News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ini 6 Kebiasaan Buruk yang Bisa Memicu Penyakit Stroke

Stroke, penyakit yang bisa melumpuhkan tiba-tiba, seringkali dianggap sebagai penyakit orang tua. Padahal, gaya hidup yang tidak sehat bisa memicu stroke bahkan pada usia muda.
Jumat, 8 November 2024 - 15:55 WIB
Ilustrasi - Seorang sedang berolahraga.
Sumber :
  • Antara

tvOnenews.com - Stroke, penyakit yang bisa melumpuhkan tiba-tiba, seringkali dianggap sebagai penyakit orang tua. Padahal, gaya hidup yang tidak sehat bisa memicu stroke bahkan pada usia muda.

Apa saja kebiasaan buruk yang perlu dihindari? Dikutip dari beragam sumber salah satunya pafitimortengahutara.org, berikut simak penjelasannya!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Merokok
Merokok adalah musuh bebuyutan kesehatan, termasuk pembuluh darah. Nikotin dalam rokok menyebabkan pembuluh darah menyempit, meningkatkan tekanan darah, dan membuat darah menjadi lebih kental. 

Kondisi ini menciptakan lingkungan yang sempurna bagi terbentuknya gumpalan darah. Gumpalan darah inilah yang paling sering menjadi penyebab stroke. 
Selain itu, karbon monoksida dalam asap rokok mengurangi kemampuan darah membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otak. Kurangnya pasokan oksigen ke otak dapat menyebabkan kerusakan sel-sel otak dan memicu stroke.

2. Konsumsi Alkohol Berlebihan
Minum alkohol secara berlebihan dapat merusak hampir semua organ tubuh, termasuk jantung dan otak. Alkohol meningkatkan tekanan darah, trigliserida, dan kadar kolesterol jahat (LDL), sementara menurunkan kadar kolesterol baik (HDL). 

Kombinasi ini meningkatkan risiko aterosklerosis, yaitu penumpukan plak pada dinding arteri. Selain itu, alkohol juga dapat menyebabkan irama jantung tidak teratur (aritmia), yang meningkatkan risiko pembentukan gumpalan darah.

3. Makanan Cepat Saji dan Minuman Manis
Makanan cepat saji dan minuman manis umumnya tinggi kandungan lemak jenuh, gula, dan garam. Konsumsi berlebihan jenis makanan ini dapat menyebabkan obesitas, resistensi insulin, dan diabetes tipe 2. 

Kondisi-kondisi ini memicu peradangan kronis yang merusak pembuluh darah. Selain itu, gula darah yang tinggi dapat merusak dinding pembuluh darah dari dalam, membuatnya lebih rentan terhadap kerusakan.

4. Kurang Aktivitas Fisik
Olahraga teratur sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Kurang aktivitas fisik dapat menyebabkan obesitas, tekanan darah tinggi, dan kadar kolesterol tinggi. 

Kondisi-kondisi ini meningkatkan risiko aterosklerosis dan pembentukan gumpalan darah. Selain itu, olahraga juga membantu mengontrol gula darah, mengurangi stres, dan meningkatkan aliran darah ke otak.

tvonenews

5. Stres Kronis
Stres yang berkepanjangan memicu tubuh melepaskan hormon kortisol dalam jumlah besar. Hormon ini meningkatkan tekanan darah, gula darah, dan kadar lemak dalam darah. 

Selain itu, stres juga dapat mengganggu tidur, yang dapat memperburuk kondisi kesehatan secara keseluruhan. Kurangnya tidur dapat meningkatkan risiko peradangan dan mempercepat penuaan sel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

6. Mengabaikan Penyakit Diabetes dan Kolesterol Tinggi
Diabetes dan kolesterol tinggi adalah dua faktor risiko utama stroke. Penderita diabetes memiliki kadar gula darah yang tinggi, yang dapat merusak dinding pembuluh darah dari dalam. 

Sementara itu, kolesterol tinggi menyebabkan penumpukan plak pada dinding arteri, yang dapat menyumbat aliran darah ke otak. Jika tidak dikontrol dengan baik, kedua kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, termasuk stroke.(chm)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Profil Legia Warszawa, Raksasa Liga Polandia yang Dirumorkan Rekrut Dony Tri Pamungkas: Bek Timnas Indonesia OTW Gabung Klub Penuh Sejarah

Profil Legia Warszawa, Raksasa Liga Polandia yang Dirumorkan Rekrut Dony Tri Pamungkas: Bek Timnas Indonesia OTW Gabung Klub Penuh Sejarah

Legia Warszawa dikabarkan menaruh minat serius buat bek Timnas Indonesia, Dony Tri Pamungkas. Klub ini memiliki sejarah panjang dan prestasi mentereng di Eropa.
Bentrok Antarwarga di Walenrang Kembali Pecah, Tokoh Publik Minta Kapolda Sulsel Segera Dievaluasi

Bentrok Antarwarga di Walenrang Kembali Pecah, Tokoh Publik Minta Kapolda Sulsel Segera Dievaluasi

Ketua Lembaga Pemerhati Publik meminta Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro, dievaluasi menyeluruh karena dinilai tak mampu meredam konflik
Kasus Pelajar di Bantul yang Tewas Dikeroyok, Para Pelaku Terancam 12 Tahun Penjara

Kasus Pelajar di Bantul yang Tewas Dikeroyok, Para Pelaku Terancam 12 Tahun Penjara

Kasus dugaan pengeroyokan yang menewaskan seorang pelajar bernama Ilham Dwi Saputra (16) di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta tengah menjadi sorotan publik.
Tragis! 2 ART Lompat dari Lantai 4 Kos di Benhil Jakpus, Polisi Periksa Majikan

Tragis! 2 ART Lompat dari Lantai 4 Kos di Benhil Jakpus, Polisi Periksa Majikan

ua asisten rumah tangga (ART) dilaporkan melompat dari kamar kos milik majikannya. Satu orang di antaranya tewas.
Tiga Gereja di Getasan Kabupaten Semarang Jadi Sasaran Pencurian, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif

Tiga Gereja di Getasan Kabupaten Semarang Jadi Sasaran Pencurian, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif

Serangkaian kasus pencurian yang menyasar rumah ibadah terjadi di wilayah Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
KPK Sebut Total Uang yang Dikembalikan PIHK Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji Sudah Rp100 Miliar Lebih

KPK Sebut Total Uang yang Dikembalikan PIHK Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji Sudah Rp100 Miliar Lebih

Tujuan pemeriksaan terhadap PIHK ini untuk mengumpulkan alat bukti hingga optimalisasi recovery asset.

Trending

Peringatan Tegas Dedi Mulyadi untuk ASN Pemprov Jabar dan Kota Bandung: Radius 1 KM dari Kantor Wajib Bersih

Peringatan Tegas Dedi Mulyadi untuk ASN Pemprov Jabar dan Kota Bandung: Radius 1 KM dari Kantor Wajib Bersih

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), gencar melakukan upaya besar untuk mengembalikan daya tarik dan kewibawaan Kota Bandung sebagai ibu kota provinsi. 
Mengenal Reno Munz, Bek Rp26 Miliar yang Bakal Jadi Saingan Jay Idzes hingga Rizky Ridho di Timnas Indonesia

Mengenal Reno Munz, Bek Rp26 Miliar yang Bakal Jadi Saingan Jay Idzes hingga Rizky Ridho di Timnas Indonesia

Lantas, seperti apa profil Reno Munz, pemain Bundesliga 2 yang siap dinaturalisasi untuk bermain bersama Timnas Indonesia? Simak penjelasannya di bawah ini.
Jadwal Grand Final Proliga 2026, Jumat 24 April: Megawati Hangestri Beraksi Hari Ini! JPE Tantang Gresik Phonska Plus

Jadwal Grand Final Proliga 2026, Jumat 24 April: Megawati Hangestri Beraksi Hari Ini! JPE Tantang Gresik Phonska Plus

Jadwal Grand Final Proliga 2026, Jumat 24 April, menyuguhkan laga perdana partai puncak dari sektor putra dan putri yang digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta.
Tak Ingin Bertele-tele, Pengacara Jusuf Kalla Skak Rismon soal Kasus Ijazah Jokowi: Simple, Sebut Saja Siapa Pendananya

Tak Ingin Bertele-tele, Pengacara Jusuf Kalla Skak Rismon soal Kasus Ijazah Jokowi: Simple, Sebut Saja Siapa Pendananya

Dalam kasus ijazah mantan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Pengacara Mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) Abdul Haji Talaohu tak ingin bertele-tele. Ia langsung
Media Korea Terlalu 'Ikut Campur', Sebut Kalau Megawati Hangestri Tak Lagi Dilirik Klub Korea Karena Hal ini

Media Korea Terlalu 'Ikut Campur', Sebut Kalau Megawati Hangestri Tak Lagi Dilirik Klub Korea Karena Hal ini

Megawati Hangestri yang sebelumnya digadang-gadang bakal kembali meramaikan liga voli Korea Selatan justru dikabarkan tak lagi menjadi prioritas klub-klub peserta
Meski Sebentar Lagi Eligible, Raja Assist Eks Kasta Teratas Eropa Belum Bisa Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni karena Alasan Ini

Meski Sebentar Lagi Eligible, Raja Assist Eks Kasta Teratas Eropa Belum Bisa Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni karena Alasan Ini

Raja assist eks kasta teratas Eropa ini belum bisa dinaturalisasi untuk FIFA Matchday Juni. Ada tembok regulasi FIFA yang menghalanginya membela Timnas Indonesia lebih cepat.
Anggaran Ada Tapi Gaji Tak Cair, Dedi Mulyadi Bongkar Alasan Ribuan Honorer Jawa Barat Belum Gajian

Anggaran Ada Tapi Gaji Tak Cair, Dedi Mulyadi Bongkar Alasan Ribuan Honorer Jawa Barat Belum Gajian

Sebanyak 3.823 tenaga honorer di Jawa Barat, mulai dari guru hingga staf tata usaha, belum menerima upah mereka untuk bulan Maret dan April 2026. 
Selengkapnya

Viral