banyak mengalami peningkatan, terutama dengan ban medium,” kata Razgatlioglu.

“Kami membuat langkah yang sangat besar, terutama saat memasuki tikungan dan saya merasa motor sedikit lebih baik dalam berbelok.” tambahnya.

Performa motor yang lebih stabil di tikungan membuat Toprak mampu membuka gas lebih awal saat keluar tikungan.

Ia bahkan mencatatkan lap konsisten di kisaran 1 menit 40 detik ketika menggunakan ban medium tanpa bantuan slipstream.

“Ketika motor berbelok lebih baik, saya juga bisa berakselerasi lebih awal. Laptime saya sangat konsisten: 40,0s, 40,1s, 40,0s dengan ban Medium dan berkendara sendirian.” kata Toprak.

Namun, masalah baru muncul ketika Toprak menggunakan ban soft baru untuk time attack.

Menurutnya, gaya balap ala WorldSBK masih terbawa sehingga kecepatan menikung justru menurun dibanding memakai ban medium.

“Masalah terbesar dengan ban lunak adalah saya tidak mempertahankan kecepatan menikung seperti dengan ban Medium,” jelas Razgatlioglu.

“Saya memeriksa data Fabio Quartararo dan ia dengan ban lunak menghasilkan kecepatan menikung yang lebih tinggi.” tutupnya.

(akg)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:36
04:36
05:49
03:15
02:13
01:30

Viral