Kowani Usul Hari Ibu Diganti Hari Perempuan Indonesia, Ini Alasannya
- Ist
Jakarta, tvOnenews.com - Kongres Wanita Indonesia (Kowani) mengusulkan agar pemerintah mengganti nomenklatur peringatan Hari Ibu menjadi Hari Perempuan Indonesia.
Usulan itu dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi luas perempuan dalam pembangunan nasional.
Ketua Umum Kowani, Nannie Hadi Tjahjanto, menyatakan perubahan nama tersebut diharapkan mampu memperkuat motivasi perempuan Indonesia dalam mengambil peran strategis sebagai penggerak pembangunan.
Ia menilai, perempuan memiliki posisi penting, terutama dalam proses asah, asih, dan asuh generasi penerus bangsa.
“Supaya perempuan Indonesia makin semangat. Kalau Hari Ibu, merasa hanya ibu saja yang mendapatkan bunga. Tapi perempuan-perempuan hebat yang lain akan bilang 'saya kan belum jadi ibu',” kata Nannie dalam sambutannya pada peringatan HUT ke-10 (Perwira) di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
“Mudah-mudahan nanti bisa di-acc sama Presiden, kita berjuang bersama untuk menyampaikan Hari Ibu bukan Mother's Day Tapi Hari Perempuan,” imbuh Nannie.
Nannie, yang juga istri Hadi Tjahjanto—mantan Panglima TNI yang pernah menjabat Menteri ATR/Kepala BPN dan Menko Polhukam pada era Presiden —menegaskan bahwa keberanian perempuan membuka ruang bagi lahirnya generasi emas Indonesia. Menurutnya, perempuan perlu didorong untuk berani bermimpi besar dan melangkah lebih jauh.
Kowani juga menekankan pentingnya kerja sama lintas organisasi perempuan. Kolaborasi dinilai menjadi faktor kunci untuk mempercepat pencapaian tujuan nasional.
“Kita harus memperkuat jejaring, meningkatkan kapasitas, mendorong literasi digital, serta membangun ekosistem usaha yang inklusif dan berkesinambungan,” tuturnya.
Sementara itu, Dewan Pengawas DPP Perwira, Anak Agung Putri Puspawati, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas perempuan akan berdampak langsung pada ketahanan keluarga serta daya saing bangsa. Ia menilai perempuan yang mandiri secara ekonomi dan aktif di ranah politik, apalagi dengan dukungan pemerintah, mampu menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat.
Menurut Putri, sinergi antara pemerintah dan organisasi perempuan perlu diperkuat agar program perlindungan perempuan, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kesehatan ibu dan anak dapat berjalan terpadu.
“Seperti bazar Kowani hari ini, tidak mungkin dapat terlaksana jika tanpa dukungan Kementerian Usaha Mikro Kecil Menengah yang diwakili oleh Ibu Christina Agustin selaku Asisten Deputi Ekosistem Bisinis Wirausaha Kementerian UMKM dan Pemprov DK Jakarta di mana Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan UKM DKI Jakarta, Ibu Elisabeth Ratu Rante Allo, datang langsung ke tempat kami,” kata Putri.
Load more