News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kenapa Israel Bersikeras Tolak Hentikan Perang Buat Damai AS-Iran Hampir Gagal? Ini Kata Pengamat Timur Tengah

Pengamat Timur Tengah, Teuku Rezasyah kupas alasan Israel tetap mau perang yang nyaris membuat kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran berakhir gagal.
Rabu, 17 Juni 2026 - 19:28 WIB
Bangunan hancur akibat serangan Israel di Lebanon, di tengah kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran
Sumber :
  • Reuters/Zohra Bensemra

Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat Timur Tengah, Teuku Rezasyah menyoroti kekecewaan Israel. Amarah tersebut akibat kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada Minggu (14/6/2026).

Kesepakatan damai AS dan Iran menuai penolakan dari Israel. Israel bahkan ogah menarik pasukannya dan sempat membombardir wilayah Beirut, Lebanon, yang menewaskan 3 orang dan 15 orang terluka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Padahal poin penghentian permusuhan dari segala lini menjadi bagian dari keputusan antara AS dan Iran. Penolakan tersebut memicu kemarahan Presiden Donald Trump.

Menurut Teuku, penolakan tersebut adalah reaksi secara sengaja bagi Israel. Gempuran menyasar wilayah Lebanon tak lepas dari ambisinya berupa konsep Greater Israel atau "Israel Raya".

"Dia (Israel) hanya merasa aman kalau wilayah sekelilingnya bisa dikuasai, paling tidak mereka ribut satu sama lain tapi ujung-ujungnya Israel stabil," ujar Teuku dalam program Catatan Demokrasi, Rabu (17/6/2026).

Sasaran Negara Wujudkan Greater Israel

Ilustrasi Bendera AS dan Iran
Ilustrasi Bendera AS dan Iran
Sumber :
  • Antara

Kondisi bangunan yang rusak akibat serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Senin (9/3/2026).
Kondisi bangunan yang rusak akibat serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Senin (9/3/2026).
Sumber :
  • ANTARA/Xinhua

Lebih lanjut, Teuku menuturkan ada beberapa negara menjadi sasaran merealisasikan konsep tersebut. Israel setidaknya menargetkan wilayah Palestina, Lebanon, Yordania, Suriah.

Negara Teluk dan Afrika Utara yang potensi menjadi sasaran Greater Israel, di antaranya sebagian wilayah Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan Mesir termasuk Semenanjung Sinai.

Teuku melihat penolakan tersebut membuat harapan membentuk Greater Israel terhambat bahkan berakhir gagal. Untuk itu, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu kecewa.

Associate Professor President University ini menambahkan, kesepakatan damai itu menunjukkan militer AS tidak hebat. Presiden Donald Trump dinilai gagal melindungi kekuatannya dari serangan Iran di Timur Tengah.

"Dan presisi peluru kendali Iran itu luar biasa, cepat, tepat, akurat, dan didukung oleh remote sensing dari atas," lanjutnya.

Ia menjelaskan, kegagalan kekuatan militer AS membuat sejumlah negara Timur Tengah berpikir. Mereka juga akan mengevaluasi kembali hubungan bilateral dengan AS.

AS dan Iran diketahui akan menandatangani kesepakatan damai di Swiss pada 19 Juni 2026 mendatang. Pencapaian itu setelah mediator memfasilitasi berbagai pertemuan.

Atas hasil pertemuan tersebut, AS dan Iran menemukan beberapa poin dalam kesepakatan damai setelah melalui negosiasi panjang yang alot.

Kekhawatiran Iran kepada Israel

Ilustrasi - Kapal patroli milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC)
Ilustrasi - Kapal patroli milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC)
Sumber :
  • ANTARA

Di sisi lain, kondisi konsep tersebut menimbulkan gejolak kekhawatiran bagi Iran. Israel dengan mudah menggempur wilayahnya meskipun kekuatan Iran juga jauh lebih kuat.

"Iran ini satu-satunya kekuatan yang bisa menghadapi Israel dan juga dia punya basis tiga H, yakni Hamas, Houthi, dan Hizbullah," tuturnya.

Apakah Kesepakatan Damai AS-Iran Bisa Terwujud?

Ilustrasi Bendera AS dan Iran
Ilustrasi Bendera AS dan Iran
Sumber :
  • Antara

Ia memprediksi keputusan perjanjian AS-Iran tentu akan menimbulkan perlawanan lebih. Jika keduanya telah menandatangani kesepakatan tersebut, kondisi gesekan maupun perang tetap berlanjut.

"Saya pikir selepas nanti Jumat, kita belum tentu punya damai. Mungkin keadaan dapat dikatakan seperti Could War tapi levelnya Timur Tengah," imbuhnya.

"Perang tidak, tapi suasana tetap tegang sehingga masih bikin takut," lanjutnya.

(hap)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prediksi Skor Abha Club vs Al Shabab di Liga Pro Saudi 2026/2027: Ujian Berat di Kandang

Prediksi Skor Abha Club vs Al Shabab di Liga Pro Saudi 2026/2027: Ujian Berat di Kandang

Menyongsong paruh pertama musim, baik Abha maupun Al Shabab sama-sama membawa misi dan ambisi yang cukup kontras di papan klasemen sementara Liga Pro Saudi.
Bawa Bakso Naik Kelas, LPPOM Dorong Penguatan Ekosistem Halal

Bawa Bakso Naik Kelas, LPPOM Dorong Penguatan Ekosistem Halal

Guna meningkatkan daya saing industri bakso di Tasikmalaya, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat dan Makanan (LPPOM) menggelar LPPOM Halal Connect bertema "Kuliner Tasikmalaya Naik Kelas" di Aula Bappelitbangda, Kamis (29/10). 
Istri dr Gia Bantah Mau Pamer usai Dinyatakan Positif Hamil setelah Penantian 8 Tahun: Aku Sangat Membutuhkan Doa

Istri dr Gia Bantah Mau Pamer usai Dinyatakan Positif Hamil setelah Penantian 8 Tahun: Aku Sangat Membutuhkan Doa

Menanggapi gelombang sambutan hangat serta ucapan selamat yang datang dari berbagai penjuru warganet, Syafira Imaniar lantas mencurahkan perasaan harunya melalui akun Threads pribadi miliknya.
Tegarnya Istri Pelaku Mutilasi di Madiun Beri Pesan Kepada Suaminya: Jangan Takut Mati, Kamu Harus Bertaubat

Tegarnya Istri Pelaku Mutilasi di Madiun Beri Pesan Kepada Suaminya: Jangan Takut Mati, Kamu Harus Bertaubat

Kasus pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan Dwi Bagus Martono (40) di Madiun terhadap istri sirinya, DH (30) dan anak, AG (4), meninggalkan duka mendalam.
Usai Taklukkan Inter, Rossoneri Dapat Kabar Besar: Markus Krosche Sepakat Gabung AC Milan

Usai Taklukkan Inter, Rossoneri Dapat Kabar Besar: Markus Krosche Sepakat Gabung AC Milan

AC Milan selangkah lebih dekat mendapatkan direktur sepak bola baru. Markus Krösche disebut telah mencapai kesepakatan untuk mengisi posisi Head of Football.
Polri Tetapkan 13 Tersangka Kasus TPPO WNI Modus Tentara Bayaran Rusia, Satu Masih DPO

Polri Tetapkan 13 Tersangka Kasus TPPO WNI Modus Tentara Bayaran Rusia, Satu Masih DPO

Tim Direktorat Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri dan Dirres PPA-PPO Polda jajaran menetapkan 13 tersangka dalam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) modus perekrutan WNI sebagai tentara bayaran di negara Rusia.

Trending

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Dari total 12 korban, enam orang mengalami luka-luka dan enam lainnya meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di area halte Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi.
Selengkapnya

Viral