News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Peneliti Ini Ungkap Sudut Pandang Berbeda Polemik Pernyataan Saiful Mujani

Peneliti lembaga Constra, Revan Fauzano menyorot mengenai prinsip demokrasi berupa hak untuk kritik berlatarbelakang polemik pernyataan Saiful Mujani.
Selasa, 21 April 2026 - 03:08 WIB
Peneliti lembaga Constra, Revan Fauzano
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Peneliti lembaga Constra, Revan Fauzano menyorot mengenai prinsip demokrasi berupa hak untuk kritik berlatarbelakang polemik pernyataan Saiful Mujani.

“Kita sedang menyaksikan perubahan berbahaya, kritik tidak lagi dianggap sah sebagai bagian dari demokrasi, tetapi diperlakukan sebagai ancaman yang harus dilumpuhkan. Data tidak dilawan dengan data, melainkan dengan kecurigaan. Argumen tidak dibalas dengan argumen, tetapi dengan delegitimasi personal," katanya, Jakarta, Senin (20/4/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ini bukan sekadar gejala polarisasi. Ini adalah bentuk kemunduran politik yang lebih dalam, di mana kekuasaan, atau bahkan sekadar kedekatan dengan kekuasaan, menuntut imunitas dari kritik.

Dalam situasi seperti ini, demokrasi perlahan berubah menjadi panggung yang absurd. Semua orang boleh bicara, tetapi hanya sejauh tidak mengganggu narasi dominan," sambungnya.

Revan menuturkan kebebasan tetap ada secara formal tetapi secara sosial dipersempit hingga nyaris tak bermakna.

Menurut Revan yang lebih berbahaya dari kondisi ini adalah menciptakan budaya takut.

“Peneliti, akademisi, dan analis mulai menimbang bukan lagi ‘apa yang benar’, tetapi ‘apa yang aman untuk dikatakan’. Ini adalah titik di mana demokrasi mulai kehilangan jiwanya, bukan karena dibungkam secara paksa, tetapi karena dikosongkan dari keberanian," tukas Revan.

Revan menganalisa saat ini perbedaan pendapat dianggap pengkhianatan bukan keniscayaan. 

Menurutnya pemerintah sudah semestinya berjalan dengan banyak kritik sebagai penyeimbangnya.

“Ini adalah fondasi yang rapuh untuk masa depan. Demokrasi yang sehat membutuhkan konflik gagasan. Tanpa itu, yang tersisa hanyalah keseragaman yang dipaksakan, dan keseragaman adalah musuh utama kebebasan. Pertanyaan yang seharusnya kita ajukan bukan lagi apakah sebuah survei akurat atau tidak. Lebih jauh, fenomena ini mencerminkan krisis epistemik dalam demokrasi, yang menghasilkan situasi di mana masyarakat kehilangan pijakan bersama tentang apa yang dapat dipercaya," ungkapnya.

Revan menekankan ketika survei riset, dan analisis tidak lagi dianggap sebagai referensi bersama maka ruang publik kehilangan fondasi rasionalnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengatakan yang tersisa hanyalah opini yang saling berbenturan tanpa mekanisme koreksi. 

Ia menilai demokrasi berpotensi bergeser dari sistem lyang berbasis deliberasi menjadi sistem yang berbasis dominasi persepsi. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Final Proliga 2026 Makin Panas! Sistem Baru Bisa Bikin Laga Berakhir Lebih Cepat

Final Proliga 2026 Makin Panas! Sistem Baru Bisa Bikin Laga Berakhir Lebih Cepat

Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) resmi memperkenalkan format baru untuk babak final Proliga 2026.
Jepang Diguncang Gempa M 7,4, Kemlu Pastikan Kondisi WNI Aman

Jepang Diguncang Gempa M 7,4, Kemlu Pastikan Kondisi WNI Aman

Kementerian Luar Negeri RI memberikan kepastian mengenai kondisi WNI pasca terjadinya gempa bermagnitudo 7,4 yang memicu peringatan tsunami di Jepang pada Senin (20/4) sore waktu setempat.
Tak Tinggal Diam, Ayah Nizam Lapor Balik Lisnawati soal Penelantaran Anak Usai Jadi Tersangka

Tak Tinggal Diam, Ayah Nizam Lapor Balik Lisnawati soal Penelantaran Anak Usai Jadi Tersangka

​​​​​​​Kasus kematian Nizam makin memanas, Anwar Satibi jadi tersangka penelantaran anak dan lapor balik Lisnawati. Drama hukum kini berubah jadi saling lapor.
Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam, DPP Golkar Minta Kader Dapat Tetap Kendalikan Diri

Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam, DPP Golkar Minta Kader Dapat Tetap Kendalikan Diri

Kabar duka menyelimuti keluarga besar Partai Golkar setelah Ketua DPD II Maluku Tenggara (Malra), Agrapinus Rumatora atau yang akrab disapa Nus Kei, meninggal dunia akibat insiden penikaman. 
Trending: Megawati Hangestri Tak Lagi Dijuluki Megatron, Fadly Alberto Dicoret Timnas Indonesia, Kondisi Korban Tendangan Kungfu

Trending: Megawati Hangestri Tak Lagi Dijuluki Megatron, Fadly Alberto Dicoret Timnas Indonesia, Kondisi Korban Tendangan Kungfu

Jagat olahraga Tanah Air diramaikan oleh tiga kabar panas yang langsung menyita perhatian publik. Mulai dari soal Megawati Hangestri hingga Timnas Indonesia.
Putusan MK Tegaskan Kewenangan BPK, Pakar: Tak Ada Lagi Instansi Lain Hitung Kerugian Negara

Putusan MK Tegaskan Kewenangan BPK, Pakar: Tak Ada Lagi Instansi Lain Hitung Kerugian Negara

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Muslim Indonesia, Fahri Bachmid mengatakan peran Badan Pemeriksa keuangan (BPK) RI kini menjadi satu-satunya lembaga yang berwenang menghitung kerugian negara dalam perkara tindak pidana korupsi.

Trending

Fadly Alberto Langsung Dijatuhi 2 Hukuman Sangat Berat setelah Lepaskan Tendangan Kungfu, Kariernya Mulai Terancam

Fadly Alberto Langsung Dijatuhi 2 Hukuman Sangat Berat setelah Lepaskan Tendangan Kungfu, Kariernya Mulai Terancam

Aksi brutal Fadly Alberto saat laga EPA U-20 berujung sanksi ganda: dicoret dari Timnas Indonesia U-20 dan diputus kontrak sponsor, PSSI siap beri hukuman berat
Trending: Megawati Hangestri Tak Lagi Dijuluki Megatron, Fadly Alberto Dicoret Timnas Indonesia, Kondisi Korban Tendangan Kungfu

Trending: Megawati Hangestri Tak Lagi Dijuluki Megatron, Fadly Alberto Dicoret Timnas Indonesia, Kondisi Korban Tendangan Kungfu

Jagat olahraga Tanah Air diramaikan oleh tiga kabar panas yang langsung menyita perhatian publik. Mulai dari soal Megawati Hangestri hingga Timnas Indonesia.
Bojan Hodak Ngamuk! Persib Bandung Buang Kemenangan, Wasit Ikut Disorot di Laga Lawan Dewa United

Bojan Hodak Ngamuk! Persib Bandung Buang Kemenangan, Wasit Ikut Disorot di Laga Lawan Dewa United

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menyayangkan hasil imbang 2-2 yang diraih timnya saat menghadapi Dewa United pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026.
Top Skor Sepanjang Masa Ketiga Timnas Jepang Blak-blakan Soal Masa Depan Timnas Indonesia Era John Herdman, Prediksi Nasib Skuad Garuda akan Begini

Top Skor Sepanjang Masa Ketiga Timnas Jepang Blak-blakan Soal Masa Depan Timnas Indonesia Era John Herdman, Prediksi Nasib Skuad Garuda akan Begini

Top skor sepanjang masa ketiga Timnas Jepang menilai Timnas Indonesia di era John Herdman punya masa depan cerah dan peluang besar lolos ke Piala Dunia 2030.
Ogah Naturalisasi, Timnas Futsal Indonesia Pilih Jalan seperti Ini

Ogah Naturalisasi, Timnas Futsal Indonesia Pilih Jalan seperti Ini

Federasi Futsal Indonesia (FFI) mengambil langkah tegas dalam menentukan arah masa depan Timnas Futsal Indonesia. Alih-alih menempuh jalur naturalisasi untuk ..
Persib Bangkit di Akhir, Eliano Reijneders Ungkap Masalah Utama Maung Bandung

Persib Bangkit di Akhir, Eliano Reijneders Ungkap Masalah Utama Maung Bandung

Bek kiri Persib Bandung, Eliano Reijnders, mengakui timnya tampil kurang maksimal di awal laga saat menghadapi Dewa United pada pekan ke-28 Super League 2025/26
Putusan MK Tegaskan Kewenangan BPK, Pakar: Tak Ada Lagi Instansi Lain Hitung Kerugian Negara

Putusan MK Tegaskan Kewenangan BPK, Pakar: Tak Ada Lagi Instansi Lain Hitung Kerugian Negara

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Muslim Indonesia, Fahri Bachmid mengatakan peran Badan Pemeriksa keuangan (BPK) RI kini menjadi satu-satunya lembaga yang berwenang menghitung kerugian negara dalam perkara tindak pidana korupsi.
Selengkapnya

Viral