GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dari Lagu Viral TikTok hingga Cerita Identitas Lokal, Fenomena Musik Timur yang Jadi Favorit Anak Muda 2025

Gelombang musik dari Indonesia bagian timur kian terasa kuat sepanjang 2025. Jika beberapa tahun lalu lini masa media sosial didominasi lagu-lagu berbahasa Jawa atau pop urban
Sabtu, 20 Desember 2025 - 23:40 WIB
Ilustrasi Dari Lagu Viral TikTok hingga Cerita Identitas Lokal, Fenomena Musik Timur yang Jadi Favorit Anak Muda 2025
Sumber :
  • Istockphoto

tvOnenews.com - Gelombang musik dari Indonesia bagian timur kian terasa kuat sepanjang 2025. Jika beberapa tahun lalu lini masa media sosial didominasi lagu-lagu berbahasa Jawa atau pop urban ibu kota, kini arus itu bergeser. 

Platform seperti TikTok menjadi etalase baru bagi warna musik dari Maluku, Papua, hingga Nusa Tenggara Timur yang tampil lebih percaya diri dan berani menonjolkan identitas lokal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fenomena ini bukan terjadi tanpa sebab. Musik timur dikenal punya ritme yang hidup, tempo yang mengajak bergerak, serta lirik yang lugas dan mudah diingat. Perpaduan itu membuat banyak lagu cepat melekat di kepala pendengar. 

Melansir dari berbagai sumber, dan tren sosial media, tak sedikit pula yang akhirnya viral karena dipakai sebagai latar tarian, video komedi, atau potongan keseharian yang terasa jujur dan dekat dengan audiens.

Contohnya bisa dilihat dari lagu-lagu yang mendominasi algoritma. “Stecu Stecu” milik Faris Adam hadir dengan nuansa santai khas anak timur dan lirik jenaka yang membuatnya cepat menyebar. 

Sementara “Tabola Bale” dari Silet Open Up bersama Jacson Zeran dan Diva Aurel mengandalkan irama ceria yang memicu challenge massal, sekaligus menunjukkan bahwa musik lokal bisa terasa global tanpa kehilangan rasa daerahnya.

Di tengah iklim musik yang semakin terbuka terhadap keragaman ini, industri juga mulai memberi ruang bagi musisi yang membawa latar budaya kuat, namun dikemas dengan pendekatan modern

Salah satunya datang dari penyanyi yang lama berkecimpung di balik layar sebelum akhirnya memilih tampil sendiri sebagai solois. Van Oo, merilis single perdana berjudul “Nona Setimba” pada 2025 sebagai penanda fase baru perjalanan bermusiknya.

Adalah Vanna Leonardo Nainggolan, yang lahir di Pematang Siantar pada 16 Februari 1991. Jejak musikalnya dimulai sejak 2009 bersama sebuah band, pengalaman yang ia jalani hampir satu dekade. 

Dari fase itu, terbentuk karakter vokal dan selera musik yang banyak dipengaruhi pop dan rock, sekaligus membangun fondasi profesional sebelum melangkah lebih jauh.

Pada 2020, eksplorasinya berlanjut lewat trio Batak Gapana Voice. Bersama grup ini, ia merilis lagu “Tintin Parsirangan” dan “Lidya” yang mendapat sambutan positif, terutama dari pendengar yang akrab dengan nuansa Batak. 

Karya-karya tersebut memperlihatkan bagaimana akar budaya bisa tetap relevan ketika dipadukan dengan aransemen yang lebih segar.

Pilihan melanjutkan karier secara mandiri pada 2025 kemudian melahirkan “Nona Setimba”, lagu ciptaan Iyan Barus. Judulnya merupakan singkatan dari Nona Setengah Timur Batak, sebuah frasa yang merepresentasikan gambaran perempuan Batak dengan sentuhan modern. 

Lagu ini dirilis melalui label Jalur Bintang Musik yang didirikan Jhon Boy, dengan pendekatan penggabungan identitas lokal dan selera pasar yang lebih luas, tanpa harus tampil berlebihan.

Langkah tersebut terasa sejalan dengan tren musik timur yang sedang naik daun. Sama seperti “Pica Pica”, “Nyong Timur”, atau “Mode Pesawat” yang ramai digunakan sebagai latar konten harian, “Nona Setimba” hadir sebagai bagian dari lanskap musik yang menekankan kejujuran ekspresi dan kedekatan budaya. 

Bukan sekadar mengejar viralitas, melainkan mencoba menempatkan cerita lokal dalam format yang mudah diterima generasi digital.

Pada akhirnya, menguatnya musik dari Indonesia timur di 2025 menunjukkan bahwa selera pendengar semakin terbuka terhadap keberagaman bunyi dan cerita lokal. Lagu-lagu dengan dialek daerah, ritme enerjik, hingga lirik sederhana justru mampu menciptakan kedekatan emosional yang luas, terutama di ruang digital seperti TikTok. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Musik timur tak lagi dipandang sebagai tren pinggiran, melainkan sebagai arus utama yang ikut membentuk wajah industri musik nasional. 

Selama para musisinya terus menjaga kejujuran identitas sambil berani beradaptasi dengan zaman, gelombang ini berpotensi bertahan lebih lama dan menjadi penanda penting bagaimana budaya lokal bisa tumbuh, bersaing, dan dirayakan bersama di tingkat nasional. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kebakaran Melanda Rumah di Tambora Jakbar, Belasan Branwir dan 60 Personel Damkar Diterjunkan

Kebakaran Melanda Rumah di Tambora Jakbar, Belasan Branwir dan 60 Personel Damkar Diterjunkan

Pengerahan personel besar-besaran dilakukan Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat guna memadamkan api yang menghanguskan rumah di kawasan Tambora, Kamis (28/5) malam. 
KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK terus melakukan upaya optimalisasi asset recovery terkait kasus pengadaan jasa outsourcing di Pemkab Pekalongan yang menyeret nama Bupati nonaktif Fadia Arafiq.
Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Kota dengan konektivitas udara dan infrastruktur yang kuat cenderung mengalami pertumbuhan kunjungan wisatawan lebih cepat dibanding wilayah lain. Di Indonesia, Makassar
Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Monumen Nasional atau yang dikenal sebagai Monas menjadi magnet untuk masyarakat menghabiskan waktu libur bersama keluarga.

Trending

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK terus melakukan upaya optimalisasi asset recovery terkait kasus pengadaan jasa outsourcing di Pemkab Pekalongan yang menyeret nama Bupati nonaktif Fadia Arafiq.
Kebakaran Melanda Rumah di Tambora Jakbar, Belasan Branwir dan 60 Personel Damkar Diterjunkan

Kebakaran Melanda Rumah di Tambora Jakbar, Belasan Branwir dan 60 Personel Damkar Diterjunkan

Pengerahan personel besar-besaran dilakukan Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat guna memadamkan api yang menghanguskan rumah di kawasan Tambora, Kamis (28/5) malam. 
Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat, yang hadir dalam konferensi ilmiah itu sebagai perwakilan Oxford University, Inggris.
Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman menegaskan pembelian hewan kurban Presiden Prabowo menggunakan APBN sah secara hukum dan syariat Islam.
Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM bersama tiga anggota keluarganya ditemukan meninggal dunia di tenda camping Posong Temanggung. Polisi selidiki dugaan keracunan.
Selengkapnya

Viral