GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jamu Kembali Naik Daun! Warisan Leluhur yang Bisa Bangkitkan Ekonomi UMKM dan Sehatkan Bangsa

Dalam konteks modern, jamu tak lagi sekadar minuman tradisional, melainkan simbol kebanggaan bangsa dan potensi ekonomi yang mampu menggerakkan roda kesejahteraan
Jumat, 17 Oktober 2025 - 22:42 WIB
Ilustrasi Jamu Kembali Naik Daun! Warisan Leluhur yang Bisa Bangkitkan Ekonomi UMKM dan Sehatkan Bangsa
Sumber :
  • Istockphoto

tvOnenews.com - Sejak berabad-abad lalu, jamu telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Ramuan tradisional berbahan rempah seperti kunyit, kencur, jahe, dan temulawak bukan hanya berfungsi menjaga kesehatan, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. 

Dalam konteks modern, jamu tak lagi sekadar minuman tradisional, melainkan simbol kebanggaan bangsa dan potensi ekonomi yang mampu menggerakkan roda kesejahteraan di tingkat desa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini, jamu mulai kembali mendapat tempat istimewa di hati masyarakat, terutama di tengah meningkatnya tren gaya hidup sehat dan kesadaran akan pentingnya bahan alami. 

Banyak komunitas dan pelaku UMKM lokal bangkit dengan memproduksi jamu kemasan modern tanpa meninggalkan cita rasa khas warisan leluhur. 

Di sejumlah daerah seperti Magetan, Yogyakarta, dan Solo, jamu bahkan telah menjadi identitas lokal yang memperkuat ekonomi kreatif berbasis tradisi. Dalam konteks inilah, jamu bukan hanya tentang rasa dan khasiat, melainkan juga tentang pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat, terutama perempuan desa.

Kesadaran inilah yang turut menjadi perhatian serius terhadap pelestarian jamu Nusantara. Salah satunya dari acara bertajuk “Dari Rasa ke Raga: Merawat Tradisi Jamu Nusantara dari Magetan” pada Rabu, 16/10/25. 

Bentuk nyata dukungan terhadap pelaku UMKM yang menjaga tradisi jamu sebagai warisan budaya bangsa terus ditingkatkan. “Masyarakat di Desa Karangrejo sehat walafiat dan bahagia. Kita harus berterima kasih kepada para penjamu yang menjaga warisan jamu ini. Jamu tidak hanya menyehatkan badan dan jiwa, tapi juga menjadi identitas bangsa kita,” ujar Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Wakil Ketua MPR RI.

Jamu memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar minuman herbal. “Jamu adalah warisan budaya, warisan si Mbok kita, yang turun-temurun dijaga, dirawat, dan terus diwariskan. Jamu adalah bagian dari solusi kesehatan preventif bangsa. Menyehatkan, memberdayakan perempuan, membuka lapangan kerja, dan menopang ekonomi desa. Dari dapur Karangrejo, lahir kekuatan ekonomi lokal berbasis tradisi,” tegasnya.

Jamu telah menjadi bagian penting dari peradaban bangsa sejak abad ke-13. Jamu ini usianya jauh lebih tua dari merek terkenal mana pun. Ini warisan berharga dari para leluhur kita yang harus kita lestarikan dan kembangkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jamu tidak hanya menjaga kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi sumber penghidupan keluarga. Jamu adalah jalan sehat kita di masa lalu dan masa depan. Pemerintah juga harus memperhatikan pendidikan anak-anak, kesehatan orang tua, dan pemberdayaan UMKM. Karena tubuh yang sehat adalah modal utama untuk semangat kerja dan kehidupan yang berkualitas.

Dengan demikian, harapannya, pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga generasi muda, juga bisa untuk ikut mendukung ekosistem jamu agar terus berkembang. Dari jamu, kita rawat rasa dan raga Indonesia, dan warisan si Mbok bukan hanya soal tradisi, tapi juga masa depan ekonomi dan kesehatan bangsa. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lebih Besar Pahala Kurban Sapi Bersama 7 Orang atau Kambing Milik Sendiri? Begini Kata Buya Yahya

Lebih Besar Pahala Kurban Sapi Bersama 7 Orang atau Kambing Milik Sendiri? Begini Kata Buya Yahya

Dalam pemilihan hewan kurban, umat muslim memiliki opsi berkurban seekor kambing secara individu atau patungan satu ekor sapi diperuntukkan bagi tujuh orang.
Minim Laporan Korban, Komnas Perempuan Menduga Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Fenomena Gunung Es

Minim Laporan Korban, Komnas Perempuan Menduga Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Fenomena Gunung Es

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menengarai bahwa kasus kekerasan seksual yang terjadi di pondok pesantren merupakan fenomena gunung es. 
Sempat Menolak Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Ini Kini Bangga Kenakan Jersey Garuda hingga Tuai Sorotan Warganet

Sempat Menolak Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Ini Kini Bangga Kenakan Jersey Garuda hingga Tuai Sorotan Warganet

Sempat menolak tawaran membela Timnas Indonesia, Tijjani Reijnders kini justru mencuri perhatian setelah terlihat bangga mengenakan jersey Garuda, momen viral.
Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin ternyata sempat menghubungi Megawati Hangestri terlebih dahulu sebelum akhirnya Mega berlabuh ke Hyundai Hillstate musim depan.
Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea mendapat sorotan besar dari media Korea. Mereka menyebut perekrutan Megatron sebagai sebuah jackpot bagi klub.
Iran Sebut Tak Minta Konsesi Apa Pun dari AS

Iran Sebut Tak Minta Konsesi Apa Pun dari AS

Iran menyebut tak meminta konsesi apa pun dari AS, melainkan hanya menyerukan penghentian perang dan pembajakan kapal kapalnya.

Trending

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

Modus pesan oknum Kiai, Ashari pengasuh ponpes di Pati saat tengah malam. Doktrin diberikan tersangka kasus dugaan pencabulan untuk melancarkan aksi bejatnya
Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah adanya kasus dugaan pencabulan dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.
Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Pak Di, saksi yang lebih dari 10 tahun bekerja dengan Kiai Ashari menceritakan awal mula didirikannya Ponpes Ndholo Kusumo Pati sebelum ramai kasus pencabulan.
Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp dibongkar kuasa hukum korban, Ali Yusron, begini isi chat Kiai Ashari ketika minta ditemani tidur oleh santriwati di malam hari.
Sikap KDM Imbas Bentrokan Suporter di Jawa Barat, Minta Bobotoh Tak Selebrasi Berlebihan Usai Persib Kalahkan Persija

Sikap KDM Imbas Bentrokan Suporter di Jawa Barat, Minta Bobotoh Tak Selebrasi Berlebihan Usai Persib Kalahkan Persija

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) minta suporter Persib Bandung, Bobotoh tidak jemawa atas kemenangan Maung Bandung dari Persija Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Gubernur Malut Sherly Tjoanda tarik nafas panjang setelah melihat anak-anak usia sekolah yang tak pandai berhitung matematika di Desa Gulapapo, Halmahera Timur.
Selengkapnya

Viral