News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Teheran Tegaskan Militer Tetap Solid: Iran Klaim Tak Goyah Meski Kehilangan Komandan Senior

Menlu Iran Abbas Araghchi menegaskan kekuatan militer Iran tak berubah meski kehilangan komandan senior dalam serangan AS dan Israel.
Senin, 2 Maret 2026 - 10:30 WIB
Iran Berkabung 40 Hari karena Ayatollah Ali Khamenei Wafat, Dikenal sebagai Sosok Pemimpin yang Berani
Sumber :
  • VIVA.co.id/Natania Longdong

Teheran Tegaskan Militer Tetap Solid: Iran Klaim Tak Goyah Meski Kehilangan Komandan Senior

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas usai serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran. Meski sejumlah komandan militer senior dilaporkan tewas, Pemerintah Iran menegaskan kekuatan militernya tidak mengalami pelemahan. Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam wawancara dengan media internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berbicara kepada penyiar ABC, Araghchi mengakui adanya kehilangan personel penting dalam struktur militer Iran. Namun ia menegaskan, hal tersebut tidak berdampak pada kapabilitas pertahanan negaranya.

Iran Akui Kehilangan Komandan, Tapi Klaim Tetap Kuat

“Kami memang kehilangan beberapa komandan, itu fakta, dan nama-namanya telah diumumkan. Namun fakta lainnya adalah tidak ada yang berubah dalam kemampuan militer kami,” ujar Araghchi, Minggu (1/3).

Menurutnya, kekuatan militer Iran tidak bertumpu pada individu semata, melainkan pada sistem, struktur komando, dan kesiapan personel yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal kepada dunia internasional bahwa Iran tidak berada dalam posisi lemah meski mendapat tekanan militer besar.

Araghchi menegaskan, Teheran tetap memiliki kapasitas pertahanan dan serangan yang memadai untuk menjaga kedaulatan negara.

Pengalaman Pahit Negosiasi dengan Washington

Dalam wawancara tersebut, Araghchi juga menyinggung kemungkinan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dengan Amerika Serikat. Namun, ia mengaku Iran memiliki pengalaman buruk dalam bernegosiasi dengan Washington.

Ia menyebut tindakan militer yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran sebagai bentuk agresi terbuka, bukan upaya menciptakan stabilitas kawasan.

“(Sementara) apa yang kami lakukan adalah tindakan membela diri. Ada perbedaan besar antara keduanya,” tegas Araghchi.

Pernyataan ini menunjukkan sikap keras Teheran yang menilai jalur diplomasi sulit ditempuh selama tekanan militer masih terus dilakukan oleh pihak lawan.

Serangan Gabungan AS–Israel ke Wilayah Iran

Sebelumnya, pada Sabtu (28/2), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan gabungan ke sejumlah target strategis di Iran. Serangan tersebut dilaporkan menyasar fasilitas militer dan infrastruktur penting, termasuk di ibu kota Teheran.

Media pemerintah Iran melaporkan adanya kerusakan signifikan serta jatuhnya korban sipil akibat serangan udara tersebut. Situasi ini memicu kecaman dari berbagai pihak di dalam negeri Iran, sekaligus memperkuat narasi pemerintah bahwa negara tersebut tengah menghadapi agresi eksternal.

Kabar Duka dari Teheran: Pemimpin Tertinggi Wafat

Dalam perkembangan yang mengejutkan, televisi pemerintah Iran mengonfirmasi wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Kabar ini langsung mengguncang kawasan dan memicu spekulasi luas mengenai dampaknya terhadap stabilitas politik dan keamanan Iran.

Meski demikian, hingga kini otoritas Iran belum merinci secara terbuka kronologi wafatnya Khamenei maupun kaitannya dengan serangan militer yang terjadi. Pemerintah Iran hanya menegaskan bahwa roda pemerintahan dan struktur militer tetap berjalan normal.

Iran Balas Serangan, Tembakkan Rudal

Tak lama setelah serangan gabungan tersebut, Iran merespons dengan meluncurkan serangan balasan. Rudal-rudal Iran dilaporkan menghantam wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Langkah ini disebut Teheran sebagai tindakan defensif untuk melindungi kedaulatan negara. Pemerintah Iran menilai serangan balasan tersebut sah secara hukum internasional karena dilakukan dalam rangka membela diri dari agresi bersenjata.

Eskalasi ini semakin meningkatkan ketegangan di kawasan, memicu kekhawatiran akan konflik berskala lebih luas yang dapat melibatkan banyak negara.

Pesan Politik Iran ke Dunia Internasional

Pernyataan Abbas Araghchi menjadi pesan politik yang jelas: Iran tidak akan gentar meski menghadapi tekanan militer dan kehilangan figur penting dalam struktur komandonya. Pemerintah Iran ingin menunjukkan bahwa kekuatan militernya bersifat institusional, bukan personal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, pernyataan soal “pengalaman pahit” bernegosiasi dengan Amerika Serikat menandakan bahwa Teheran masih skeptis terhadap solusi diplomatik dalam waktu dekat, selama pendekatan militer terus digunakan.

Situasi ini menempatkan kawasan Timur Tengah dalam fase paling rawan dalam beberapa tahun terakhir. Dunia internasional kini menanti langkah selanjutnya dari Iran, Amerika Serikat, dan Israel, di tengah kekhawatiran akan meluasnya konflik yang berdampak global. (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kadin Indonesia Yakin Kepri Bisa Jadi Pusat Industri Hijau dan AI, Investasi Dipacu Lewat FTZ

Kadin Indonesia Yakin Kepri Bisa Jadi Pusat Industri Hijau dan AI, Investasi Dipacu Lewat FTZ

Pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, dan dihadiri Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, jajaran pengurus Kadin Indonesia, serta pengurus Kadin Kepulauan Riau yang dipimpin Mustafa.
Pulang Haji, Mantan Pimpinan Bank Sumsel Babel Ditahan Kejati Sumsel dalam Kasus Dugaan Korupsi KUR Rp3,9 Miliar

Pulang Haji, Mantan Pimpinan Bank Sumsel Babel Ditahan Kejati Sumsel dalam Kasus Dugaan Korupsi KUR Rp3,9 Miliar

Tim Penyidik Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) menahan tersangka SF, mantan Pemimpin Bank Sumsel Babel Cabang Martapura periode 2022–2024, terkait dugaan penyimpangan pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, Kabupaten OKU Timur.
Jurgen Klopp Minta Maaf Usai Dicecar Legenda Timnas Jerman karena Kritik Strategi Julian Nagelsmann di Piala Dunia 2026

Jurgen Klopp Minta Maaf Usai Dicecar Legenda Timnas Jerman karena Kritik Strategi Julian Nagelsmann di Piala Dunia 2026

Eks pelatih Liverpool asal Jerman, Jurgen Klopp, mendapat sorotan pada Piala Dunia 2026 usai melontarkan kritik kepada pelatih Der Panzer, Julian Nagelsmann.
Kronologi Istri Usia 53 Tahun Tiba-tiba Hilang saat Tunggu Suami Shalat Jumat di Masjid Bogor

Kronologi Istri Usia 53 Tahun Tiba-tiba Hilang saat Tunggu Suami Shalat Jumat di Masjid Bogor

Arif Setiawan mengungkap kronologi lengkap istri, Rahmawati (53) hilang saat menunggu dirinya shalat Jumat di Masjid Agung At-Tohiriyah, Empang, Kota Bogor.
Viral Video Diduga Pemerasan Pekerja JPO di Jakpus, Polisi Amankan dan Periksa Tukang Cat Duko

Viral Video Diduga Pemerasan Pekerja JPO di Jakpus, Polisi Amankan dan Periksa Tukang Cat Duko

Video viral memperlihatkan pria yang diduga tukang cat duko, memalak pekerja proyek billboard jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kramat Kwitang, Senen, Jakarta Pusat.
Menteri ESDM Bahlil Targetkan Tak Ada Lagi 5.700 Desa dan 4.400 Dusun Gelap 2030

Menteri ESDM Bahlil Targetkan Tak Ada Lagi 5.700 Desa dan 4.400 Dusun Gelap 2030

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Bahlil Lahadalia jelaskan, masih ada lebih dari 10 ribu lebih titik wilayah yang belum dialiri listrik.

Trending

Terungkap, Penyebab Utama Elza Syarief Mengundurkan Diri sebagai Kuasa Hukumnya Sony Sonjaya: Saya Tak Nyaman

Terungkap, Penyebab Utama Elza Syarief Mengundurkan Diri sebagai Kuasa Hukumnya Sony Sonjaya: Saya Tak Nyaman

Mencuat kabar terkait Elza Syarief mengundurkan diri sebagai kuasa hukumnya eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG. Sontak
Wasit Liga Indonesia Bertingkah di Piala Dunia, Bikin Gestur White Supremacy: Untungnya Dibela FIFA

Wasit Liga Indonesia Bertingkah di Piala Dunia, Bikin Gestur White Supremacy: Untungnya Dibela FIFA

Seorang wasit yang memiliki rekam jejak pernah memimpin pertandingan di kompetisi Liga Indonesia Shaun Evans sempat menjadi sorotan tajam di Piala Dunia 2026 ..
Jersey Haiti Dianggap Bermuatan Politik, FIFA Larang Dipakai di Piala Dunia 2026

Jersey Haiti Dianggap Bermuatan Politik, FIFA Larang Dipakai di Piala Dunia 2026

Kabar mengejutkan datang dari kontestan Piala Dunia 2026. Timnas Haiti terpaksa harus mengganti desain jersey yang sedianya bakal mereka gunakan sepanjang ... -
Media Vietnam Mulai Curiga, Jangan-jangan Pemain Keturunan Jerman dan Belanda Ini akan Gabung Timnas Indonesia

Media Vietnam Mulai Curiga, Jangan-jangan Pemain Keturunan Jerman dan Belanda Ini akan Gabung Timnas Indonesia

Media Vietnam mulai curiga Timnas Indonesia akan kedatangan dua pemain naturalisasi baru. Ada yang dari Jerman dan dari Belanda. Siapakah calon pemain tersebut?
Baru juga Jadi Suami Istri, Unggahan Bek Timnas Indonesia Justin Hubner Buat Jennifer Coppen Kesal: Uji Kesabaran

Baru juga Jadi Suami Istri, Unggahan Bek Timnas Indonesia Justin Hubner Buat Jennifer Coppen Kesal: Uji Kesabaran

Satu unggahan Instagram pemain Timnas Indonesia, Justin Hubner membuat sang istri, Jennifer Coppen mengamuk setelah sehari melaksanakan pernikahan di Bali.
Debutan Kembali Bikin Geger, Giliran Tanjung Verde yang Tahan Imbang Spanyol di Piala Dunia 2026

Debutan Kembali Bikin Geger, Giliran Tanjung Verde yang Tahan Imbang Spanyol di Piala Dunia 2026

Skor akhir 0-0 membuat Tanjung Verde sukses mencuri perhatian dunia setelah menahan imbang raksasa Eropa, Spanyol pada laga Grup H, Senin (15/6/2026) waktu setempat.
Diskusi Publik UGM Ricuh Tiga Pejabat Sampai Dievakuasi Polisi, Ketum Serikat Mahasiswa: Pejabat Banyak Bohong!

Diskusi Publik UGM Ricuh Tiga Pejabat Sampai Dievakuasi Polisi, Ketum Serikat Mahasiswa: Pejabat Banyak Bohong!

Diskusi publik bertajuk "Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia" yang digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM Yogyakarta berakhir ricuh. 
Selengkapnya

Viral