Kenari Djaja Bersama Asrinesia dan IAI Gelar Seminar Online 'Arsitektur Era Bung Karno'
- Tim tvOne
Jakarta, tvOnenews.com - Jakarta menjadi saksi banyak karya masterpiece Arsitek Indonesia yang telah terbangun dan menjadi bukti peninggalan (Legacy) yang bisa dinikmati masyarakat hingga sekarang.
Bila bangunan itu berukuran besar dan berarsitektur menarik akan mudah dikenali sebagai karya yang baik pada masanya, seperti gedung, monumen yang mengisi ruang kota, sehingga mengundang rasa ingin tahu siapa sosok Arsitek yang karyanya membanggakan tersebut.
Adalah Ir. Soekarno atau Bung Karno, Presiden pertama Republik Indonesia yang berlatar belakang insinyur Arsitek yang memiliki semangat membangun negeri dengan gagasan āMercusuarā-nya.
Bung Karno yang lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), sempat berkarya sambil terus berjuang untuk meraih kemerdekaan Indonesia diantaranya dengan merancang rumah tinggal dan menggagas bangunan bertingkat hingga tugu, seperti Monumen Nasional (Monas), komplek Masjid Istiqlal, kawasan olah raga Senayan, gedung Wisma Nusantara, gedung Konferensi Conefo, termasuk tataruang ibukota Jakarta dan elemen seni lainnya.
![]()
āKarya Masterpiece arsitekturā yang masih eksis di tengah pembangunan arsitektur kekinian ini belum banyak dikenali oleh masyarakat Indonesia, khususnya arsitek di balik karya megah yang menjadi ikonik Ibukota.
Majalah Asrinesia bersama Kenari Djaja dengan didukung Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), berinisiatif membuat Seminar virtual tentang tokoh proklamator berjudul āArsitektur Era Bung Karnoā pada tanggal 24 Agustus 2023 dalam memperingati Proklamasi Kemerdekaan RI ke-78. Seminar diikuti lebih dari 700 peserta.
Persahabatan Soekarno dengan Wolff Schoemaker arsitek Belanda yang merancang Kampus ITB Bandung, telah membuatnya bersemangat menampilkan karya arsitektur yang spektakuler dan pantas mendapat penghargaan.
āArsitektur Modern Indonesia Era Bung Karnoā disampaikan Ar Yuke Ardhiati, IAI, Dosen Arsitektur Universitas Pancasila yang sempat membuat buku berjudul āBung Karno Sang Arsitekā. Prestasi dalam merancang dan menggagas bangunan yang bernafas budaya bangsa Indonesia mendapat pengakuan dunia, karena konsep dan keindahan arsitekturnya di era tahun 1960-an.
Karya-karya arsitektur Ir. Soekarno yang telah dilestarikaan sebagai cagarĀ budaya, menjadi peninggalan sejarah arsitektur yang menarik bagi pecinta arsitektur dan wisatawan. Konsepsi pemikiran yang melatarbelakangi perancangan arsitektur sebagai āAlat Membangun Jiwa Bangsaā diuraikan Ar.
Bambang Eryuhawan, IAI, AA, dari Dewan Arsitek Indonesia (DAI) yang juga pemerhati arsitektur bangunan bersejarah.
Load more