News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mudik Lebaran Jadi Mobilitas Nasional Terbesar Jelang Idul Fitri 2026, Momen Penting untuk Literasi Keselamatan

Tradisi mudik selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri di Indonesia. Setiap tahun, jutaan masyarakat melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.
Kamis, 12 Maret 2026 - 18:38 WIB
Ilustrasi lalu lintas saat mudik
Sumber :
  • Unsplash/Kathy

Jakarta, tvOnenews.com  - Tradisi mudik selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri di Indonesia. Setiap tahun, jutaan masyarakat melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.

Fenomena ini bukan hanya memiliki makna sosial dan budaya, tetapi juga menjadi salah satu mobilitas manusia terbesar yang berdampak pada sektor transportasi, keselamatan, hingga perekonomian nasional.

Data Kementerian Perhubungan menunjukkan bahwa pada periode Angkutan Lebaran 2025, jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan mencapai sekitar 154,6 juta orang atau sekitar 54,89 persen dari total populasi Indonesia.

Pergerakan tersebut menghasilkan lebih dari 358 juta perjalanan nasional selama periode mudik dan arus balik.

Besarnya angka tersebut menunjukkan bahwa mudik tidak sekadar tradisi tahunan, tetapi juga fenomena mobilitas nasional yang membutuhkan pengelolaan transportasi yang matang, kolaboratif, serta berbasis data.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memperkirakan puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026.

Sementara itu, puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026. Secara keseluruhan, jumlah perjalanan masyarakat selama mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta perjalanan.

Ketua Umum Asosiasi Akademisi Pendidikan Tinggi Seluruh Indonesia (ASADIKTISI) Prof. Dr. Susanto, MA mengapresiasi berbagai upaya pemerintah dalam mempersiapkan kualitas mudik Lebaran tahun ini.

Menurutnya, mobilitas besar selama periode Idul Fitri tidak hanya membuka peluang pergerakan ekonomi, tetapi juga menghadirkan tantangan berupa kemacetan, kelelahan pengemudi, hingga potensi kecelakaan lalu lintas.

"Dengan skala mobilitas yang sangat besar tersebut, mudik seharusnya tidak hanya dipandang sebagai kegiatan tahunan, tetapi sebagai momentum pembangunan transportasi dan literasi keselamatan nasional," katanya.

Untuk memastikan perjalanan mudik berjalan aman dan nyaman, masyarakat diimbau merencanakan perjalanan sejak dini, termasuk menentukan waktu keberangkatan dan rute perjalanan, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, serta menjaga kondisi fisik pengemudi dengan beristirahat setiap tiga hingga empat jam selama perjalanan.

Selain itu, pemanfaatan transportasi umum seperti kereta api, bus, kapal laut, dan pesawat juga dinilai dapat menjadi pilihan yang lebih aman dan efisien.

Di sisi lain, perguruan tinggi juga dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung penyelenggaraan mudik yang aman dan berkelanjutan.

Menurut Susanto, kontribusi tersebut dapat dilakukan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.

"Perguruan tinggi dapat melakukan kajian tentang pola mobilitas masyarakat, analisis titik kemacetan, manajemen arus lalu lintas, serta keselamatan transportasi berbasis data," katanya.

Hasil penelitian tersebut dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan transportasi, termasuk pengaturan arus mudik serta peningkatan keselamatan jalan.

Selain itu, perguruan tinggi juga dapat mengembangkan sistem transportasi cerdas, aplikasi informasi perjalanan, hingga analisis big data terkait mobilitas masyarakat.

Tak hanya itu, perguruan tinggi juga dapat membuka posko layanan mudik ramah anak, seperti menyediakan area bermain anak, pojok literasi, pemeriksaan kesehatan anak, layanan psikologis, hingga pengecekan kendaraan ringan agar perjalanan keluarga lebih aman.

Susanto menegaskan bahwa dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, serta partisipasi aktif mahasiswa, tradisi mudik dapat menjadi momentum mobilitas nasional yang aman, produktif, dan memberikan dampak positif bagi pembangunan Indonesia.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gara-gara Abu Janda, Gubernur KDM Respons Keras Pernyataan Pelabelan Jawa Barat Disebut Provinsi Barbar

Gara-gara Abu Janda, Gubernur KDM Respons Keras Pernyataan Pelabelan Jawa Barat Disebut Provinsi Barbar

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) membantah pernyataan viral Permadi Arya alias Abu Janda yang melabelkan Provinsi Jawa Barat dan Sumbar diisi orang barbar.
Dedi Mulyadi Terkenal sampai Papua, Warga Kampung Tobati Akui Sering Nonton Video Viral KDM

Dedi Mulyadi Terkenal sampai Papua, Warga Kampung Tobati Akui Sering Nonton Video Viral KDM

Dedi Mulyadi terkenal sampai Papua, warga Kampung Tobati mengaku sering nonton video KDM yang viral.
Profil Nanik S Deyang Kepala BGN yang Baru, Gantikan Dadan Hindayana

Profil Nanik S Deyang Kepala BGN yang Baru, Gantikan Dadan Hindayana

Berikut profil Nanik S Deyang yang ditunjuk sebagai Kepala BGN yang baru gantikan Dadan Hindayana, jejak karier hingga riwayat pendidikan.
Sering Tak Disadari, Kaheksia Bisa Menghambat Keberhasilan Pengobatan Kanker

Sering Tak Disadari, Kaheksia Bisa Menghambat Keberhasilan Pengobatan Kanker

Perkembangan rumah sakit kanker di Indonesia semakin mendekati standar global. Namun, para ahli mengingatkan bahwa kaheksia atau malnutrisi pada pasien kanker
John Herdman Full Senyum, Hal Ini akan Terjadi jika Timnas Indonesia Bisa Mengalahkan Oman di FIFA Matchday 5 Juni 2026

John Herdman Full Senyum, Hal Ini akan Terjadi jika Timnas Indonesia Bisa Mengalahkan Oman di FIFA Matchday 5 Juni 2026

Lantas, apa yang terjadi jika Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Oman pada 5 Juni 2026 mendatang di laga persahabatan FIFA Matchday? Berikut penjelasannya.
Kanker Ovarium "The Silent Killer": Kesadaran Riwayat Keluarga Jadi Kunci Pencegahan bagi Perempuan

Kanker Ovarium "The Silent Killer": Kesadaran Riwayat Keluarga Jadi Kunci Pencegahan bagi Perempuan

Kanker ovarium masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar bagi kaum perempuan di Indonesia. 

Trending

Mensesneg Bocorkan Penyebab Utama Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana

Mensesneg Bocorkan Penyebab Utama Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana

Baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Seperti diketahui, BGN adalah
Komentar Menohok Dasco Terkait Pencopotan Kepala BGN Dadan Hindayana, Singgung Tata Kelola dan Kerjasama

Komentar Menohok Dasco Terkait Pencopotan Kepala BGN Dadan Hindayana, Singgung Tata Kelola dan Kerjasama

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad lontarkan komentar menohok usai Dadan Hindayana dicopot Presiden Prabowo Subianto dari jabatan Kepala BGN. Selain itu Dasco
Ditanya soal Pencopotan Dadan Hindayana Sebagai Kepala BGN, Irma Suryani: Saya Sudah Wanti-wanti dari Awal

Ditanya soal Pencopotan Dadan Hindayana Sebagai Kepala BGN, Irma Suryani: Saya Sudah Wanti-wanti dari Awal

Pencopotan Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN, ternyata menyedot perhatian publik hingga menuai komentar elite politik, seperti Anggota Komisi IX DPR RI, Irma
PNJ Angkat Bicara Terkait Mahasiswa Sesama Jenis Kepergok Ciuman: Ditindak Tegas

PNJ Angkat Bicara Terkait Mahasiswa Sesama Jenis Kepergok Ciuman: Ditindak Tegas

Baru-baru ini ramai di media sosial, terkait kasus mahasiswa sesama jenis kepergok ciuman di lingkungan kampus Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Sontak insiden
Mengintip Sepak Terjang Dadan Hindayana Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN

Mengintip Sepak Terjang Dadan Hindayana Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN

Usai dicopot Presiden Prabowo dari jabatannya sebagai Kepala BGN. Kini, sebagian publik penasaran dengan sepak terjang mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana di
Daftar Pemain Timnas Voli Putri Indonesia untuk AVC Women's Cup 2026: Tandem Megawati Hangestri di JPE Dicoret

Daftar Pemain Timnas Voli Putri Indonesia untuk AVC Women's Cup 2026: Tandem Megawati Hangestri di JPE Dicoret

Daftar susunan pemain Timnas Voli Putri Indonesia di AVC Women's Cup 2026, di mana terdapat dua nama yang dicoret termasuk tandem Megawati Hangestri di Jakarta Pertamina Enduro.
Usai Copot Dadan Hindayana, Presiden Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru

Usai Copot Dadan Hindayana, Presiden Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru

Presiden Prabowo Subianto langsung menunjuk tiga pimpinan baru setelah mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Selengkapnya

Viral