News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mencermati Dampak Inflasi Tinggi di Amerika Serikat dan Dampak bagi Indonesia

Kenaikan Inflasi dikhawatirkan mendorong Federal Reserve mengetatkan sistem moneter negeri itu yang akhirnya bisa berpengaruh secara global, termasuk Indonesia.
Minggu, 12 Desember 2021 - 09:16 WIB
Harga BBM di AS melonjak setelah didorong oleh inflasi tinggi.
Sumber :
  • ANTARA/REUTERS/Mike Blake/File Photo

Jakarta - Hampir sebulan lalu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan bahwa perekonomian Indonesia yang tahun ini sudah kembali ke jalur pemulihan, masih menghadapi risiko global yang salah satunya dari laju inflasi di Amerika Serikat yang terus naik.

Kenaikan inflasi dikhawatirkan mendorong bank sentral AS, Federal Reserve, mengetatkan sistem moneter negeri itu yang akhirnya bisa berpengaruh secara global, termasuk Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kenapa demikian? Jawaban soal ini bisa diawali dari melihat posisi sistem keuangan AS dan Federal Reserve dalam peta ekonomi dunia.

Globalisasi membuat arus modal lintas batas menjadi jauh lebih sibuk karena dunia sudah demikian terintegrasi secara finansial. Di satu sisi, perubahan ini membuat sistem keuangan AS menjadi produsen utama aset aman untuk perekonomian global, sementara Federal Reserve menjadi adidaya moneter yang menentukan kondisi moneter global.

Semua itu terjadi karena sistem keuangan AS sudah menjadi intermediasi keuangan global. Sistem keuangan AS yang cenderung meminjam dari negara lain untuk jangka pendek dalam suku bunga yang rendah dan saat bersamaan berinvestasi dalam jangka panjang dalam aset-aset asing berisiko tetapi menghasilkan yield lebih tinggi, telah menyediakan aset yang aman dan likuid untuk dunia.

Dengan posisi semacam itu dan saat bersamaan ketika dunia sudah menjadi satu tubuh sehingga satu sakit akan dirasakan oleh yang lain, maka manakala perekonomian AS, yang menghimpun produk domestik bruto terbesar di dunia, yakni 22,68 triliun dolar AS atau satu setengah kali China yang ber-PDB 16,64 triliun dolar AS, batuk rejang karena inflasi yang ujungnya mendorong kenaikan suku bunga, maka batuk itu bisa menulari ekonomi lain.

Sebulan setelah wanti-wanti Sri Mulyani, tingkat inflasi AS tak kunjung berhenti bahkan meroket 6,8 persen dibandingkan tahun lalu atau kenaikan tahunan tertinggi sejak 1982.

Menurut badan statistik Amerika Serikat (BLS), inflasi naik 0,8 persen sepanjang November lalu setelah naik 0,9 persen pada Oktober.

Kenaikan harga terjadi pada hampir semua sektor. Sebagai contoh, mengutip Associated Press, inflasi yang terus membumbung ini membuat harga daging babi naik 21 persen selama setahun terakhir, harga telur naik 8 persen, bensin melonjak 58 persen, bahkan harga mobil bekas pun naik 31 persen.

Kecenderungan ini mendorong Federal Reserve menempuh langkah cepat, dengan mengurangi pembelian obligasi per bulan dari 120 miliar dolar AS menjadi 15 miliar dolar AS, sejak musim panas lalu. Tujuannya adalah menahan kenaikan suku bunga guna memacu tingkat pinjaman dan belanja yang penting dalam menghidupkan roda perekonomian setelah dilumpuhkan oleh pandemi COVID-19.

Tetapi ternyata inflasi berlangsung lebih lama dari perkiraan sehingga bank sentral AS ini bisa saja tergoda menaikkan suku bunga yang sejak Maret 2020 sudah nyaris nol, paling cepat awal tahun depan. Ini artinya jauh lebih cepat dari rencana semua akhir 2023.

Mengapa AS digerogoti inflasi? Sebenarnya bukan AS saja yang mengalaminya karena tren ini juga terjadi global, mulai China dan Eropa sampai negara berkembang.

Namun bagaimana AS diterjang inflasi bisa menjadi pelajaran bagi kawasan lain agar mengenai pangkal masalah yang menyeret negara ke dalam inflasi sehingga bisa waspada dan bersiap menghadapi eskalasi dampak inflasi AS yang sudah terasa luas di pasar modal global itu.

Ini semua berawal dari pandemi COVID-19. Pandemi membuat perekonomian AS ambruk awal triwulan kedua 2020 setelah lockdown membuat aktivitas bisnis terhenti dan memaksa puluhan juta orang dirumahkan. Output ekonomi AS pun terpangkas 31 persen pada triwulan kedua 2020.

Kekacauan Rantai Pasokan

Semua orang menderita, juga perusahaan-perusahaan yang terpaksa menghentikan atau menunda investasi. Resesi hebat pun menimpa Negeri Paman Sam yang sebenarnya juga melanda banyak negara di dunia ini.

Sempat diperkirakan bakal lama sehingga sektor korporat sudah dibiasakan menghadapi malaise panjang, perekonomian AS ternyata pulih lebih cepat berkat belanja masif pemerintah AS yang dibarengi serangkaian langkah pengenduran moneter yang ditempuh Federal Reserve.

Pemulihan itu makin cepat lagi setelah vaksin COVID-19 disuntikkan luas kepada masyarakat. Seketika itu pula sektor bisnis bergairah lagi. Restoran-restoran, toko-toko, dan sejenisnya membuka lagi usahanya.

Pembalikan cepat ini membuat arus permintaan melonjak, malah terlalu cepat terjadi ketika sistem ekonomi nasional sudah terlanjur bersiap menghadapi resesi panjang.

Lonjakan permintaan barang ini membuat pelabuhan-pelabuhan tak bisa menampung barang yang mendadak membesar. Rantai pasokan global pun menjadi kacau.

Ongkos jasa dan pengiriman pun meroket yang membuat perusahaan-perusahaan terpaksa membebankan harga lebih tinggi untuk barang yang sebenarnya sudah mahal bagi konsumen yang selama pandemi terpaksa berhemat karena aliran pendapatan tersendat atau bahkan terhenti.

Keadaan rumit ini praktis membuat harga-harga melambung sehingga inflasi tak terhindarkan. Dan ini sudah terjadi berbulan-bulan sejak ekonomi mulai menggeliat kembali.

Karena inflasi terus terjadi, The Fed bisa saja terpaksa menaikkan suku bunga pinjaman. Dan ini dipastikan diikuti bank sentral-bank sentral seluruh dunia karena posisi The Fed yang sudah menjadi "bank-nya bank sentral lain" di seluruh dunia.

Dan suku bunga yang tinggi jelas menyulitkan siapa pun karena membuat gairah usaha terhambat dan kegiatan ekonomi tidak se-ekspansif seperti diinginkan, justru ketika dunia usaha sudah ingin berlari cepat setelah dibuat lumpuh oleh pandemi.

Inflasi juga menjadi sentimen buruk di bursa saham, termasuk Wall Street yang merupakan benchmark dunia karena fluktuasi harga saham Wall Street mempengaruhi perekonomian global mengingat bursa ini telah menjadi hub perdagangan pasar keuangan global.

Yang pasti, Wall Street mempengaruhi langsung perekonomian AS, terutama sebagai patokan untuk tingkat kepercayaan konsumen dan referensi dalam mengambil keputusan investasi.

Contohnya ketika pasar modal bullish (tren harga saham naik) karena ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan, misalnya akibat inflasi yang rendah, maka kepercayaan kepada proyeksi ekonomi pun membesar. Dalam situasi ini konsumen akan cenderung berbelanja dan ini artinya perekonomian menjadi bergairah. Logika serupa terjadi pada sistem ekonomi lain di luar AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sedangkan bagi perusahaan dan sektor bisnis, kondisi bullish membuat mereka memanfaatkan kenaikan harga saham untuk ekspansi modal dengan mengakuisisi aset perusahaan lain. Langkah ini bisa mempertinggi output ekonomi dan membuka lapangan kerja yang adalah sinyal baik bagi keseluruhan sistem ekonomi. Hal sebaliknya terjadi manakala pasar modal bearish (tren harga saham turun).

Dari gambaran ini, konteks pengaruh kenaikan inflasi AS terhadap sistem moneter global mungkin bisa dipahami. Bukan soal independen atau tidaknya sebuah perekonomian, tapi fakta sistem keuangan global sudah sangat terintegrasi sehingga manakala satu sakit bisa menulari yang lain, apalagi jika jantung sistem yang sangat terintegrasi itu yang sakit. (ant)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Singgung Kontroversi Penunjukan Hwang Myung-bo, Presiden Korea Selatan Angkat Suara Atas Kegagalan Son Heung-min Cs di Piala Dunia 2026

Singgung Kontroversi Penunjukan Hwang Myung-bo, Presiden Korea Selatan Angkat Suara Atas Kegagalan Son Heung-min Cs di Piala Dunia 2026

Hanya bermodal satu kali kemenangan, Korea Selatan gagal lolos ke babak penyisihan Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 12 tahun.Ā 
Pekan Olahraga Polri 2026 Jadi Wadah Cetak Atlet Berprestasi, Kapolri Cari Bibit Potensial Lewat 8 Cabor

Pekan Olahraga Polri 2026 Jadi Wadah Cetak Atlet Berprestasi, Kapolri Cari Bibit Potensial Lewat 8 Cabor

Pekan Olahraga Polri 2026 yang digelar menjelang Hari Bhayangkara ke-80 menjadi sarana untuk menyaring atlet-atlet berbakat melalui berbagai kejuaraan yang digelar.
Sempat Tolak Mentah-mentah Bela Timnas Indonesia, Pascal Struijk Kini Jadi Incaran Klub Top Premier League

Sempat Tolak Mentah-mentah Bela Timnas Indonesia, Pascal Struijk Kini Jadi Incaran Klub Top Premier League

Nama Pascal Struijk kembali menjadi perbincangan, bukan karena peluang membela Timnas Indonesia, tapi kabar soal bergabungnya ke klub elite Premier League.
Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Gelar Pekan Olahraga Polri: Beri Ruang MasyarakatĀ untuk Ikut Serta

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Gelar Pekan Olahraga Polri: Beri Ruang MasyarakatĀ untuk Ikut Serta

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polri membuka ruang untuk masyarakat bisa terlibat memanfaatkan momentum pekan olahraga menjelang Hari Bhayangkara.
Selesaikan Masa Kontrak Sebagai Pemain Pinjaman, Rezaldi Hehanussa Berpisah dari Persib Bandung

Selesaikan Masa Kontrak Sebagai Pemain Pinjaman, Rezaldi Hehanussa Berpisah dari Persib Bandung

Sayangnya, Rezaldi Hehanussa menyelesaikan kontrak bersama Persib dengan peminjamannya ke sesama klub Super League, Persik Kediri. Bahkan Rezaldi Hehanussa melewatkan euforia juara setelah Maung Bandung meraih trofi ketiga beruntunnya.
Ribuan Apoteker Ikuti Mukernas HISFARSI 2026 di Pekanbaru, Transformasi Layanan Farmasi Jadi Fokus Utama Forum

Ribuan Apoteker Ikuti Mukernas HISFARSI 2026 di Pekanbaru, Transformasi Layanan Farmasi Jadi Fokus Utama Forum

Forum ilmiah nasional ini mengusung tema "Building a Safer Healthcare System: The Pharmacist's Role in Digital and Performance Innovation".

Trending

Ramalan Keuangan Zodiak 29 Juni 2026: Keberuntungan Menanti Virgo dan Scorpio

Ramalan Keuangan Zodiak 29 Juni 2026: Keberuntungan Menanti Virgo dan Scorpio

Ramalan keuangan zodiak 29 Juni 2026 hadir lengkap dengan angka keberuntungan 12 zodiak. Pekan terakhir Juni dimulai, siapa yang langsung cuan kali ini?
Ramalan Keuangan Shio 29 Juni 2026: Awal Pekan Penuh Kejutan, Babi dan Naga Kebanjiran Rezeki

Ramalan Keuangan Shio 29 Juni 2026: Awal Pekan Penuh Kejutan, Babi dan Naga Kebanjiran Rezeki

Ramalan keuangan shio 29 Juni 2026 untuk 12 shio sudah hadir. Cek shiomu sekarang, siapa yang langsung kebanjiran rezeki di awal pekan dan siapa yang harus sabar dulu!
Siap-Siap Karier Melejit! 6 Zodiak Ini Diprediksi Panen Kesuksesan pada 29 Juni 2026: Virgo Banjir Apresiasi

Siap-Siap Karier Melejit! 6 Zodiak Ini Diprediksi Panen Kesuksesan pada 29 Juni 2026: Virgo Banjir Apresiasi

Pada 29 Juni 2026, sejumlah zodiak diperkirakan akan merasakan angin segar dalam perjalanan karier mereka. Berikut 6 zodiak paling beruntung di tempat kerja.
PKB Akan Panggil Norbetus Tubani, Anggota DPRD yang Diduga Intimidasi Dokter Icha hingga Berujung Bunuh Diri

PKB Akan Panggil Norbetus Tubani, Anggota DPRD yang Diduga Intimidasi Dokter Icha hingga Berujung Bunuh Diri

Dokter Icha yang bertugas di Rumah Sakit Leona Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur, diduga diintimidasi oleh sejumlah anggota DPRD, salah satunya dari fraksi PKB pada 13 Juni 2026.
Cristiano Ronaldo CsĀ Sengaja Main Sabun Demi Hindari Jalur Neraka? Teori Konspirasi Hasil Imbang Portugal vs Kolombia Bikin Heboh Jagat Maya

Cristiano Ronaldo CsĀ Sengaja Main Sabun Demi Hindari Jalur Neraka? Teori Konspirasi Hasil Imbang Portugal vs Kolombia Bikin Heboh Jagat Maya

Cristiano Ronaldo CS main sabun? Jagat media sosial mendadak gempar jelang dan sesudah laga pamungkas Grup K Piala Dunia 2026 antara Portugal kontra Kolombia -
Hasil Tinju Dunia: Hantam Xander Zayas Sampai TKO, Jaron Ennis Rebut Gelar Juara Kelas Welter Super WBA dan WBO

Hasil Tinju Dunia: Hantam Xander Zayas Sampai TKO, Jaron Ennis Rebut Gelar Juara Kelas Welter Super WBA dan WBO

Hasil tinju dunia, di mana Jaron Ennis berhasil meraih gelar juara usai mengalahkan Xander Zayas melalui pertarungan selama tujuh ronde yang berlangsung seru dan ketat.
PDIP Pertanyakan Solusi Jokowi dan PSI untuk Hadapi Persoalan Bangsa: Bagaimana Konteks IKN Hari Ini?

PDIP Pertanyakan Solusi Jokowi dan PSI untuk Hadapi Persoalan Bangsa: Bagaimana Konteks IKN Hari Ini?

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melalui Juru bicaranya, Seno Bagaskoro, mempertanyakan solusi yang akan dilakukan oleh mantan Presiden ke-7, Jokowi
Selengkapnya

Viral