News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dicibir soal Program Makan Siang Gratis, TKN Beberkan Keinginan Besar Prabowo Ingin Perut Rakyat Kenyang

Komandan Tim Komunikasi TKN Prabowo Gibran, Budisatrio Djiwandono mengakui bahwa Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto memiliki fokus perhatian yang besar pada isu pangan
Minggu, 21 Januari 2024 - 15:37 WIB
Komandan Tim Komunikasi TKN Prabowo-Gibran, Budisatrio Djiwandono
Sumber :
  • tim tvOne/Langgeng

Jakarta, tvOnenews.com - Komandan Tim Komunikasi TKN Prabowo Gibran, Budisatrio Djiwandono mengakui bahwa Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto memiliki fokus perhatian yang besar pada isu pangan.

Menurut Budisatrio, meski kerap dicibir soal program makan siang gratis, penyediaan makan untuk masyarakat adalah bukti Prabowo paham persoalan strategis yang menentukan hidup mati bangsa.

"Ada benarnya jika disebut mimpi Pak Prabowo adalah bikin perut masyarakat Indonesia kenyang dan berkelanjutan. Ini adalah hak dasar dan masalah hidup mati bangsa. Yang menyatakan isu pangan dan makanan kurang penting dari yang lain mungkin belum menyadari fakta lapangan dan tantangan kedepan," kata Budisatrio kepada wartawan Minggu (21/1/2024).

Budisatrio Djiwandono yang juga pimpinan Komisi IV DPR RI ini kemudian merunut fakta yang dimaksud. Dia menyebut hari ini telah terjadi ketimpangan yang besar dari pertumbuhan jumlah penduduk dengan lahan pertanian.

"Penduduk kita bertambah 3 juta orang setiap tahun, sekitar 30 bayi per detik. Tahun 2045 diprediksi (penduduk) kita sudah 324 juta jiwa. Sementara di sisi lain, lahan pertanian kita terus berkurang 100.000 hektar setiap tahun. Pak Prabowo menyadari hal ini, bahwa kita sangat rentan kelaparan," jelasnya.

Selain itu, Budisatrio mengatakan Prabowo Subianto ingin masalah tersebut tidak diselesaikan dengan impor bahan pangan. Sebab, dia mengingatkan soal masalah pandemi covid-19 yang berisiko.

"Untuk pangan, Indonesia harus swasembada. Jika mengandalkan impor, kedaulatan kita jadi taruhannya. Bayangkan jika pasokan dari luar terhenti, Indonesia terjadi bencana kelaparan. Kita rentan, karena menggantungkan perut kita ke negara lain," kata dia.

“Bahkan andai impor lancar sekalipun, tetap ada masalah. Produk pangan lokal kita bisa gagal bersaing di pasar, sehingga kesejahteraan petani kita yang menjadi korban," lanjut Budisatrio.

Budisatrio menuturkan Presiden Jokowi dan Capres Prabowo Subianto sudah memahami hal bahaya impor pangan.

Menurutnya, program Food Estate disiapkan menjadi solusi jangka panjang ketahanan pangan nasional.

“Pak Jokowi sudah menggagas Food Estate sebagai cadangan logistik nasional, dan Pak Prabowo bertekad melanjutkannya. Prabowo Gibran bahkan bertekad menyempurnakannya menjadi Program Lumbung Pangan, diikuti industri pertanian yang memanfaatkan teknologi modern dan digital. Ini menjadi prioritas utama.” urai Budisatrio.

Prabowo Gibran, lanjut Budisatrio Djiwandono, juga bertekad untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan melakukan reformasi agraria untuk mendukung pertanian masyarakat.

“Ada kredit kepemilikan lahan untuk, pembelian panen pemerintah dengan profit minimal 30%, akses langsung pupuk subsidi dan benih. Semuanya akan dilakukan karena petani ini ujung tombak kita menghadapi krisis pangan.” jelas Budisatrio.

Terkait program Makan Siang dan Susu Gratis, Budisatrio menjelaskan bahwa program utama tersebut juga bertujuan untuk menciptakan kedaulatan pangan.

“Program Makan Siang dan Susu Gratis, karena akan mengandalkan hasil pangan lokal setempat akan mampu menyerap produksi petani. Kemudian anak-anak yang diberi makan akan kenyang, tumbuh lebih maksimal, sehingga menjadi generasi yang lebih unggul.” urainya.

“Dengan petani lebih sejahtera, semoga anak-anak yang lebih pintar ini nantinya mau menjadi petani. Menjadi pahlawan bagi pangan bangsa.” pungkas Budisatrio.(lpk)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Usai Denada Buat Pengakuan, Pihak Ressa Persoalkan 2 Hal Ini

Usai Denada Buat Pengakuan, Pihak Ressa Persoalkan 2 Hal Ini

​​​​​​​Usai Denada buat pengakuan soal Ressa Rizky Rossano, pihak ressa justru mempersoalkan 2 hal penting. Pengakuan Denada dinilai belum tulus sepenuhnya.
Garis Kemiskinan Jakarta Naik, Beras dan Rokok Jadi Faktor Penyumbang Terbesar

Garis Kemiskinan Jakarta Naik, Beras dan Rokok Jadi Faktor Penyumbang Terbesar

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat garis kemiskinan di Jakarta meningkat menjadi Rp897.768 per kapita per bulan pada September 2025.
Top 3 Bola: 5 Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia, Persija Bidik Eks Rekan Messi, hingga Drama Ronaldo di Al Nassr

Top 3 Bola: 5 Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia, Persija Bidik Eks Rekan Messi, hingga Drama Ronaldo di Al Nassr

Top 3 Bola 6 Februari 2026: 5 pemain asing siap bela Timnas Indonesia, Persija incar eks rekan Messi, dan Al Nassr tetap menang tanpa Ronaldo.
Hari Ini Pandji Pragiwaksono Terjadwal Jalani Pemeriksaan Soal Materi Mens Rea, Polda Metro Jaya Ungkap Hal yang Digali

Hari Ini Pandji Pragiwaksono Terjadwal Jalani Pemeriksaan Soal Materi Mens Rea, Polda Metro Jaya Ungkap Hal yang Digali

Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan terhadap Aktor sekaligus komedian Indonesia, Pandji Pragiwaksono terkait materi Stand Up Comedy Mens Rea yang dilaporkan diduga menistakan agama, pada Jumat (5/2/2026).
Baru Juga Rekrut Eks Pemain Al Hilal, Al Nassr Sudah Ditimpa Kabar Buruk dari CristianoRonaldo

Baru Juga Rekrut Eks Pemain Al Hilal, Al Nassr Sudah Ditimpa Kabar Buruk dari CristianoRonaldo

Baru juga Al Nassr mengumumkan bergabungnya Abdullah Al-Hamddan dalam klub tersebut, Ronaldo malah bawa kabar buruk jelang laga menjamu Al Ittihad. Ada apa?
Kenapa saat Shalat Jumat Adzan Dikumandangkan 2 Kali, Ada Dalilnya? Ustaz Adi Hidayat Ungkap Sejarahnya

Kenapa saat Shalat Jumat Adzan Dikumandangkan 2 Kali, Ada Dalilnya? Ustaz Adi Hidayat Ungkap Sejarahnya

Kenapa saat shalat Jumat adzan dikumandangkan 2 kali,? Ustaz Adi Hidayat jelaskan sejarah lahirnya adzan dua kali di zaman Khalifah Utsman bin Affan.

Trending

Pacitan Diguncang Gempa Berkekuatan M 6,4

Pacitan Diguncang Gempa Berkekuatan M 6,4

Pacitan, Jawa Timur diguncang gempa berkekuatan magnitude (M) 6,4, Jumat (6/2/2026) dini hari.
Layvin Kurzawa Siap-siap Saja, Bos Persib Janji Bakal Bikin Eks Pemain PSG Itu Betah di Bandung

Layvin Kurzawa Siap-siap Saja, Bos Persib Janji Bakal Bikin Eks Pemain PSG Itu Betah di Bandung

Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar membagikan kisah di balik caranya membangun kedekatan emosional dengan para pemain asing Maung Bandung. Sosok yang akrab ...
Bikin Miris! Sejumlah Oknum Bea Cukai Diduga KPK Dapat "Setoran" Rp7 Miliar Per Bulan

Bikin Miris! Sejumlah Oknum Bea Cukai Diduga KPK Dapat "Setoran" Rp7 Miliar Per Bulan

Sejumlah oknum di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menerima Rp7 miliar sebagai’ jatah’ bulanan dari PT Blueray Cargo usai meloloskan barang impor kualitas KW agar mudah masuk ke Indonesia.
Sergio Castel Dulu di Malaga Digaji Fantatis, Berapa Kira-kira di Persib Bandung?

Sergio Castel Dulu di Malaga Digaji Fantatis, Berapa Kira-kira di Persib Bandung?

Persib Bandung resmi menambah amunisi di sektor penyerangan dengan mendatangkan striker asal Spanyol Sergio Castel guna menghadapi putaran kedua Super League -
Top 3 Bola: 5 Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia, Persija Bidik Eks Rekan Messi, hingga Drama Ronaldo di Al Nassr

Top 3 Bola: 5 Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia, Persija Bidik Eks Rekan Messi, hingga Drama Ronaldo di Al Nassr

Top 3 Bola 6 Februari 2026: 5 pemain asing siap bela Timnas Indonesia, Persija incar eks rekan Messi, dan Al Nassr tetap menang tanpa Ronaldo.
Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bermula dari PT Blueray Cargo (BR) menginginkan barang impor KW (tiruan) ilegal tidak dicek saat masuk ke Indonesia.
Efek Kalahkan Jepang Bukan Main-main, Timnas Futsal Indonesia Kini Tinggal Tumbangkan Iran di Final

Efek Kalahkan Jepang Bukan Main-main, Timnas Futsal Indonesia Kini Tinggal Tumbangkan Iran di Final

Timnas Futsal Indonesia kembali menunjukkan performa luar biasa di Piala Asia Futsal 2026. Pasukan racikan Hector Souto sukses menumbangkan raksasa Asia, Jepang
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT