News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pusat Pelatihan Angkatan Darat Klarifikasi Isu Abuse of Power Terkait Woozi SEVENTEEN Selama Wajib Militer

Pusat Pelatihan Angkatan Darat klarifikasi isu abuse of power yang menyeret Woozi SEVENTEEN saat wamil. Militer pastikan tak ada paksaan.
Kamis, 25 Desember 2025 - 11:25 WIB
Woozi SEVENTEEN
Sumber :
  • Mecimapro

Jakarta, tvOnenews.comPusat Pelatihan Angkatan Darat Korea Selatan akhirnya angkat bicara terkait isu penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) yang menyeret nama Woozi, anggota grup K-pop SEVENTEEN, selama menjalani wajib militer. Klarifikasi resmi ini disampaikan menyusul ramainya perbincangan publik soal dugaan Woozi diminta membantu mencarikan penyanyi untuk pernikahan seorang atasan militer.

Isu tersebut mencuat tak lama setelah Woozi memulai masa pelatihan militernya. Kabar ini dengan cepat menyebar di media sosial dan forum daring, memicu diskusi luas terkait relasi kuasa di lingkungan militer, etika, serta posisi figur publik yang tengah menjalani kewajiban sebagai warga negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Klarifikasi Resmi Pusat Pelatihan Angkatan Darat

Menanggapi polemik yang berkembang, pihak Pusat Pelatihan Angkatan Darat Korea Selatan menegaskan bahwa tidak ditemukan unsur paksaan maupun pelanggaran aturan dalam peristiwa tersebut. Setelah melakukan investigasi internal, militer menyatakan permintaan yang diterima Woozi bersifat sukarela.

“Tidak ada unsur paksaan, dan hasil investigasi kami mengungkap bahwa Woozi menerima permintaan dari pihak ‘A’ secara sukarela dan atas dasar niat baik. Tidak ditemukan pelanggaran hukum maupun peraturan militer,” demikian pernyataan resmi pihak Pusat Pelatihan Angkatan Darat kepada media setempat.

Pihak militer juga menekankan bahwa kejadian tersebut tidak melibatkan penyalahgunaan wewenang atau tekanan struktural yang melanggar etika institusi.

Kronologi dan Penjelasan Militer

Dalam penjelasan lebih lanjut, pihak Pusat Pelatihan Angkatan Darat mengungkap bahwa permintaan tersebut disampaikan menjelang akhir masa pelatihan dasar Woozi, yang berlangsung selama enam minggu. Menurut mereka, dalam rentang waktu tersebut, hubungan antarpersonel dinilai sudah cukup cair dan tidak semata-mata bersifat hierarkis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dari sudut pandang seorang prajurit yang sedang menjalani pelatihan, permintaan dari seorang perwira bisa saja dirasakan berbeda. Namun berdasarkan keterangan yang kami peroleh, permintaan tersebut disampaikan di akhir masa pelatihan, ketika relasi personal sudah terbangun,” ujar perwakilan militer.

Militer menilai konteks waktu dan hubungan antarpihak menjadi faktor penting dalam kesimpulan bahwa tidak ada unsur pemaksaan dalam peristiwa tersebut.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tak Terima Pelatihnya Dihujat, Erling Haaland Blak-blakan Usai Norwegia Dibantai Prancis di Piala Dunia 2026

Tak Terima Pelatihnya Dihujat, Erling Haaland Blak-blakan Usai Norwegia Dibantai Prancis di Piala Dunia 2026

Kekalahan Norwegia dari Prancis pada laga Grup I Piala Dunia 2026 memicu kritik terhadap sang pelatih. Erling Haaland akhirnya buka suara soal keputusan itu.
Gubernur Pramono Anung Sebut Parpol di Jakarta Harus Utamakan Kepentingan Warga di Atas Golongan

Gubernur Pramono Anung Sebut Parpol di Jakarta Harus Utamakan Kepentingan Warga di Atas Golongan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo meminta seluruh partai politik di ibu kota untuk menanggalkan kepentingan pribadi maupun kelompok demi kesejahteraan masyarakat. 
5 Dimensi Penerapan Risk Assessment Kasus Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya YTR Versi Psikolog Forensik, Apa Saja?

5 Dimensi Penerapan Risk Assessment Kasus Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya YTR Versi Psikolog Forensik, Apa Saja?

Psikolog forensik, Reza Indragiri berbagi 5 dimensi jika risk assessment diterapkan dalam kasus penyekapan dan penganiayaan dilakukan Taufik Hidayat pada YTR.
Detik-detik Lansia Terseret Ombak di Pantai Anyer, Evakuasi Berlangsung Dramatis!

Detik-detik Lansia Terseret Ombak di Pantai Anyer, Evakuasi Berlangsung Dramatis!

Seorang wisatawan lanjut usia (lansia) asal Kota Serang nyaris menjadi korban kecelakaan laut setelah terseret ombak saat berenang di Pantai Elpukara, kawasan wisata Anyer.
Bakom Ungkap Pesan Utama Pidato-Pidato Presiden Prabowo: Pemerintah dan Masyarakat Harus Jadi Satu Tim yang Solid

Bakom Ungkap Pesan Utama Pidato-Pidato Presiden Prabowo: Pemerintah dan Masyarakat Harus Jadi Satu Tim yang Solid

Sinergi antara penyelenggara negara dan warga negara menjadi sorotan utama dalam arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto. 
PAN Buka Suara soal Jokowi Mulai Safari Politik ke Daerah

PAN Buka Suara soal Jokowi Mulai Safari Politik ke Daerah

Partai Amanat Nasional (PAN) menanggapi soal upaya Presiden ke-7 RI Jokowi yang kembali melakukan safari politik ke sejumlah daerah.

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral