Data Terbaru Ungkap Anemia Masih Jadi Ancaman Kesehatan Remaja Indonesia
- Freepik/jcomp
Jakarta, tvOnenews.com - Mudah lelah, sering pusing, hingga sulit berkonsentrasi sering kali dianggap sebagai hal biasa akibat kurang tidur atau aktivitas yang padat. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda anemia, salah satu masalah kesehatan yang masih cukup banyak dialami masyarakat Indonesia, terutama remaja putri dan perempuan usia produktif.
Anemia merupakan kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Akibatnya, pasokan oksigen ke organ-organ tubuh berkurang sehingga memicu berbagai keluhan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dokter Ricky Purnomo menjelaskan bahwa gejala anemia sering kali muncul secara perlahan dan kerap tidak disadari oleh penderitanya.
"Gejala awal anemia yang paling sering terlihat antara lain tubuh mudah lelah, lemas, pucat pada wajah atau kelopak mata bagian dalam, sering pusing, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, jantung berdebar, dan mudah sesak saat beraktivitas. Pada beberapa orang juga dapat muncul tangan dan kaki yang terasa dingin," ujar dr Ricky, dikutip Minggu (14/6/2026).
Masalah anemia masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi anemia pada remaja usia 15 hingga 24 tahun mencapai 15,5 persen. Artinya, sekitar satu dari enam remaja mengalami anemia. Sementara itu, prevalensi anemia pada ibu hamil mencapai 27,7 persen.
Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat mengenai pencegahan dan deteksi dini anemia masih perlu ditingkatkan.
Wanita lebih berisiko kena anemia
Menurut dr Ricky, perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan laki-laki. Hal ini berkaitan dengan kehilangan darah yang terjadi secara rutin saat menstruasi, serta meningkatnya kebutuhan zat besi saat kehamilan dan menyusui.
"Secara umum perempuan memang memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan laki-laki. Penyebab utamanya adalah kehilangan darah secara rutin saat menstruasi. Selain itu, kebutuhan zat besi pada perempuan meningkat pada masa kehamilan dan menyusui karena tubuh harus mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin maupun bayi," jelasnya.
Karena itu, remaja putri menjadi salah satu kelompok yang paling rentan mengalami anemia. Selain mengalami menstruasi, mereka juga berada dalam masa pertumbuhan yang membutuhkan asupan zat besi lebih banyak.
Load more