GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Catatan Guru Besar UI Terkait Pentingnya Kolektivitas Kerja di Kabinet

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Prof. Hikmahanto Juwana, menyoroti pentingnya sinkronisasi kebijakan di tingkat kementerian agar sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto.
Selasa, 24 Februari 2026 - 22:27 WIB
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Prof. Hikmahanto Juwana.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Prof. Hikmahanto Juwana, menyoroti pentingnya sinkronisasi kebijakan di tingkat kementerian agar sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto. 

Hikmahanto mengamati adanya ketimpangan antara semangat "Indonesia First" yang diusung Presiden dengan regulasi domestik yang justru dianggap menekan industri strategis, termasuk sektor tembakau.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Agak tidak nyambung antara keinginan Pak Prabowo untuk memperkuat kedaulatan ekonomi dengan kebijakan di dalam negeri yang justru menyulitkan industri strategis kita sendiri,” ujar Hikmahanto.

Kekhawatiran ini muncul seiring adanya wacana aturan kemasan rokok polos (plain packaging) dan larangan zat perisa. 

Kebijakan yang diadopsi Kementerian Kesehatan tersebut dinilai banyak dipengaruhi oleh dorongan lembaga kesehatan global, seperti WHO.

Hikmahanto mengingatkan bahwa Indonesia sebelumnya telah berjuang menghadapi tekanan serupa di level internasional, termasuk di forum WTO.

“Aturan soal plain packaging (kemasan seragam) itu bukan dari Kementerian Perindustrian atau Perdagangan, tapi dari Kementerian Kesehatan. Kalau bicara kesehatan, tentu WHO akan selalu mengedepankan aspek sehat. Tapi pertanyaannya, bagaimana rakyat bisa sehat kalau mereka tidak punya pekerjaan?” tegasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan data mengenai besarnya kontribusi industri tembakau bagi negara, yakni menyumbang penerimaan sekitar Rp300 triliun dan menyerap lebih dari 6 juta tenaga kerja, yang mencakup pekerja formal hingga sektor rumah tangga yang rentan.

“Kalau tiba-tiba diputuskan rakyat tidak boleh merokok, selesai sudah. Penerimaan negara hilang, jutaan lapangan kerja lenyap. Lalu bagaimana nasib mereka yang hidup dari industri ini?” katanya.

Hikmahanto menyatakan dukungannya terhadap konsep "Prabowonomics" yang menitikberatkan pada industrialisasi.

Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan visi ini sangat bergantung pada kekompakan antar-menteri dalam merumuskan kebijakan.

“Saya 100 persen setuju dengan Prabowo-nomics karena membuka lapangan pekerjaan. Tapi jangan sampai ada kementerian yang membuat kebijakan sendiri tanpa koordinasi, seolah-olah tidak peduli dengan visi Presiden,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga mengkritik adanya ego sektoral di birokrasi yang memicu ketidakpastian hukum dan kebingungan bagi para pelaku usaha. 

Menurutnya, para menteri wajib bekerja secara kolektif di bawah satu komando visi Presiden.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Belum Sempat Mandi Junub Sampai Subuh, Apakah Puasa Ramadhan Tetap Sah? Buya Yahya Beri Penjelasan

Belum Sempat Mandi Junub Sampai Subuh, Apakah Puasa Ramadhan Tetap Sah? Buya Yahya Beri Penjelasan

Puasa Ramadhan keadaan belum bersuci. Apakah puasa tetap sah jika masih junub sampai subuh? Ataukah kondisi tersebut justru membatalkan puasa yang dijalankan?
Mauricio Souza Lega! Persija Jakarta Rebut 3 Poin Krusial di Kandang Malut United

Mauricio Souza Lega! Persija Jakarta Rebut 3 Poin Krusial di Kandang Malut United

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menyebut kemenangan 3-2 atas Malut United sebagai hasil yang sangat penting dalam lanjutan Super League di Stadion Gelora Kie Raha, Selasa (24/2/2026).
Meski Sudah 41 Tahun, Ronaldo Sukses Pecahkan Rekor Baru dalam Sejarah Liga Pro Saudi

Meski Sudah 41 Tahun, Ronaldo Sukses Pecahkan Rekor Baru dalam Sejarah Liga Pro Saudi

Keberhasilan membobol gawang Al Fateh, kala dirinya menginjak usia 41 tahun, sukses mengukir tinta emas baru bagi Cristiano Ronaldo di sepak bola Arab Saudi.
Alarm Bahaya di Bernabeu! 5 Bintang Real Madrid Terancam Absen di 16 Besar Liga Champions

Alarm Bahaya di Bernabeu! 5 Bintang Real Madrid Terancam Absen di 16 Besar Liga Champions

Real Madrid menghadapi tekanan ganda jelang leg kedua Liga Champions melawan Benfica di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB.
Kondisi Finansial Zodiak 25 Februari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Kondisi Finansial Zodiak 25 Februari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Berikut ramalan kondisi finansial zodiak 25 Februari 2026 untuk enam zodiak terakhir, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces.
2 Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Kompak Cetak Gol ke Gawang Persija Jakarta, Dipanggil John Herdman untuk FIFA Series 2026?

2 Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Kompak Cetak Gol ke Gawang Persija Jakarta, Dipanggil John Herdman untuk FIFA Series 2026?

Ciro Alves dan David da Silva mencetak gol ke gawang Persija Jakarta, memperkuat peluang dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026.

Trending

Ketua BEM UGM Ceritakan Awal Mula Pihaknya "Terpancing" Kirim Surat ke UNICEF, Ternyata Bermula dari Bencana di Sumatera

Ketua BEM UGM Ceritakan Awal Mula Pihaknya "Terpancing" Kirim Surat ke UNICEF, Ternyata Bermula dari Bencana di Sumatera

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menceritakan awal mula pihaknya “terpancing” untuk mengirimkan surat ke UNICEF. 
Jadwal Proliga 2026 Seri Sentul: Penentuan Nasib Megawati Hangestri Cs Diperebutan Juara Putaran Kedua Babak Reguler

Jadwal Proliga 2026 Seri Sentul: Penentuan Nasib Megawati Hangestri Cs Diperebutan Juara Putaran Kedua Babak Reguler

Jadwal Proliga 2026 seri Sentul, yang akan diramaikan dengan penentuan nasib Megawati Hangestri dan Jakarta Pertamina Enduro dalam perebutan juara putaran kedua babak reguler.
BGN Patahkan Pernyataan Ketua BEM UGM Terkait Mitra MBG Untung Besar: Asumsi Fiktif!

BGN Patahkan Pernyataan Ketua BEM UGM Terkait Mitra MBG Untung Besar: Asumsi Fiktif!

BGN patahkan pernyataan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang mengklaim mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperoleh keuntungan bersih hingga Rp1,8 miliar
Ketum FPTI Yenny Wahid Benarkan Kabar Penonaktifan Sementara Hendra Basir Sebagai Pelatih Pelatnas Panjat Tebing

Ketum FPTI Yenny Wahid Benarkan Kabar Penonaktifan Sementara Hendra Basir Sebagai Pelatih Pelatnas Panjat Tebing

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, membenarkan kabar terkait penonaktifan Hendra Basir sebagai kepala pelatih pelatnas panjat tebing.
Terpopuler: Sudah Capek-capek Timnas Indonesia Naturalisasi, Ole Romeny Mohon Maaf, Posisi Thom Haye Bisa Tergusur Kapten Sparta

Terpopuler: Sudah Capek-capek Timnas Indonesia Naturalisasi, Ole Romeny Mohon Maaf, Posisi Thom Haye Bisa Tergusur Kapten Sparta

Tiga isu panas seputar Timnas Indonesia tengah menjadi perbincangan publik. Berikut rangkuman kabar terpopuler yang bikin atmosfer skuad Garuda makin panas.
Latar Belakang Pendidikan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dibahas, Lulusan Paket C Jadi Sorotan

Latar Belakang Pendidikan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dibahas, Lulusan Paket C Jadi Sorotan

Sosok Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM menjadi perbincangan ramai setelah dengan lantang mengkritik program Prabowo-Gibran, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketum PP Hima Persis: Makan Bergizi Gratis Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Proyek Sosial

Ketum PP Hima Persis: Makan Bergizi Gratis Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Proyek Sosial

​Ketua Umum PP Hima Persis, Sholahudin Hasan, menegaskan bahwa polemik mengenai besarnya anggaran program ini harus dilihat dengan kacamata investasi jangka panjang
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT