News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Publik Sorot Tajam Pengelolaan Sampah di Kota Tangerang yang Tak Maksimal, DPRD Didesak Segera Bertindak

Sejumlah aktivis warung Pojok (Warjok) mendesak DPRD Kota Tangerang turun tangan menuntasakan kejanggalan proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) ramah lingkungan yang ada di wilayah kerjanya tersebut.
Rabu, 3 September 2025 - 20:04 WIB
Publik Sorot Tajam Pengelolaan Sampah di Kota Tangerang yang Tak Maksimal, DPRD Didesak Segera Bertindak
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Sejumlah aktivis warung Pojok (Warjok) mendesak DPRD Kota Tangerang turun tangan menuntasakan kejanggalan proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) ramah lingkungan yang ada di wilayah kerjanya tersebut.

Desakan itu disampaikan saat sejumlah aktivis dari warjok bertemu langsung dengan Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi pada Selasa (2/9/2025) guna mendorong dan menekan Pemerintah Kota Tangerang memutuskan kerjasama dengan PT Oligo Infra Swarna Nusantara (Oligo).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasalnya, sejak dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) pada Maret 2022 lalu hingga saat ini PT Oligo belum juga mengoperasikan proyek PSEL ramah lingkungan.

"Kami mengapresiasi masukan dari teman-teman aktivis. Selanjutnya dengan pimpinan DPRD dan anggota dewan yang lain, masukan ini akan kita bawa berkomunikasi dengan eksekutif dan memang dari legislatif juga mendukung kejelasan soal kerjasama pengolahan sampah ini. Karna soal sampah ini prioritas harus segera diselesaikan," kata Rusdi kepada awak media, Jakarta, Rabu (3/9/2025).

Rusdi menagkui belum adanya pengolahan sampah berbasis energi listrik yang beroperasi di tengah kerja sama antar dua pihak sejak beberapa tahun lalu.

Publik Sorot Tajam Pengelolaan Sampah di Kota Tangerang yang Tak Maksimal, DPRD Didesak Segera Bertindak
Publik Sorot Tajam Pengelolaan Sampah di Kota Tangerang yang Tak Maksimal, DPRD Didesak Segera Bertindak
Sumber :
  • Istimewa

 

Ia menyarankan sudah selaiknya Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengambil langkah alternatif agar permasalahan sampah dapat tertangani secara optimal.

"Pemkot Tangerang bisa mengambil langkah alternatif yang lain sambil menunggu hasil dari kerjasama tersebut. Kita juga menunggu apa yang menjadi arahan dari pemerintah pusat terkait masalah sampah di Kota Tangerang ini," paparnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Andri S Permana mengatakan jika permasalahan sampah telah memasuki kategori krusial yang dibutuhkan penanganan secara baik.

Hal itu, kata Andri, ditengarai volume sampah di Kota Tangerang yang kian harinya semakin meningkat di tengah TPA Rawa Kucing, Kecamatan Neglasari yang tak lagi sanggup menampungnya.

"Tapi yang paling penting bahwa kita akan selalu berhadapan dengan waktu karena produksi sampah itu setiap harinya akan selalu ada dan bertambah. Bagaimana caranya pemerintah Kota Tangerang bisa bertindak cepat dan tepat untuk melakukan kebijakan yang paling tepat untuk melakukan pengelolaan sampah. Diharapkan permasalahan ini tidak berlarut-larut," katanya.

Di sisi lain, Pengamat Kebijakan Publik, Adib Miftahul mengatakan langkah dukungan DPRD Kota Tangerang dalam hal petisi dan pengakhiran kerja sama dengan Oligo sangat penting untuk memastikan agar uang dan hak rakyat atas pengelolaan sampah terlayani dengan baik.

"Dukungan DPRD ini penting, nanti DPRD akan dicap masyarakat kota Tangerang sebagai pahlawan aspirasi dalam menyelamatkan uang rakyat. Sebab, perjanjian kerjasama (PKS) antara Oligo dan Pemkot Tangerang sangat memberatkan anggaran. Tidak ada alasan untuk mempertahankan PKS ini. Apalagi Oligo sudah wan prestasi. Sebab Oligo hingga saat ini belum melakukan aktifitas yang berarti sesuai amanah isi PKS, yakni belum ada amdal, belum juga membangun lokasi pengoperasian PSEL (Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik) ramah lingkungan," ungkap Adib.

Adib menegaskan ia bersama aktivis lainnya mendesak adanya dukungan pihak DPRD melalui political will meminta Pemkot Tangerang untuk segera memutuskan kerjasama dengan PT Oligo.

Sebab, kata Adib, kerja sama tersebut yang memberatkan warga yaitu terkait tipping fee yang menjadi beban APBD Kota Tangerang selama kerja sama berlangsung dengan rincian tipping fee sebanyak Rp310 ribu per ton sampah yang harus dibayarkan.

Ia menjelaskan dengan estimasi sehari 2 ribu ton sehingga jika diakumulasi Pemkot Tangerang harus mengeluarkan Rp620 juta per harinya hingga pembayaran tipping fee sebanyak Rp18.600.000 setiap bulannya.

"Perpres 35 tahun 2018 PLTSa era Jokowi dengan status Proyek Strategis Nasional (PSN) ini sangat dipaksakan. Buktinya sampai saat ini hanya Surabaya dan Solo yang beroperasi. Saya mencurigai dan menduga bahwa Oligo ini berani melakukan PKS karena punya bekingan pemerintah pusat zaman rezim lalu dan tergiur bakal punya keuntunggan besar, tapi ujungnya hanya ingin menghisap uang rakyat Kota Tangerang. Kenapa? Sampai sekarang minim pergerakan. Dan Dari 12 kota yang kena PerPres, hanya Solo yang tidak salah tidak dikenakan tipping fee. Maka Ini sudah tidak tepat dan perlu dibatalkan, karena kalau dilanjutkan akan menjadi beban APBD Kota Tangerang," katanya.

Sementara itu Aktifitas Lingkungan Hidup, Bambang Wahyudi yang juga warga Kecamatan Neglasari mengaku menjadi warga yang terdampak keberadaan TPA Rawa Kucing mendesak Pemkot Tangerang segera memutuskan kerja sama tersebut mengingat hingga saat ini tak adanya progres yang dijalankan dalam pekerjaannya.

"Sudah 33 tahun kami terdampak. Karena kami menganggap PT Oligo telah gagal, kami telah mendapatkan dukungan jajaran DPRD, maka kami meminta Pemkot segera cut Off PT Oligo secepatnya," tegas Bambang.

Adapun Aktifis Sosial Kota Tangerang, Saiful Basri meminta Pemkot Tangerang perlu mengambil langkah cepat jika PT Oligo terbilang tak lagi mampu mampu menjalankan kerja sama tersebut.

“Menurut kami ini sudah termasuk wanprestasi. Yang kami dengar malah mereka mengajukan addendum ke dua,” ujarnya.

Saiful menilai Pemkot Tangerang maupun DPRD harus mengambil langkah tegas dan harus ada intervensi dari pemerintah pusat mengenai permasalahan ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebab, kata Saiful, Pemkot Tangerang sudah mampu melakukan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir seperti insenerator dan metode sistem RDF.

“Sudah ada beberapa program terkait sampah yang sudah dijalankan Pemkot Tangerang dengan baik. Tinggal dimaksimalkan. Kalau kerja sama harusnya sama-sama menguntungkan. Kami menilai kebijakan tersebut penuh dengan kepentingan politik,” pungkasnya. (raa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ketua DPRD Kota Surabaya Baru Resmi Dilantik, Siap Lanjutkan Program Kerakyatan

Ketua DPRD Kota Surabaya Baru Resmi Dilantik, Siap Lanjutkan Program Kerakyatan

Syaifuddin Zuhri resmi dilantik sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya, menggantikan almarhum Adi Sutarwijono.
Rupiah Melemah, Ekonom: Bukan karena Faktor Internal, Tak Berdampak pada Daya Beli

Rupiah Melemah, Ekonom: Bukan karena Faktor Internal, Tak Berdampak pada Daya Beli

Ekonom Dr. Surya Vandiantara menilai pelemahan nilai tukar rupiah saat ini bukan disebabkan oleh faktor internal. Sehingga, tak berpengaruh pada daya beli masyarakat. 
Di Rakorwil PSI di Jayapura, Kaesang Sebut Jokowi Akan Datang ke Papua

Di Rakorwil PSI di Jayapura, Kaesang Sebut Jokowi Akan Datang ke Papua

Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) serta pelantikan pengurus DPW PSI dan DPD PSI se-Papua di Jayapura.
Viral di Media Sosial Anggaran Laundry Daster Gubernur Rudy Mas'ud Capai Rp450 juta Per Tahun, Ini Respons Pemprov Kaltim

Viral di Media Sosial Anggaran Laundry Daster Gubernur Rudy Mas'ud Capai Rp450 juta Per Tahun, Ini Respons Pemprov Kaltim

Sejumlah kebijakan anggaran yang dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud turut menuai kritik tajam oleh publik.
Ledakan Investasi UMK Buktikan Kota Bontang, Surga Baru Investor

Ledakan Investasi UMK Buktikan Kota Bontang, Surga Baru Investor

Transformasi ekonomi dan kemudahan perizinan di Kota Bontang, Kalimantan Timur, menunjukkan tren positif pada kuartal pertama tahun 2026.
Kasus Perusakan Toko Sembako di Kemayoran Berujung Damai, Polisi: Tak Ada Tuntutan Ganti Rugi

Kasus Perusakan Toko Sembako di Kemayoran Berujung Damai, Polisi: Tak Ada Tuntutan Ganti Rugi

Polisi mengungkap fakta baru di balik insiden perusakan toko sembako yang melibatkan anggota TNI di kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Trending

Demi Bertemu Gubernur Sherly Tjoanda, Pemuda Asal Sumut Nekat Jalan Kaki dari Sumatera-Malut: Ingin Foto Aja

Demi Bertemu Gubernur Sherly Tjoanda, Pemuda Asal Sumut Nekat Jalan Kaki dari Sumatera-Malut: Ingin Foto Aja

Video seorang pemuda asal Sumatera Utara (Sumut) nekat jalan kaki dari Gorontalo ke Malut agar bisa bertemu Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos viral.
Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Pelatih Hillstate Kang Sung-hyung sanggupi ajakan makan pecel dan rempeyek khas jawa setelah menyaksikan pertandungan Megawati Hangestri di final Proliga 2026.
Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Megawati Hangestri berbinar-binar setelah ditraktir makan siang ala Korea oleh pelatih Hillstate Kang Sung-hyung setelah datang ke final Proliga 2026 silam.
Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Gubernur Malut Sherly Tjoanda kehabisan kata-kata ketika tahu ada warganya yang istrinya berusia 40 tahun lebih muda saat kunjungan atau sidak ke masyarakat.
Tak Lagi Melatih, Ini Rencana Besar STY untuk Timnas Indonesia: Saya Akan

Tak Lagi Melatih, Ini Rencana Besar STY untuk Timnas Indonesia: Saya Akan

Pemecatan Shin Tae-yong dari kursi pelatih Timnas Indonesia pada awal 2025 tak hanya mengakhiri masa kepemimpinannya, tetapi juga menghentikan sejumlah rencana.
Resmi! Persija Jakarta Vs Persib Bandung Gagal Digelar di SUGBK, El Clasico Indonesia Berlangsung di Luar Pulau Jawa

Resmi! Persija Jakarta Vs Persib Bandung Gagal Digelar di SUGBK, El Clasico Indonesia Berlangsung di Luar Pulau Jawa

Direktur I.League, Ferry Paulus, resmi mengumumkan perpindahan venue Persija Jakarta melawan Persib Bandung. Duel bertajuk El Clasico Indonesia itu gagal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Kata-Kata Berkelas Kurniawan Dwi Yulianto usai Timnas Indonesia U-17 Kalahkan China di Piala Asia U-17 2026

Kata-Kata Berkelas Kurniawan Dwi Yulianto usai Timnas Indonesia U-17 Kalahkan China di Piala Asia U-17 2026

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, menyampaikan pernyataannya setelah berhasil meraih kemenangan 1-0 atas China. Garuda Asia berhasil merengkuh tiga poin penuh dalam pertandingan di Piala Asia U-17 2026.
Selengkapnya

Viral