News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Mau Disebut Preman, Petinggi GRIB Jaya Ungkap Awal Ormas Terbentuk untuk Dukung Prabowo Subianto: Kami Tidak Pernah…

Petinggi GRIB Jaya tepis anggapan ormasnya preman. Ungkap awal mula GRIB dibentuk untuk dukung Prabowo sejak Perjanjian Batu Tulis dan selalu bela rakyat.
Minggu, 18 Mei 2025 - 18:03 WIB
Hercules
Sumber :
  • YouTube

tvOnenews.com - Organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya belakangan menjadi sorotan publik.

Banyak yang mempertanyakan status serta eksistensinya di tengah masyarakat, terutama karena asosiasi publik terhadap ormas tersebut kerap dikaitkan dengan aksi premanisme.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, Sekretaris Jenderal DPP GRIB Jaya, Zulfikar, dengan tegas menolak anggapan itu.

Pernyataan penolakan itu disampaikan langsung oleh Zulfikar saat hadir sebagai narasumber yang dipandu oleh jurnalis senior Aiman Witjaksono.

Dalam potongan video yang diunggah akun Instagram resmi GRIB Jaya.

Aiman menanyakan secara lugas persepsi publik mengenai ormas tersebut.

“Kalau di media sosial presepsi orang GRIB Jaya adalah preman? Anda menolak?” tanya Aiman.

Zulfikar tidak ragu untuk menjawab. Ia menegaskan bahwa GRIB Jaya adalah organisasi masyarakat yang sah dan didirikan dengan tujuan yang baik serta jelas.

“Menolak jelas. Jadi saya jelaskan, GRIB Jaya adalah organisasi sebagaimana mestinya organisasi. Pada umumnya organisasi, kami dibentuk dan terbentuk dengan tujuan yang baik,” ujar Zulfikar.

Ia kemudian memaparkan bahwa awal mula pendirian GRIB Jaya dilakukan oleh tokoh yang sudah dikenal luas, yakni Rozario de Marshall atau lebih dikenal sebagai Hercules.

Tujuan utama pembentukan GRIB Jaya pada awalnya adalah sebagai bentuk dukungan kepada Prabowo Subianto dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2014.

“Dibentuknya GRIB oleh Haji Hercules, kami awal mulanya dibentuk untuk mendukung Pak Prabowo Subianto,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada ranah politik, Zulfikar menekankan bahwa GRIB Jaya juga memiliki misi sosial yang kuat.

Sejak berdiri pada 2012, ormas ini disebut aktif membela rakyat kecil yang merasa terzalimi, terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan ketidakadilan hukum.

“Banyak Bang Aiman, hari ini warga masyarakat yang terzalimi. Mereka kemana-mana tidak ada yang membela. Ini lah fungsinya ormas. Yang di dalamnya ada lawyer-lawyer, yang di dalamnya membela hak masyarakat yang terzalimi,” tambah Zulfikar.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa GRIB Jaya memiliki prinsip yang tak bisa ditawar, yaitu selalu berpihak pada rakyat yang tertindas dan menolak untuk berada di pihak penindas.

“Kami tidak pernah berada di posisi orang-orang yang menzalimi. Itu sudah harga mati dan pesan dari ketua umum kami. Bela masyarakat yang terzalimi,” tegasnya lagi.

Sejarah pembentukan GRIB Jaya pun berkaitan erat dengan perjanjian politik yang dikenal sebagai Perjanjian Batu Tulis.

Zulfikar menyebut bahwa dukungan GRIB terhadap Prabowo telah terjalin sejak lama, tepatnya sejak Prabowo menjadi calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri pada Pilpres 2009.

“Dibentuknya GRIB oleh Pak Haji Hercules itu untuk mendukung Prabowo Subianto. Bukan mendukung Presiden, tapi mendukung Prabowo Subianto semenjak awal dulu Perjanjian Batu Tulis, waktu Prabowo menjadi wakilnya Megawati,” terang Zulfikar dalam program Rakyat Bersuara.

Tak hanya sekali, GRIB Jaya disebut terus memberikan dukungan kepada Prabowo dalam setiap pemilu yang diikutinya.

Dari Pilpres 2014, 2019, hingga 2024, GRIB Jaya tetap menjadi bagian dari barisan pendukung utama Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Lanjut lagi sampai 2014, waktu Pak Prabowo dengan Hatta Rajasa, GRIB juga ada di situ. Lanjut lagi 2019, Prabowo dengan Bang Sandiaga Uno, GRIB juga ada di situ. Dan finalnya 2024, GRIB Jaya tetap menjadi garda terdepan mendukung Prabowo Subianto,” tutur Zulfikar.

Dengan penjelasan ini, GRIB Jaya berharap masyarakat dapat memahami peran dan kontribusi mereka secara lebih objektif dan tidak hanya terpaku pada label negatif yang kerap disematkan di media sosial. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Hujan Turun di Jaksel, Jaktim, Jakbar, dan Jakpus

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Hujan Turun di Jaksel, Jaktim, Jakbar, dan Jakpus

BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah DKI Jakarta akan diselimuti udara kabur pada siang hari, sebelum diguyur hujan pada sore hingga malam hari. (2/11).
Kalender 2027: Lengkap Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027: Lengkap Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama

Berikut kalender 2027, lengkap dengan daftar hari libur nasional dan cuti bersama.
Islam Makhachev Dikritik Gegara Absen di UFC 336, Colby Covington: Beri Dia Waktu Lewati Ramadan

Islam Makhachev Dikritik Gegara Absen di UFC 336, Colby Covington: Beri Dia Waktu Lewati Ramadan

Petarung kontroversial Colby Covington pasang badan membela Islam Makhachev yang dikritik karena absen di UFC 336, seraya mempertanyakan keputusan UFC dalam.
Klasemen Liga Voli Korea 2026-2027: GS Caltex dan Pink Spiders Kompak Kuasai Puncak

Klasemen Liga Voli Korea 2026-2027: GS Caltex dan Pink Spiders Kompak Kuasai Puncak

Klasemen Liga Voli Korea 2026-2027, di mana GS Caltex dan Pink Spiders berhasil menguasai puncak usai tampil gemilang di laga pembuka.
Shalat Subuh Kesiangan, Apakah Masih Boleh Dikerjakan? Begini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah

Shalat Subuh Kesiangan, Apakah Masih Boleh Dikerjakan? Begini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah

Kerja keras hingga begadang, lalu bangun shalat subuh kesiangan yang menyebabkan tidak lengkapnya sholat lima waktu. Berikut penjelasan ustaz Khalid Basalamah.
Rekap Hasil Final Hylo Open 2026: Tiwi/Fadia Juara, Jonatan Christie Runner-up

Rekap Hasil Final Hylo Open 2026: Tiwi/Fadia Juara, Jonatan Christie Runner-up

Rekap hasil final Hylo Open 2026, di mana Indonesia berhasil meraih satu gelar juara dan satu runner-up. Satu gelar tersebut disumbangkan oleh Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti.

Trending

Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Dari total 12 korban, enam orang mengalami luka-luka dan enam lainnya meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di area halte Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi.
Bursa Transfer Liverpool: Percepat Pencarian Pengganti Van Dijk, The Reds Incar Nico Schlotterbeck dan Murillo

Bursa Transfer Liverpool: Percepat Pencarian Pengganti Van Dijk, The Reds Incar Nico Schlotterbeck dan Murillo

Klub Liga Inggris, Liverpool mulai menyusun rencana besar untuk menghadapi kemungkinan kehilangan Virgil van Dijk. Dua bek top Eropa kini masuk radar The Reds.
Mengenal Yuriska Patricia, Aktris yang Resmi Dipersunting Asnawi Mangkualam

Mengenal Yuriska Patricia, Aktris yang Resmi Dipersunting Asnawi Mangkualam

Berikut profil hingga rekam jejak perjalanan karier Yuriska Patricia, aktris yang resmi menikah dengan sosok mantan kapten Timnas Indonesiia, Asnawi Mangkualam.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Polisi Dilarang Nge-Vape, Polri Telah Terbitkan Surat Edaran Larangan, Ternyata Ini Alasannya

Polisi Dilarang Nge-Vape, Polri Telah Terbitkan Surat Edaran Larangan, Ternyata Ini Alasannya

Hal itu sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang larangan penggunaan rokok elektrik atau vape bagi seluruh personel Polri. 
Kabar Duka! Keponakan Gus Dur, Fatih Waluyo Wahid atau Gus Firry Meninggal Dunia

Kabar Duka! Keponakan Gus Dur, Fatih Waluyo Wahid atau Gus Firry Meninggal Dunia

Fatih Waluyo Wahid yang akrab disapa Gus Firry meninggal dunia Minggu (1/11/2026). Firry merupakan keponakan dari Presiden ke-4 Abdurahman Wahid atau Gus Dur.
Media Vietnam Akui Timnas Indonesia Bisa Jadi Raja ASEAN, Minta Skuad The Golden Star Waspada

Media Vietnam Akui Timnas Indonesia Bisa Jadi Raja ASEAN, Minta Skuad The Golden Star Waspada

Kekuatan Timnas Indonesia mulai mendapat perhatian negara-negara pesaing di Asia Tenggara. Media Vietnam bahkan menilai Garuda berpeluang menjadi raja ASEAN.
Selengkapnya

Viral