Tutup Menu
LIVESTREAM
Artikel
M Totoh Gunawan Usai Diperiksa di KPK untuk Dugaan Korupsi Pengadaan Barang Tanggap Darurat Kab Bandung Barat
Sumber :
  • Antara

KPK Lanjutkan Pemeriksaan Tersangka Korupsi Pengadaan Barang Penanganan Pandemi Bandung Barat

Senin, 19 Juli 2021 - 11:15 WIB
Oleh :

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 pada Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020. Hari ini KPK memanggil tersangka M Totoh Gunawan (MTG).

M Totoh adalah pemilik PT Jagat Dir Gantara (JDG) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL).

"Hari ini, pemeriksaan tersangka MTG (swasta), tindak pidana korupsi terkait pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 pada Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Ali mengatakan pemeriksaan terhadap tersangka M Totoh dilakukan di Gedung KPK, Jakarta.

Sebelumnya, KPK juga telah memperpanjang masa penahanan M Totoh untuk 30 hari ke depan berdasarkan penetapan penahanan kedua dari Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat terhitung mulai 30 Juni 2021 sampai dengan 29 Juli 2021 di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur.

M Totoh bersama Bupati Bandung Barat nonaktif Aa Umbara Sutisna (AUM) dan Andri Wibawa (AW) dari pihak swasta/anak Aa Umbara telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam konstruksi perkara disebut pada Maret 2020 karena adanya pandemi Covid-19, Pemkab Bandung Barat menganggarkan sejumlah dana untuk penanggulangan pandemi Covid-19 dengan melakukan "refocusing" anggaran APBD Tahun 2020 pada Belanja Tidak Terduga (BTT).

Dengan menggunakan bendera CV Jayakusuma Cipta Mandiri (JCM) dan CV Satria Jakatamilung (SJ), Andri mendapatkan paket pekerjaan dengan total senilai Rp36 miliar untuk pengadaan paket bahan pangan Bantuan Sosial Jaring Pengaman Sosial (Bansos JPS).

Sedangkan M Totoh dengan menggunakan PT JDG dan CV SSGCL mendapatkan paket pekerjaan dengan total senilai Rp15,8 miliar untuk pengadaan bahan pangan Bansos JPS dan Bantuan Sosial terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (Bansos PSBB).

Dari kegiatan pengadaan tersebut, Aa Umbara diduga telah menerima uang sejumlah sekitar Rp1 miliar yang sumbernya disisihkan oleh M Totoh dari nilai harga per paket sembako yang ditempelkan stiker bergambar Aa Umbara untuk dibagikan pada masyarakat Kabupaten Bandung Barat.

Sementara M Totoh diduga telah menerima keuntungan sejumlah sekitar Rp2 miliar dan Andri juga diduga menerima keuntungan sejumlah sekitar Rp2,7 miliar.

Selain itu, Aa Umbara juga diduga menerima gratifikasi dari berbagai dinas di Pemkab Bandung Barat dan para pihak swasta yang mengerjakan berbagai proyek di Kabupaten Bandung Barat sejumlah sekitar Rp1 miliar dan fakta ini masih terus akan didalami oleh tim penyidik KPK. (ant/act)

Berita Terkait :
Topik Terkait
Saksikan Juga
Jangan Lewatkan
Miris, 14 Tahun Jadi Guru Honorer Bergaji Rp300 Ribu per Bulan

Miris, 14 Tahun Jadi Guru Honorer Bergaji Rp300 Ribu per Bulan

Meski dari tangan Sri bisa melahirkan putra putri bangsa yang cerdas, namun kehidupannya sehari-hari justru jauh dari layak.
Hampir Sebulan, Warga Musi Banyuasin Sulit Peroleh BBM

Hampir Sebulan, Warga Musi Banyuasin Sulit Peroleh BBM

Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) jalan Lingkar Randik, Kelurahan Balai Agung dan Merdeka, Kelurahan Serasan Jaya, Kecamatan Sekayu habis
Penyidik KPK Geledah Kantor Sekretariat IKA MUBA Terkait OTT Dodi Reza Alex Noerdin

Penyidik KPK Geledah Kantor Sekretariat IKA MUBA Terkait OTT Dodi Reza Alex Noerdin

Dikawal ketat puluhan Brimob berpakaian lengkap, Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeledah kantor sekretariat IKA MUBA, sabtu (23/10/2021).
Tidak Konsisten, Majelis Hakim Ragukan Kesaksian Setyo Dalam Perkara dugaan korupsi PT Asabri

Tidak Konsisten, Majelis Hakim Ragukan Kesaksian Setyo Dalam Perkara dugaan korupsi PT Asabri

Persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta terkait perkara dugaan korupsi PT Asabri, saksi Setyo Joko Santosa dalam memberikan kesaksiannya selalu berubah-ubah dan tidak konsisten.
Sumbang Lima Medali Emas PON Papua Pemda Sumbawa Siapkan Bonus

Sumbang Lima Medali Emas PON Papua Pemda Sumbawa Siapkan Bonus

Provinsi NTB berhasil mengoleksi 15 medali emas pada PON XX Papua. Total bonus Rp250 juta akan diberikan kepada atlet berprestasi, termasuk wasit dan pembina cabang olahraga.
Tak Pakai Masker Belasan Remaja di Sumbawa Dihukum Push Up

Tak Pakai Masker Belasan Remaja di Sumbawa Dihukum Push Up

Akibat tidak pakai masker di tempat keramaian,  belasan remaja di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, mendapat sanksi hukuman push up, dari petugas Unit Patroli, Polres Sumbawa.
Trending
Sukmawati Soekarnoputri Akan Jalani Ritual Prosesi Pindah Agama ke Hindu

Sukmawati Soekarnoputri Akan Jalani Ritual Prosesi Pindah Agama ke Hindu

Putri dari Presiden Proklamator Ir. Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri dijadwalkan akan menjalani ritual pindah agama dari agama Islam ke Hindu.
Gerindra Jabar Resmi Deklarasikan Prabowo Maju Capres 2024, 12 Provinsi Ikut Mendukung

Gerindra Jabar Resmi Deklarasikan Prabowo Maju Capres 2024, 12 Provinsi Ikut Mendukung

Desakan dukungan terhadap Prabowo Subianto tak hanya dari Jawa Barat tapi juga bermunculan secara beruntun di berbagai provinsi di Indonesia.
Polisi Ungkap Kronologi Video Viral Pelajar SMA Humbahas Ditendang dan Dipukuli

Polisi Ungkap Kronologi Video Viral Pelajar SMA Humbahas Ditendang dan Dipukuli

Polisi merespon cepat video viral di media sosial Facebook terkait adanya aksi penganiayaan terhadap pelajar berseragam pramuka di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara.
Menimbang Tiga Poros dalam Peta Capres 2024

Menimbang Tiga Poros dalam Peta Capres 2024

Deklarasi Anies Baswedan sebagai Calon Presiden 2024 yang digelar Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES) di Jakarta (20/10), menjadikan atmosfer pertarungan Capres 2024 semakin dinamis.
Lompat ke Sungai Cileungsi Warga Kota Wisata Cibubur Belum Ditemukan

Lompat ke Sungai Cileungsi Warga Kota Wisata Cibubur Belum Ditemukan

Seorang Ibu (49) melompat ke sungai Cileungsi pada Sabtu (23/10/2021) sekitar pukul 04.45 pagi. Derasnya arus bawah sungai diduga korban hanyut terbawa arus.
Penanganan Limbah Antigen Covid-19 Langgar Aturan, Polisi di Manggarai Minta Duit ke Dokter

Penanganan Limbah Antigen Covid-19 Langgar Aturan, Polisi di Manggarai Minta Duit ke Dokter

Seraya meminta agar identitasnya dirahasiakan, sumber tersebut kemudian menuturkan bahwa usai pemeriksaan itu para dokter diminta mengumpulkan uang oleh oknum penyidik.
Ketahuan Pacaran Pakai Mobil Dinas, Bripda Arjuna Dimutasi jadi Staf

Ketahuan Pacaran Pakai Mobil Dinas, Bripda Arjuna Dimutasi jadi Staf

Gara-gara perbuatannya itu ketahuan, Bripda Arjuna Bagas dimutasi menjadi staf
Selengkapnya
Viral
Jadwal Hari Ini
Jam
Jadwal Acara
Kabar Petang
17:30 - 18:30
Kabar Petang Pilihan
18:30 - 20:00
Apa Kabar Indonesia Malam
20:00 - 21:00
Kabar Utama
21:00 - 22:00
Indonesia Dalam Peristiwa
22:00 - 00:00
One Pride Mixed Martial Arts
Selengkapnya