Bebas Masuk Tanpa Tiket, MRT Bundaran HI Disulap Jadi Ruang Publik Bawah Tanah Modern
- tvOne/Summaya Adnan
tvOnenews.com - PT MRT Jakarta (Perseroda) melalui anak usahanya, PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ), terus mempercepat pengerjaan perluasan lorong bawah tanah (extended concourse) Stasiun MRT Bundaran HI. Proyek bernilai Rp200 miliar ini disiapkan bukan sekadar sebagai jalur penyeberangan, melainkan ruang multifungsi dan destinasi baru bagi warga ibu kota.
Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta, Ferdiansyah Roestam, menjelaskan bahwa extended concourse seluas 4.439 meter persegi ini dibangun di kedalaman 18 meter di bawah permukaan tanah, tepat berada di antara at-grade halte Transjakarta dan di atas rel kereta MRT. Infrastruktur ini disiapkan untuk mengantisipasi melonjaknya jumlah pengguna kereta seiring berlanjutnya MRT Fase 2.
“Kata kuncinya adalah extended concourse dibangun sebagai ruang untuk mendukung peningkatan ridership dan visitor yang akan meningkat pada saat extension rute MRT fase satu akan berlanjut ke fase dua. Saat ini jumlah pengguna sekitar 11.000 orang, dan diperkirakan bertambah 6.000 orang sehingga totalnya diproyeksikan mencapai 17.000 orang,” jelas Ferdiansyah dalam kelas MRTJ Fellowship Program di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2026).
Ferdiansyah menambahkan bahwa selain sebagai jalur interkoneksi, lorong ini dirancang penting untuk aspek keselamatan dan pencegahan penumpukan penumpang.
“Extended concourse memang didesain supaya pertama bisa memenuhi safety factor jika terjadi hal-hal emergency. Yang kedua, meningkatkan layanan publik supaya tidak terjadi bottlenecking. Dan yang ketiga, area itu bisa menjadi multifungsi untuk mendukung mobilitas orang,” lanjutnya.
Lorong bawah tanah ini nantinya akan memiliki dua pintu akses utama, yakni Muara 1 di sisi barat terhubung ke Plaza Indonesia dan Grand Hyatt) serta Muara 2 di sisi timur terhubung ke Wisma Nusantara dan Hotel Pullman), lengkap dengan tangga, eskalator, dan lift khusus. Seluruh area ini berstatus unpaid area (non-berbayar) yang dilengkapi 24 titik retail, area komersial, hingga fasilitas ramah disabilitas.
- tvOne/Summaya Adnan
Kehadiran lorong bawah tanah ini pun disambut gembira oleh para pekerja kantoran di kawasan Sudirman-Thamrin. Giri, seorang karyawan swasta di salah satu gedung yang tersambung langsung dengan Stasiun MRT Bundaran HI, mengaku akan sangat terbantu.
“Senang banget ya, jujur ini mempermudah mobilitas kita yang kerja di gedung perkantoran sekitar sini. Kalau mau pindah dari stasiun MRT ke gedung kantor atau mau cari makan siang pas hujan atau panas terik, tinggal lewat lorong bawah tanah tanpa perlu keluar ke jalan raya. Praktis dan nyaman banget,” ujar Giri penuh semangat.
Tak hanya pekerja kantor, pejalan kaki lainnya juga memberikan respons positif. Najma, warga yang ditemui di kawasan Bundaran HI, menyukai konsep ruang penyeberangan terintegrasi ini.
“Menurut saya jadi kayak lebih enak kita buat nyebrangnya, enggak takut kepanasan atau kehujanan gitu. Terus sekalian ke bawah gitu kayak nyebrang, kita sekalian lihat-lihat buat belanja,” tutur Najma.
Pembangunan extended concourse Stasiun MRT Bundaran HI sendiri telah mencapai progres 21,46 persen pada Juli 2026 dan ditargetkan menembus 45 persen di akhir tahun 2026. Proyek ini diproyeksikan rampung penuh pada Mei 2027 dan resmi beroperasi pada Juni 2027 mendatang bertepatan dengan perayaaan 500 tahun Kota Jakarta.(chm)
Load more