News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Alumni Ponpes Al Zaytun Ungkap Sudah Lelah Jadi Tumbal NII Hingga Diberi Cap Buruk: Tolong Dong, Kami Capek

Salah satu Alumni Ponpes Al Zaytun kini telah angkat bicara. Muhammad Ikhsan sebagai alumni merasa lelah dengan semua stigma buruk. Berikut penjelasannya
Kamis, 20 Juli 2023 - 05:08 WIB
Alumni Ponpes Al Zaytun Ungkap Sudah Lelah Jadi Tumbal NII Hingga Diberi Cap Buruk
Sumber :
  • Kolase tim tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Nama Panji Gumilang yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun kini masih jadi perbincangan karena ajarannya yang dinilai menyimpang.

Bahkan Panji Gumilang telah melalui proses penyidikan oleh pihak kepolisian karena terlibat dalam kasus dugaan penistaan agama. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini sejumlah dari mantan orang yang dipercaya oleh Panji Gumilang sendiri mulai satu per satu membongkar rahasia milik imam negara Islam tersebut.

Selain itu, banyaknya ajaran Panji Gumilang yang videonya telah viral di media sosial dinilai sebagai ajaran yang menyimpang untuk diberikan kepada santri Ponpes Al Zaytun.

Namun, salah satu Alumni Ponpes Al Zaytun kini telah angkat bicara. Muhammad Ikhsan sebagai alumni merasa lelah dengan semua stigma buruk yang diberikan masyarakat terhadap santri dan alumni Ponpes di Indramayu tersebut. 

Pada akhirnya ia memberikan sebuah klarifikasi perbedaan antara Negara Islam Indonesia (NII) dengan Ponpes Al Zaytun itu sendiri.

Seperti apa penjelasan dari Muhammad Ikhsan, simak informasinya berikut ini.

Alumni Ponpes Al Zaytun Lelah di Olok Masyarakat


Alumni Ponpes Al Zaytun, Muhammad Ikhsan. (tvOne)

Alumni Ponpes Al Zaytun, Muhammad Ikhsan mengungkapkan sebuah analogi yang menunjukkan pembentukan NII juga Ponpes Al Zaytun itu sangat berbeda.

Melalui program acara Catatan Demokrasi, tvOne, Ia menjelaskan adanya sebuah doktrin yang akan disebarkan kepada masyarakat layaknya obat terlarang yang dapat mempengaruhi siapapun bila sudah terkena.

Kemudian, Ponpes Al Zaytun merupakan sebuah sekolah legal dengan ajaran yang sesuai dari Kementerian Agama. 

Sementara itu Ponpes Al Zaytun serta para santrinya justru menjadi tumbal atas perbuatan anggota NII. 

“Ada kelompok orang yang kerjaannya mengedarkan obat terlarang (doktrin). Sudah dikonfirmasikan oleh Pak Mahfud MD bahwa ini adalah bentukan negara (NII),” ungkap Muhammad Ikhsan dalam acara Catatan Demokrasi, tvOne. 

“Jadi oleh negara, kelompok ini dibikinkan apotek (Ponpes Al Zaytun) oleh pemerintah. Di dalam apotek itu menjual obat yang sesuai dari BPOM (Kementerian Agama), legal semuanya. Obat-obat itu (ajaran dalam bentuk kurikulum) yang dikonsumsi oleh kami para santri Al Zaytun,” sambungnya.

Tetapi, Ponpes Al Zaytun juga menjadi tempat persembunyian pentolan NII. Hanya saja ia tekankan bahwa doktrin yang disebarkan bukan kepada para santri, melainkan ke masyarakat luas.

“Tapi disitu juga apotek itu menjadi tempat bersembunyi bandar atau pentolannya pengedar obat terlarang tadi, yang dijual di masyarakat bukan di dalam Al Zaytun. Korbannya adalah masyarakat, kalau santri Al Zaytun minum obat yang legal,” jelas Ikhsan.

Doktrin yang telah disiapkan akan disebarkan kepada masyarakat luas melalui anggota NII. 

Seperti yang dijelaskan pada pemberitaan sebelumnya, para anggota yang telah terdoktrin oleh ajaran Panji Gumilang ini akan melakukan segala cara untuk mencapai tujuan, mulai dari mencuri hingga mengkafirkan orang tua.

“Kemudian orang-orang ini adalah pengedarnya (Anggota NII) atau mereka yang telah minum obat terlarang tadi. Obat itu kalau sampai terminum 1 pil saja, mabuknya bisa bikin mencuri, merampok. Ini dibentuk sama negara,” ujar alumni Ponpes Al Zaytun tersebut.


Panji Gumilang dan Ponpes Al Zaytun. (Kolase tvOnenews)

Tetapi, Ikhsan sangat menyesalkan perbuatan ini, sebab para santri serta alumni dari Ponpes Al Zaytun menjadi tumbal dari seluruh kegiatan yang dilakukan oleh anggota NII. 

Para santri dan alumni diolok, dipandang buruk oleh masyarakat karena ajaran yang dinilai menyimpang. Padahal, Ikhsan menegaskan bahwa ajaran yang diberikan kepada santri merupakan didikan yang legal serta sesuai dengan kurikulum Kementerian Agama.

“Lalu siapa korbannya sampai hari ini? Kami santri kena stigma oleh masyarakat. Di olok-olok di media sosial. Di masyarakat kami dipandang buruk, kami malu. Berapa banyak influencer yang mengolok-olok kami, padahal kami baik-baik saja,” tegas Ikhsan.

Muhammad Ikhsan sebagai salah satu alumni Ponpes Al Zaytun merasa lelah dengan seluruh stigma yang dilontarkan pada mereka. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tolong dong, kami sebagai alumni sudah capek. Kami dari tahun 2002 hingga hari ini itu capek di masyarakat kami di cap, di stigma buruk. Kami minta tolong kepada pemerintah, tolong bijak,” pungkasnya.

Hingga kini, Ponpes Al Zaytun masih dinilai memberikan ajaran menyimpang dari syariat Islam. Namun, Muhammad Ikhsan menegaskan bahwa ajaran yang diberikan di Ponpes tempatnya ia menuntut ilmu itu telah sesuai dengan kurikulum Kementerian Agama. (kmr) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kemendagri Minta Kepala Daerah Galakkan Gerakan Tanam Cabai untuk Kendalikan Harga

Kemendagri Minta Kepala Daerah Galakkan Gerakan Tanam Cabai untuk Kendalikan Harga

Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir meminta seluruh kepala daerah segera menggalakkan gerakan menanam cabai di wilayah masing-masing sebagai langkah konkret mengendalikan harga.
Gelar Sharing Session-Padel, Cekinggita dan Ratusan Interisti Rayakan Kalah Derby Dua Trofi

Gelar Sharing Session-Padel, Cekinggita dan Ratusan Interisti Rayakan Kalah Derby Dua Trofi

Interisti merayakan ironi musim Inter Milan: kalah beruntun di derby dari AC Milan, tetapi menutup musim 2025/2026 dengan dua trofi bergengsi di Jakarta.
Berkembang Bersama Holding Ultra Mikro, Ekonomi Keluarga di Semarang Ini Makin Kuat Melalui Usaha Sembako

Berkembang Bersama Holding Ultra Mikro, Ekonomi Keluarga di Semarang Ini Makin Kuat Melalui Usaha Sembako

Pelaku usaha warung sembako di Kelurahan Pandansari, Semarang mampu mengembangkan usahanya melalui dukungan PNM Mekaar sebagai bagian dari sinergi Holding Ultra Mikro BRI Group.
9.428 Jamaah Haji Sudah Tiba di Debarkasi Surabaya, 6 Masih Dirawat di Arab Saudi

9.428 Jamaah Haji Sudah Tiba di Debarkasi Surabaya, 6 Masih Dirawat di Arab Saudi

Proses pemulangan jamaah haji melalui Debarkasi Surabaya terus berlangsung.
Kasus Dugaan Tabrak Lari yang Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang Diselidiki, CCTV hingga Saksi Ditelusuri

Kasus Dugaan Tabrak Lari yang Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang Diselidiki, CCTV hingga Saksi Ditelusuri

Kasus dugaan tabrak lari yang menewaskan tokoh Pramuka Tangerang diselidiki Satuan Lalu Lintas Polresta Tangerang. 
Suami Bunuh Bidan di Situbondo karena Cemburu, Dua Balita Kehilangan Orang Tua

Suami Bunuh Bidan di Situbondo karena Cemburu, Dua Balita Kehilangan Orang Tua

Kasus kematian tragis seorang bidan yang ditemukan di dalam selokan pinggir jalur Pantura Situbondo akhirnya mulai terungkap.

Trending

Polisi Didesak Segera Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Maluku

Polisi Didesak Segera Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Maluku

Pengurus Besar Gerakan Mahasiswa Katapang (Gemka) mendesak Polres Seram Bagian Barat (SBB) untuk segera menangkap pelaku dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan terhadap warga Dusun Katapang yang terjadi di wilayah Dusun Olas, Kecamatan Huamual, Maluku.
Top 3 Bola: Vietnam Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia, Prediksi Nasib Garuda, Bung Binder Bela John Herdman

Top 3 Bola: Vietnam Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia, Prediksi Nasib Garuda, Bung Binder Bela John Herdman

Top 3 Bola hari ini: Timnas Indonesia U-19 sukses melaju ke semifinal, media Vietnam memprediksi nasib Garuda usai hajar Oman, Bung Binder bela John Herdman.
Timnas Indonesia U-19 Jadi 'Biang Kerok', Vietnam Terancam Tersingkir dari Piala AFF U-19 2026

Timnas Indonesia U-19 Jadi 'Biang Kerok', Vietnam Terancam Tersingkir dari Piala AFF U-19 2026

Timnas Indonesia U-19 sukses memastikan tiket ke babak semifinal Piala AFF U-19 2026 setelah meraih kemenangan penting atas Vietnam. Hasil tersebut sekaligus membuat nasib The Golden Star Warriors di ujung tanduk.
Media Vietnam Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia U-19, Tetap Puji Golden Star Warriors

Media Vietnam Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia U-19, Tetap Puji Golden Star Warriors

Timnas Indonesia U-19 sukses mengalahkan Vietnam 2-1 dan lolos ke semifinal Piala AFF U-19 2026. Media Vietnam mengaku kesal karena hal ini.
Viral Pria Diduga 'Boti' Lolos Jadi Anggota TNI, Kadispenad Temukan Fakta Mengejutkan

Viral Pria Diduga 'Boti' Lolos Jadi Anggota TNI, Kadispenad Temukan Fakta Mengejutkan

Publik dihebohkan dengan video viral di media sosial terkait dua pria diduga penyuka sesama jenis atau LGBT sedang berfoto bersama.
Operasi Patuh 2026 Hari Ini Resmi Ditunda Korlantas Polri, Ini Alasannya

Operasi Patuh 2026 Hari Ini Resmi Ditunda Korlantas Polri, Ini Alasannya

Korlantas memutuskan menunda pelaksanaan Operasi Patuh 2026 tersebut karena saat ini institusi kepolisian tengah fokus pada rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara.
Reaksi VFF Usai Kegagalan Vietnam Lolos Langsung Semifinal Piala AFF Setelah Dikalahkan Timnas Indonesia U-19

Reaksi VFF Usai Kegagalan Vietnam Lolos Langsung Semifinal Piala AFF Setelah Dikalahkan Timnas Indonesia U-19

Walau punya selisih gol signifikan, Vietnam harus bersaing di klasemen mini runner up terbaik setelah Timnas Indonesia U-19 berhasil lolos langsung sebagai juara Grup A. 
Selengkapnya

Viral