Viral Pemilik Gym di Bali Usir 3 WNA Diduga Anggota IDF, Ini Kronologi dan Fakta yang Sedang Diselidiki
- Tangkapan layar instagram Gazaupdate
Samir kemudian meminta ketiganya meninggalkan tempat tersebut. Ia mengatakan keputusan itu diambil karena persoalan perilaku terhadap staf sekaligus sikapnya terhadap orang Israel dan IDF.
Dalam video yang viral, Samir juga terdengar mengatakan, "You guys serve in IDF, so you kill babies. So I don't, I don't discuss. That's one thing. I have my morals, that's it, that's it (Kalian bertugas di IDF, jadi kalian membunuh bayi-bayi. Saya tidak mau berdiskusi soal itu. Saya punya prinsip moral, itu saja)."
Setelah video tersebut menyebar luas, persoalan berlanjut ke media sosial. Samir mengaku tempat usahanya mendapatkan ulasan satu bintang di Google Review dari pihak yang disebut terlibat dalam insiden tersebut.
Dalam ulasan itu, pemilik gym dituding bersikap rasis dan melakukan diskriminasi berdasarkan agama.
Samir membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa persoalan yang dimaksud bukan mengenai agama, melainkan sikap terhadap staf serta penolakannya terhadap warga Israel dan orang yang disebutnya berkaitan dengan IDF.
"Saya katakan tentang orang Israel dan IDF, bukan tentang agama. Tapi mereka selalu membingkainya sebagai masalah agama. Untung kami merekam semuanya karena saya tahu mereka akan berbohong," tegas Samir.
Ia kemudian kembali menegaskan sikapnya melalui pernyataan, "Saya ingin sangat jelas. Jangan melayani IDF dan siapa pun yang kasar kepada staf kami."
Polisi dan Imigrasi Cek Identitas Tiga WNA
Di tengah viralnya video, status ketiga pria tersebut menjadi bagian penting yang perlu diverifikasi. Pihak berwenang masih melakukan pengecekan terhadap informasi mengenai kewarganegaraan maupun dugaan keterkaitan mereka dengan militer Israel.
Kasus ini muncul ketika keberadaan warga negara Israel di Indonesia memang tengah menjadi perhatian publik.
Ditjen Imigrasi sebelumnya menjelaskan bahwa pemegang paspor Israel dapat masuk ke Indonesia melalui mekanisme visa khusus yang membutuhkan proses verifikasi dan persetujuan lintas kementerian/lembaga.
Imigrasi juga sebelumnya menemukan kasus warga kelahiran Israel yang masuk menggunakan paspor negara ketiga.
Namun, informasi tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa tiga WNA dalam video merupakan personel IDF. Identitas, status kewarganegaraan, serta dugaan hubungan mereka dengan militer Israel tetap perlu menunggu hasil pemeriksaan aparat.
Load more