News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Firasat Buruk, Nyawa Ahli Forensik dr Sumy Hastry Purwanti Nyaris Hilang Saat Tsunami Pangandaran

Gempa bumi dan gelombang tsunami setinggi 2-4 meter menyapu wilayah Pantai Pangandaran yang terjadi 17 tahun lalu tak akan terlupakan dr Sumy Hastry Purwanti
Minggu, 19 Maret 2023 - 05:00 WIB
Ahli Forensik, dr Sumy Hastry Purwanti Ungkapkan Nyaris Menjadi Korban Tsunami Pangandaran
Sumber :
  • Kolase tim tvOnenews.com

Jakarta,tvOnenews.com - 17 tahun telah berlalu, bencana hebat berupa gempa bumi mengguncang serangkaian wilayah pantai selatan Pulau Jawa, khususnya wilayah Pantai Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat.

Tak lepas dari benak kita, sebuah gempa yang disusul dengan gelombang tsunami menyapu wilayah Pantai Pangandaran dan sekitarnya di Kota Cilacap, Jawa Tengah

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tepatnya pada tanggal 17 Juli 2006, gempa bumi berkekuatan 6,8 skala Richter (SR) berpusat sekitar 100 Kilometer (KM) dari Kota Cilacap mengguncang daratan pada pukul 15.11 WIB. 

Kemudian, tak kalah kuat, gempa susulan berkekuatan 6,1 SR dan 5,5 SR kembali menggoyangkan daratan.

Getaran yang disebabkan oleh gempa tersebut juga terasa di sejumlah wilayah sekitar Pantai Pangandaran, seperti Kabupaten Ciamis (Jawa Barat), Kabupaten Bantul (DI Yogyakarta), Pacitan (Jawa Timur) bahkan hingga sebagian wilayah Surabaya (Jawa Timur). 

Gelombang tsunami setinggi 2-4 meter yang menyapu wilayah Pantai Pangandaran setelah guncangan dari gempa bumi ini telah mengakibatkan 668 korban jiwa serta 65 orang dinyatakan telah hilang, menurut pencatatan data dari WHO. 

Dibalik peristiwa hebat tersebut, ternyata dr Sumy Hastry Purwanti seorang Ahli Forensik nyaris kehilangan nyawa akibat dari Gempa dan Tsunami yang porak porandakan wilayah Pantai Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Cilacap dan sekitarnya. 

Seperti apa cerita pengalaman Kombes Pol dr Sumy Hastry Purwanti atau kerap disapa Dokter Hastry saat melakukan pekerjaannya membantu korban bencana Gempa Bumi dan Tsunami Pantai Pangandaran pada tahun 2006 lalu. Simak informasinya berikut ini.

Hanya Ingin Pulang

Seorang Dokter Ahli Forensik, Kombes Pol. dr Sumy Hastry Purwanti atau kerap dengan sapaan Dokter Hastry menceritakan pengalamannya saat bertugas membantu dalam evakuasi dan identifikasi korban Gempa Bumi dan Tsunami yang menyapu wilayah Pantai Pangandaran dan sekitarnya.

Bencana alam yang terjadi pada 17 Juli 2006 lalu menyisakan pengalaman yang tak akan terlupakan bagi dr Hastry hingga saat ini.

Ahli Forensik, dr Sumy Hastry Purwanti. (Ist)

Melalui sebuah wawancara yang dilakukan oleh dr Hastry bersama Magician Denny Darko pada kanal Youtube Denny Darko. Ia menceritakan pengalamannya saat bertugas di wilayah Kabupaten Cilacap untuk membantu evakuasi dan identifikasi korban.
Sebelumnya, Denny Darko menanyakan terkait tugas untuk membantu korban bencana alam yang dilakukan oleh dr Hasty, mulai dari gunung meletus, gempa bumi, hingga Tsunami. 

dr Hastry mengungkapkan pada saat Tsunami yang terjadi di wilayah Aceh pada tahun 2004, ia tidak ditugaskan kesana lantaran saat itu sedang menempuh pendidikan forensiknya, sehingga ia tidak jadi ditugaskan di wilayah tersebut.

“Kalau di aceh saya tidak ikut, waktu itu tidak kondusif untuk turun.saya baru terbang sampai medan terus saya disuruh pulang lagi. Waktu itu kan tahun 2004, saya lagi sekolah forensik, belum lulus. Dan saya dikirim tapi karena saya masih sekolah. Terus saya sampai medan, nunggu terus saya suruh pulang. Yang berangkat cowok-cowok,” ungkap Ahli Forensik, dr Sumy Hastry Purwanti dalam kanal Youtube Denny Darko.

Dokter Hastry mengungkapkan dirinya bertugas saat bencana Gempa Bumi dan Tsunami yang melanda wilayah Cilacap, Jawa Tengah. Pada hari sebelum terjadinya bencana tersebut, ia sedang bertugas untuk Autopsi di wilayah Kabupaten Cilacap.

Dari tempat Hastry ditugaskan, Pantai Pangandaran hanya menempuh waktu sekitar 15 menit. Ia bersama tim bermaksud untuk melepas penat di pantai tersebut setelah bekerja.

“Saya (tugas) Autopsi di kabupaten Cilacap, tapi wilayahnya itu 15 menit sudah Pantai Pangandaran. Saya bongkar kubur disitu. Saya kerja baik sama tim, terus kita istilahnya trauma healing lah pesiar di laut. Saya juga belum pernah liat Pantai Pangandaran, kita piknik ke sana,” ujarnya.

Namun, firasat buruk menghampiri dr Hastry. Ia mulai merasakan keanehan ketika foto yang diabadikan dalam kameranya sama sekali tidak tampak. 

“Ternyata, kamera yang kita pakai buat foto-foto disana, nggak jadi dan nggak tampak hasilnya,” jelasnya.

“Saya merasakan merinding, terus nggak enak. Alamnya kayaknya indah jadi tidak indah. Mencekam,” sambung dr Hastry.

Lantas, ia memutuskan untuk santai dan meminum kelapa muda, meski perasaan sudah mulai tidak enak.

Memasuki waktu senja, ia dan tim memutuskan untuk pulang. Sebab, dokter Hastry memaksa tim untuk segera pulang, padahal awal rencana mereka akan menginap di lokasi tersebut. 

“Akhirnya sore itu kita pulang, tadinya mau nginep. Tadinya kan disuruh nginep, ibaratnya nggak apa-apa kan sekali-sekali. Soalnya kita biasanya kerja pagi datang, siang, terus sore pulang. Ternyata besoknya Tsunami,” tutur dokter Hastry.

“Saya (yang ngajak pulang). Pokoknya saya harus pulang. Tapi ternyata besok tsunami, ya kita kembali lagi membantu evakuasi,” lanjutnya.

Sudah Porak Poranda

Ahli Forensik, dr Sumy Hastry Purwanti. (Ist)

Ia merasa kacau setelah mendengar berita tempat terakhir dirinya bekerja tersebut telah tersapu oleh gelombang Tsunami. Namun, dirinya merasa lega sekaligus bersyukur atas umur panjang yang telah diberikan oleh Tuhan.

“Rasanya aduh, ‘gusti Allah masih terus kasih umur panjang’. Apa yang terjadi kalau saya tidur disana,” ungkap rasa syukur kepada tuhan atas umur panjangnya.

Kemudian Denny Darko menanyakan bagaimana rasanya saat dr Hastry kembali ke lokasi sebelumnya tempat ia bekerja dan sempat merencanakan untuk menginap. 

“Dokter melihat berita itu rasanya begitu pas jalan ke sana apa nggak terkenang kemarinnya seperti apa,” ucap Denny Darko.

“Ya kita cerita-cerita aja, ‘aduh, ya ampun, kita ternyata memang ditugaskan untuk membantu sih,” jawab dr Hastry.

Denny Darko menyambung pertanyaan lagi tentang kondisi yang Hastry lalui setelah bencana alam terjadi di wilayah tersebut.

“Waktu datang kesana, kondisinya seperti apa?” tanya Denny.

“Ya porak poranda, banyak jenazah juga,” timpal Hastry.

“Dokter ingat kan itu tempat yang kemarin didatangi,” kata Sang Magician.

“Iya karena jalannya sama,” jawab Hastry kembali.

Kemudian, Denny Darko mencoba menanyakan kondisi tempat Ahli Forensik tersebut bersama timnya meminum kelapa muda setelah bencana alam menerpa wilayah tersebut.

“Tempat kemarin minum kelapa muda, itu seperti apa bentuknya?” tanya Denny Darko.

“Wah sudah nggak ngerti saya, sudah kacau balau, nggak kelihatan” jelas sang dokter.

Setelah kejadian tersebut, dokter Hastry hingga kini selalu mengusahakan untuk pulang setelah bekerja, baik sejauh apapun tempat ia harus bekerja. Ia selalu menyempatkan untuk pulang setelah ia bekerja. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ya itu lah, makanya kalau kerja ya kerja habis itu pulang. Jangan niat piknik terus nginap. Setelah itu sampai sekarang saya kadang ditanya ‘aneh kamu ya, kalau habis kerja autopsi, kenapa langsung pulang?’ Karena ada pengalaman seperti itu,” pungkasnya.

Firasat buruk yang dirasakan oleh Dokter Hastry membuatnya memaksakan untuk kembali pulang. Ternyata firasat tersebut menyelamatkan nyawanya dari terpaan gelombang Tsunami dan gempa bumi yang melanda Pantai Pangandaran pada tahun 2006 lalu. (kmr)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kakanwil Ditjen Imigrasi NTT Bongkar Modus Baru Penyelundupan Manusia: 16 WN Uzbekistan Masuk Lewat Laut Alor-Rote

Kakanwil Ditjen Imigrasi NTT Bongkar Modus Baru Penyelundupan Manusia: 16 WN Uzbekistan Masuk Lewat Laut Alor-Rote

Sebanyak 16 warga negara Uzbekistan yang ditemukan terdampar di pesisir Kabupaten Alor, NTT, kini menjalani pemeriksaan intensif di Kantor Imigrasi Kelas I TPI
Siap-Siap Naik Level! 6 Zodiak yang Penuh Keberuntungan Karier pada 11 Juli 2026: Leo Semakin Menonjol

Siap-Siap Naik Level! 6 Zodiak yang Penuh Keberuntungan Karier pada 11 Juli 2026: Leo Semakin Menonjol

Memasuki 11 Juli 2026, sejumlah zodiak diprediksi akan menikmati perkembangan positif dalam dunia karier. Siapa saja mereka yang bakal bersinar di tempat kerja?
Beasiswa “Banyuwangi Progresif”, Peluang untuk Putra Putri Daerah, Ini Syaratnya

Beasiswa “Banyuwangi Progresif”, Peluang untuk Putra Putri Daerah, Ini Syaratnya

Pendaftaran beasiswa “Banyuwangi Progresif (B-Pro)” dimulai. Beasiswa ini untuk kuliah di berbagai bidang strategis, termasuk pendidikan dokter spesialis (PPDS)
Gelar Panen Raya 25 Ribu Hektare, Gubernur  Agustiar Sabran Tegaskan Komitmen Bangun Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Gelar Panen Raya 25 Ribu Hektare, Gubernur Agustiar Sabran Tegaskan Komitmen Bangun Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran menghadiri panen raya padi seluas 25.817 hektare sekaligus meresmikan Kawasan Waterfront City Kapuas  di Kabupaten Kapuas, Rabu (8/7/2026). 
Detik-detik Penangkapan 3 Bandar Narkoba Pembunuh Polisi di Katingan Ditembak di Samarinda

Detik-detik Penangkapan 3 Bandar Narkoba Pembunuh Polisi di Katingan Ditembak di Samarinda

Pelarian berdarah tiga bandit narkoba kelas kakap yang nekat menghabisi nyawa tiga anggota Kepolisian Resor (Polres) Katingan, Kalimantan Tengah, akhirnya ber..
Jelang Konferensi Pers 3 Kasus Korupsi Besar, Polri Perlihatkan 11 Kontainer Barang Bukti

Jelang Konferensi Pers 3 Kasus Korupsi Besar, Polri Perlihatkan 11 Kontainer Barang Bukti

Jelang konferensi pers 3 kasus korupsi besar, Polri perlihatkan dan pajang 11 kontainer barang bukti di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat

Trending

Ditangkap di Samarinda, Polisi Akhirnya Bekuk Tiga Tersangka Penyerangan Anggota Polri Katingan

Ditangkap di Samarinda, Polisi Akhirnya Bekuk Tiga Tersangka Penyerangan Anggota Polri Katingan

Jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba Polri di Samarinda, Kalimantan Timur menangkap tiga orang tersangka penyerangan anggota Kepolisian Resor Katingan, Kalimantan Tengah
Siapa Anak Rachmat Gobel? Putrinya Seorang Seniman, Putranya Pimpin Bisnis Gobel Group

Siapa Anak Rachmat Gobel? Putrinya Seorang Seniman, Putranya Pimpin Bisnis Gobel Group

Siapa anak Rachmat Gobel? Anggota DPR RI sekaligus bos Panasonic Indonesia, putranya seorang seniman dan putranya pimpin bisnis Gobel Group.
Tiga Bandar Narkoba yang Bunuh Tiga Polisi di Katingan Ditangkap, Polisi Sita Barang Bukti Mandau

Tiga Bandar Narkoba yang Bunuh Tiga Polisi di Katingan Ditangkap, Polisi Sita Barang Bukti Mandau

Kelly menerangkan, ketiganya juga melakukan perlawanan terhadap pihak kepolisian, saat dilakukan penangkapan. Sehingga pihaknya memberikan tindakan tegas dan terukur.
Timnas Indonesia Day Hari Ini! Jadwal Garuda Pertiwi vs Timor Leste di Piala AFF Wanita 2026 Sore Nanti: Asa Jaga Gelar

Timnas Indonesia Day Hari Ini! Jadwal Garuda Pertiwi vs Timor Leste di Piala AFF Wanita 2026 Sore Nanti: Asa Jaga Gelar

Timnas Putri Indonesia memulai perjuangan di Piala AFF Wanita 2026 hari ini, Jumat (10/7/2026). Garuda Pertiwi akan hadapi Timor Leste pada laga pembuka Grup B.
Ramalan Zodiak 11 Juli 2026: Scorpio Paling Cuan, Cancer Disarankan Refleksi

Ramalan Zodiak 11 Juli 2026: Scorpio Paling Cuan, Cancer Disarankan Refleksi

Ramalan zodiak keuangan 11 Juli 2026 hadir lengkap dengan angka keberuntungan! Scorpio diprediksi paling cuan dan Cancer disarankan refleksi di Sabtu besok.
3 Shio yang Kebanjiran Rezeki pada 11 Juli 2026, Siapa Saja?

3 Shio yang Kebanjiran Rezeki pada 11 Juli 2026, Siapa Saja?

3 shio yang kebanjiran rezeki pada 11 Juli 2026 sudah terungkap! Cek ramalan keuangan dan angka hoki 12 shio Sabtu besok, siapa yang paling beruntung di akhir pekan ini?
Agama Rachmat Gobel Apa? Ini Asal-usul Keluarga, Pendidikan, dan Karier

Agama Rachmat Gobel Apa? Ini Asal-usul Keluarga, Pendidikan, dan Karier

Berikut profil lengkap anggota DPR RI, Rachmat Gobel yang baru meninggal dunia, Jumat (10/7/2026), mulai dari agama, asal-usul keluarga, pendidikan, dan karier.
Selengkapnya

Viral