News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bukan Sekadar Alutsista, Ini Alasan Kemandirian Industri Pertahanan Jadi Taruhan Masa Depan Indonesia

Kemandirian industri pertahanan dinilai bukan sekadar agenda teknis pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista).
Jumat, 23 Januari 2026 - 03:55 WIB
Sejumlah kendaraan alutsista TNI diparkir di kawasan Monas, Jakarta, sebagai bagian dari persiapan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI). Jakarta, Rabu (1/10/2025)
Sumber :
  • tvOnenews.com/Taufik

Jakarta, tvOnenews.com - Kemandirian industri pertahanan dinilai bukan sekadar agenda teknis pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista). Lebih dari itu, kemandirian tersebut menjadi bagian integral dari strategi menjaga kedaulatan negara, keamanan nasional, serta memperkuat posisi tawar Indonesia di tengah dinamika geopolitik global.

Dalam konteks tersebut, pemerintah memegang peran sentral dalam penguatan industri pertahanan nasional. Peran pemerintah tidak hanya terbatas sebagai regulator, tetapi juga sebagai perencana kebutuhan strategis, pembeli utama alutsista, serta fasilitator ekosistem industri pertahanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Posisi ini dinilai krusial karena tanpa keberpihakan negara, industri pertahanan nasional tidak memiliki kepastian pasar yang memadai untuk tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, mengatakan bahwa melalui kebijakan industri pertahanan serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah berupaya menyelaraskan kebutuhan TNI dengan kemampuan industri dalam negeri.

“Langkah ini dilakukan agar pengadaan alutsista tidak hanya memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga memperkuat kapasitas produksi nasional,” ujar Khairul, Kamis (22/1/2026).

Menurut Khairul, pemerintah juga mendorong agar industri pertahanan, baik badan usaha milik negara (BUMN) maupun swasta, tidak berhenti pada fungsi perakitan semata.

“Arah kebijakannya adalah mendorong penguasaan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan rantai pasok dalam negeri secara bertahap dan berkelanjutan,” katanya.

Ia menilai, tantangan utama industri pertahanan Indonesia saat ini adalah memastikan kemandirian tidak berhenti pada tingkat perakitan. Undang-Undang Industri Pertahanan secara tegas mengamanatkan penguasaan teknologi, penguatan rantai pasok nasional, serta peningkatan kualitas SDM sebagai tujuan jangka panjang.

Dalam konteks itu, kebijakan offset dan alih teknologi yang diatur dalam berbagai peraturan turunan harus bersifat substansial. Praktik alih teknologi yang hanya bersifat administratif, tanpa disertai transfer pengetahuan dan kemampuan produksi inti, dinilai tidak sejalan dengan semangat undang-undang dan minim nilai strategis bagi pertahanan nasional.

Selain kebijakan teknologi, Khairul menekankan perlunya insentif fiskal dan nonfiskal bagi industri pertahanan, termasuk kemudahan perizinan, dukungan riset, serta kebijakan pengembangan SDM yang konsisten.

Dari sisi pembiayaan, ia menilai industri pertahanan tidak dapat sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pasalnya, anggaran pertahanan juga harus dialokasikan untuk pemeliharaan alutsista, kesiapan operasional, serta belanja rutin lainnya.

“Ketergantungan penuh pada APBN memiliki keterbatasan struktural. Karena itu, kebijakan pemerintah untuk mendorong skema pembiayaan alternatif merupakan langkah rasional dan sejalan dengan praktik internasional,” ujarnya.

Saat ini, pemerintah mulai mendorong skema pembiayaan alternatif, salah satunya melalui kerja sama dengan perbankan nasional, khususnya bank-bank BUMN, untuk mendukung pembiayaan proyek industri pertahanan.

“Dukungan sektor keuangan terhadap industri pertahanan sudah mulai terlihat, terutama dari perbankan nasional dan bank BUMN. Beberapa skema pembiayaan dan kerja sama telah dijajaki untuk mendukung industri strategis ini,” kata Khairul.

Sementara itu, Direktur Teknik PT Nanggala Kencana Rekatama Indonesia (PT NKRI), Zaenal, menyoroti pengalaman historis Indonesia yang menunjukkan risiko strategis akibat ketergantungan pada pemasok alutsista asing.

Risiko tersebut antara lain berupa potensi embargo hingga gangguan rantai pasok yang dipicu konflik geopolitik global.

“Kemandirian industri pertahanan menjadi prasyarat bagi sistem pertahanan yang kuat dan maju. Selain itu, kemandirian juga memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional dan penguasaan teknologi dalam negeri,” ujar Zaenal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menambahkan, kemampuan mandiri di sektor pertahanan juga menciptakan efek tangkal (deterrent effect) bagi pihak luar. Negara dengan industri pertahanan yang maju dinilai lebih tangguh karena mampu memenuhi kebutuhan militernya sendiri tanpa bergantung pada negara lain.

“Kondisi ini meningkatkan posisi tawar Indonesia secara diplomatis. Pemerintah telah menempatkan kemandirian pertahanan sebagai visi strategis jangka panjang,” katanya.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Libur Panjang Mei 2026 Bukan Ancaman, Anindya Bakrie Tegaskan Industri Harus Tetap Produktif dan Kompetitif

Libur Panjang Mei 2026 Bukan Ancaman, Anindya Bakrie Tegaskan Industri Harus Tetap Produktif dan Kompetitif

Libur panjang Mei 2026 dinilai bukan ancaman industri. Anindya Bakrie tegaskan dunia usaha harus tetap produktif, efisien, dan kompetitif.
Hasil Super League 2025-2026: Gol Cepat Bawa Persita Tangerang Curi Poin Penuh di Kandang PSIM Yogyakarta

Hasil Super League 2025-2026: Gol Cepat Bawa Persita Tangerang Curi Poin Penuh di Kandang PSIM Yogyakarta

Persita Tangerang berhasil menaklukkan tim tuan rumah PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, Kamis (30/4/2026). 
Ini Alasan Megawati Hangestri Mundur dari Timnas Voli Putri Indonesia 2026

Ini Alasan Megawati Hangestri Mundur dari Timnas Voli Putri Indonesia 2026

Megawati Hangestri mengejutkan publik setelah resmi mengajukan pengunduran diri dari Timnas Voli Putri Indonesia untuk rangkaian turnamen 2026, ungkap alasan.
Megawati Hangestri Mundur dari Timnas Voli Putri Indonesia, Fokus Karier di Hyundai Hillstate dan Liga Voli Korea?

Megawati Hangestri Mundur dari Timnas Voli Putri Indonesia, Fokus Karier di Hyundai Hillstate dan Liga Voli Korea?

Megawati Hangestri resmi mengundurkan diri dari Timnas Voli Putri Indonesia. Di saat yang bersamaan, namanya muncul dalam roster Hyundai E&C Hillstate untuk musim 2026/2027. 
Megawati Hangestri Resmi Mundur dari Skuad Timnas Voli Putri Indonesia, Ini Rekam Jejak Karier Gemilang Sang “Megatron”

Megawati Hangestri Resmi Mundur dari Skuad Timnas Voli Putri Indonesia, Ini Rekam Jejak Karier Gemilang Sang “Megatron”

Perjalanan karier Megawati Hangestri dari Jember hingga panggung dunia, di tengah keputusan mundur dari Timnas Voli Putri Indonesia 2026.
6 Pemain Seleksi Timnas Indonesia yang Diprediksi akan Dicoret John Herdman dari Skuad Final Piala AFF 2026, Eks Abroad Eropa Ini Bisa Tersingkir

6 Pemain Seleksi Timnas Indonesia yang Diprediksi akan Dicoret John Herdman dari Skuad Final Piala AFF 2026, Eks Abroad Eropa Ini Bisa Tersingkir

Enam pemain diprediksi dicoret John Herdman dari skuad Timnas Indonesia untuk ajang Piala AFF 2026. Beberapa nama jadi sorotan dalam seleksi ketat TC Jakarta.

Trending

Rizky Ridho Siap Tinggalkan Persija? Sinyal Kuat Abroad Pemain Timnas Indonesia

Rizky Ridho Siap Tinggalkan Persija? Sinyal Kuat Abroad Pemain Timnas Indonesia

Jika benar hengkang dari Persija Jakarta, ada beberapa opsi menarik yang bisa dipilih Rizky Ridho untuk abroad. Salah satunya adalah FCV Dender di Liga Belgia
Reaksi Berkelas Mathew Baker usai Timnas Indonesia U-17 Kalah dari Arab Saudi Jelang Piala Asia U-17 2026

Reaksi Berkelas Mathew Baker usai Timnas Indonesia U-17 Kalah dari Arab Saudi Jelang Piala Asia U-17 2026

Mathew Baker memberikan reaksi berkelas seiring dengan kekalahan Timnas Indonesia U-17 dari Arab Saudi. Ini menjadi modal buruk jelang Piala Asia U-17 2026.
Tolak Bela Timnas Indonesia, Winger Berdarah Surabaya Rp86 Miliar Kini Jadi Rebutan Ajax dan Klub Elite Inggris

Tolak Bela Timnas Indonesia, Winger Berdarah Surabaya Rp86 Miliar Kini Jadi Rebutan Ajax dan Klub Elite Inggris

Nama Million Manhoef kembali mencuri perhatian. Winger yang pernah tolak bela Timnas Indonesia itu kini jadi buruan klub Eropa, termasuk raksasa Belanda, Ajax.
Tok! Megawati Hangestri Masuk Roster Hyundai Hillstate: Fantatis, Segini Gajinya di Liga Voli Korea Musim 2026/2027

Tok! Megawati Hangestri Masuk Roster Hyundai Hillstate: Fantatis, Segini Gajinya di Liga Voli Korea Musim 2026/2027

Berdasarkan data dari Volleybox per 30 April 2026, nama Megawati Hangestri sudah tercantum dalam daftar tujuh pemain Hyundai E&C Hillstate untuk musim baru. 
John Herdman Coret Anak Emas Shin Tae-yong Jelang Piala AFF 2026, Bung Ropan: Jangan Salah, Mereka Dicoret Karena ini!

John Herdman Coret Anak Emas Shin Tae-yong Jelang Piala AFF 2026, Bung Ropan: Jangan Salah, Mereka Dicoret Karena ini!

John Herdman mencoret sejumlah pemain yang selama ini identik sebagai “anak emas” era Shin Tae-yong jelang Piala AFF 2026. Bung Ropan memberikan analisis
Al Nassr Tekuk Al Ahli 2-0, Cristiano Ronaldo Cetak Gol Lagi dan Kian Dekat dengan Rekor 1.000 Gol

Al Nassr Tekuk Al Ahli 2-0, Cristiano Ronaldo Cetak Gol Lagi dan Kian Dekat dengan Rekor 1.000 Gol

Dalam laga bertajuk big match yang digelar pada Kamis (30/4/2026) dini hari WIB, Al Nassr sukses mengamankan kemenangan krusial 2-0 atas rival mereka, Al Ahli.
Jalan Diponegoro Bandung Ditutup? Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir Pemasangan Spanduk Penutupan Tanpa Izin Gubernur

Jalan Diponegoro Bandung Ditutup? Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir Pemasangan Spanduk Penutupan Tanpa Izin Gubernur

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) tidak memperintahkan pemasangan spanduk penutupan Jalan Diponegoro, Kota Bandung pada 30 April hingga 7 Agustus 2026.
Selengkapnya

Viral