News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

MUI Minta Mbah Slamet Dukun Pengganda Uang Banjarnegara dan Korbannya Diseret ke Pengadilan

MUI minta Mbah Slamet dukun pengganda uang Banjarnegara dan korbannya diseret ke pengadilan. 
Kamis, 6 April 2023 - 12:06 WIB
MUI minta Mbah Slamet dukun pengganda uang Banjarnegara dan korbannya diseret ke pengadilan
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - MUI minta Mbah Slamet dukun pengganda uang Banjarnegara dan korbannya diseret ke pengadilan. 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti kasus penipuan sekaligus pembunuhan yang dilakukan dukun pengganda uang Slamet Tohari alias Mbah Slamet di Banjarnegara. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas berpendapat baik pelaku maupun korban sama-sama bersalah dan patut diadili secara hukum.

Anwar menilai upaya para korban untuk menggandakan uang dengan cara ilegal adalah melanggar hukum.

Terlebih lagi upaya pelaku menipu korban sekaligus membunuh korban untuk menutupi akal bulusnya. Anwar menilai ini fatal dan telah melakukan tindakan pidana.

"Berarti dia telah melakukan tindak pidana. Itu kita menyarankan supaya yang bersangkutan diadili. Untuk dijatuhi hukuman sesuai dengan hukum dan ketentuan yang berlaku," ujar Anwar, Kamis (6/4/2023).

MUI minta Mbah Slamet dukun pengganda uang Banjarnegara dan korbannya diseret ke pengadilan. Dok: Istimewa

Jika seandainya ada orang yang mengatakan bahwa Mbah Slamet bisa menggandakan uang, lanjut Anwar, artinya dia telah melakukan tindakan pidana penipuan.

"Mungkin saja begini ya kita kasih dia uang seribu lalu dia ambil uang sepuluh ribu. Sehingga orang yakin dia bisa menggandakan uang," katanya. 

"Tapi kalau seandainya dia mencetak uang maka dia berarti menambah jumlah uang beredar ya. Saya sudah bisa pasti itu berarti uangnya uang palsu," sambungnya.

Menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011, pencetakan rupiah hanya dapat dilakukan oleh Bank Indonesia dengan menunjuk badan usaha milik negara, yaitu Perum Peruri sebagai pelaksana pencetakan rupiah.

Oleh sebab itu, jika ada pihak lain yang mengaku dapat mencetak uang maka dipastikan uang tersebut palsu.

Anwar menegaskan masyarakat yang hendak meminta digandakan uangnya ataupun yang sudah menjadi korban, mereka juga patut diadili secara hukum. 

Sebab, mereka telah berupaya untuk mendapatkan uang dengan cara ilegal dan melanggar konstitusi.

"Orang yang yang meminta untuk supaya uangnya digandakan itu juga orang tidak benar. Itu melakukan pelanggaran hukum. Karena berarti dia ingin mendapatkan uang dengan cara-cara yang tidak benar. Dia berarti akan memakan harta yang bukan harta dia," jelasnya.

"Kesimpulannya adalah meminta supaya uangnya digandakan dan atau menjanjikan dia bisa menggandakan sama-sama bersalah di depan hukum. Oleh karena itu, kedua-duanya harus diseret ke pengadilan," sambungnya. 

tvonenews

Untuk mengurangi hal serupa kembali terjadi, MUI mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan pihak yang menawarkan hal-hal yang menggiurkan padahal ilegal.

Untuk diketahui, kasus menggegerkan terjadi di Banjarnegara. Polres setempat mengungkap dugaan kasus pembunuhan berantai.

Slamet Tohari alias Mbah Slamet diamankan polisi terkait penipuan bermodus penggandaan uang. Dalam aksinya, dia tega menghabisi korbannya.

Kasus tersebut terungkap saat ada laporan masuk ke Polres Banjarnegara terkait adanya orang hilang.

Hasil keterangan pelapor, polisi melakukan penyelidikan dan mengarah pada seseorang bernama Slamet Tohari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari pengakuannya tersebut polisi melakukan penggalian sebuah ladang dan ditemukan 12 mayat yang dikubur di lokasi tersebut. Beberapa mayat sudah dalam kondisi tulang belulang.

Mbah Slamet mengaku melakukan perbuatan tersebut karena jengkel ditagih para korban terkait modusnya sebagai dukun penggandaan uang. (rpi/nsi) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak hanya bocorkan motif kasus penyekapan pacar berinsial YTR selama tiga tahun. Tetapi, Polisi juga bocorkan kebengisan Taufik Hidayat. Hal ini dibeberkan,
PGN Gelar Nikah Massal: Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan

PGN Gelar Nikah Massal: Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan

Subholding Gas Pertamina, kembali menghadirkan program CSR yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dengan Program Nikah Massal bertajuk
Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.

Trending

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak hanya bocorkan motif kasus penyekapan pacar berinsial YTR selama tiga tahun. Tetapi, Polisi juga bocorkan kebengisan Taufik Hidayat. Hal ini dibeberkan,
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
PGN Gelar Nikah Massal: Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan

PGN Gelar Nikah Massal: Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan

Subholding Gas Pertamina, kembali menghadirkan program CSR yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dengan Program Nikah Massal bertajuk
Selengkapnya

Viral