Dari Bank Dunia ke Epstein Files: Mengapa Nama Sri Mulyani Tercantum di justice.gov/epstein ?
- YouTube/GitaWirjawan
Jakarta, tvOnenews.com - Nama mantan Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati mendadak menjadi sorotan publik setelah tercantum dalam rilis terbaru Epstein Files yang dipublikasikan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat melalui situs resmi justice.gov/epstein pada 30 Januari 2026.
Rilis besar-besaran ini berisi jutaan dokumen terkait kasus kejahatan seksual dan perdagangan manusia yang melibatkan finansier Jeffrey Epstein, yang meninggal dunia pada 2019. Publik pun ramai menelusuri daftar nama yang tercantum di arsip justice.gov/epstein, termasuk tokoh-tokoh internasional dari berbagai latar belakang.
Namun, kemunculan nama Sri Mulyani dalam dokumen justice.gov/epstein tidak berkaitan dengan aktivitas pribadi Epstein maupun perkara hukum apa pun. Berdasarkan penelusuran terhadap arsip resmi yang dirilis, nama Sri Mulyani tercantum dalam konteks profesional dan institusional semata.
Arsip World Bank Jadi Sumber Nama Sri Mulyani
Dokumen pertama yang memuat nama Sri Mulyani dalam database justice.gov/epstein berasal dari arsip internal World Bank Group tertanggal 18 Juni 2014. Saat itu, Sri Mulyani menjabat sebagai Managing Director sekaligus Chief Operating Officer (COO) Bank Dunia.
Arsip tersebut membahas peluncuran President’s Delivery Unit (PDU), sebuah unit strategis yang dibentuk untuk memantau capaian pembangunan dan memperkuat akuntabilitas kinerja institusi. Dalam dokumen itu, Sri Mulyani dikutip menyampaikan pentingnya penguatan mekanisme pengukuran kinerja dan percepatan penyaluran dana pembangunan.
Seluruh konten tersebut merupakan dokumen kelembagaan Bank Dunia, bukan dokumen milik Jeffrey Epstein. Namun karena arsip ini termasuk dalam kumpulan data besar yang dirilis melalui justice.gov/epstein, nama Sri Mulyani ikut tercatat dalam hasil pencarian publik.
Muncul di Kliping Berita Internasional
Selain arsip World Bank, nama Sri Mulyani juga muncul dalam dua kliping media yang masuk dalam basis data justice.gov/epstein. Salah satunya adalah artikel The New York Times yang membahas laporan World Health Organization (WHO) tentang dampak polusi udara terhadap kesehatan global.
Dalam artikel tersebut, Sri Mulyani disebut sebagai Managing Director World Bank yang memberikan pandangan mengenai tantangan pembiayaan pembangunan dan tata kelola perkotaan, khususnya di China dan negara-negara Asia lainnya.
Kliping kedua memiliki konteks serupa, yakni membahas isu lingkungan dan pembangunan global, bukan perkara hukum atau hubungan personal dengan Epstein. Meski demikian, karena kliping tersebut masuk dalam koleksi dokumen justice.gov/epstein, nama Sri Mulyani ikut terbaca publik saat arsip dibuka secara luas.
Tidak Ada Kaitan dengan Kasus Jeffrey Epstein
Departemen Kehakiman AS menegaskan bahwa arsip justice.gov/epstein berisi lebih dari:
-
3 juta halaman dokumen
-
180.000 foto
-
2.000 video
Dokumen tersebut mencakup laporan FBI, transkrip pengadilan, email, catatan perjalanan, hingga kliping media. Artinya, tidak semua nama yang tercantum memiliki hubungan langsung dengan Epstein atau kasus pidana yang menjeratnya.
Dalam konteks Sri Mulyani, tidak ada satu pun dokumen di justice.gov/epstein yang mengaitkannya dengan aktivitas ilegal, relasi pribadi, maupun transaksi dengan Epstein. Seluruh penyebutan namanya berada dalam ranah pekerjaan profesional di lembaga internasional.
Tokoh Indonesia Lain Juga Tercantum di justice.gov/epstein
Selain Sri Mulyani, sejumlah tokoh Indonesia lainnya juga tercantum dalam basis data justice.gov/epstein, dengan konteks yang berbeda-beda. Nama-nama tersebut muncul dalam laporan bisnis, kliping media, maupun dokumen analisis ekonomi dan politik.
Di antaranya:
-
Pengusaha nasional yang disebut dalam dokumen properti internasional
-
Tokoh politik Indonesia yang muncul dalam laporan media asing
-
Nama mantan presiden Indonesia yang tercantum dalam proposal buku dan kajian sejarah
Namun hingga kini, tidak ada bukti yang menunjukkan adanya hubungan langsung antara tokoh-tokoh tersebut dengan Jeffrey Epstein. Penyebutan nama mereka semata-mata karena arsip media dan dokumen umum ikut dimasukkan ke dalam koleksi besar yang dipublikasikan melalui justice.gov/epstein.
Mengapa Banyak Nama Publik Muncul di justice.gov/epstein?
Rilis besar-besaran ini dilakukan setelah disahkannya Epstein File Transparency Act pada November 2025. Tujuannya adalah membuka akses publik terhadap seluruh dokumen yang sebelumnya tertutup, termasuk arsip yang hanya bersifat administratif, jurnalistik, atau institusional.
Akibatnya, banyak nama tokoh dunia yang muncul di justice.gov/epstein, meskipun tidak memiliki keterkaitan dengan tindak pidana Epstein. Nama mereka tercantum karena:
-
Disebut dalam kliping media
-
Tercantum dalam dokumen organisasi internasional
-
Masuk dalam laporan analisis global
Sri Mulyani termasuk dalam kategori ini, yakni muncul dalam dokumen profesional dan pemberitaan internasional terkait perannya di Bank Dunia. (nsp)
Load more