TKN Sebut Kemenangan Prabowo-Gibran di Kandang Banteng Bukan Anomali
- Nuryanto Sundimoen/tvOne
Sehingga sangat logis jika kemudian perolehan suara PDIP turun dan pendukungnya ikut memilih Prabowo-Gibran yang melanjutkan program populis Jokowi.
Hasil hitungan cepat (quick count) dari lembaga kredibel yang terdaftar di KPU sesuai mekanisme UU No 7 tahun 2017 telah memperlihatnya angka-angka yang tidak jauh berbeda.
Bahwa perolehan suara PDIP meskipun unggul tetapi turun dari 20% menjadi 16% dan karena Ganjar-Mahfud identik dengan Petugas Partai makanya suaranya juga tidak jauh berbeda dengan perolehan suara partainya sekitar 16 persen dan maksimum 20 persen saja.
Selain itu, fakta di TPS kampungya Hasto di Sleman PDIP unggul di Pileg tapi Prabowo-Gibran menang di Pilpres.
Semestinya hasil Pemilu 2024 ini bisa menjadi evaluasi dan refleksi kenapa suara PDIP turun dan Ganjar Mahfud jadi juru kunci, bukan menyalahkan pihak lain.
Kita hormati suara rakyat, dalam demokrasi suara rakyat adalah suara Tuhan “vox populi vox dei” dan sebagai Partai Nasionalis dapat memberikan dukungan pada tema Rekonsiliasi dan Persatuan Nasional yang diusung capres-cawapres Prabowo-Gibran sebagai pemenangnya.
"Memastikan janji kampanye diwujudkan, mengawal dan mengawasi Program Populis Kerakyatan seperti makan siang dan susu gratis bagi anak-anak sekolah yang dinikmati anak-anak wong cilik dan kaum marhaen sebagai konstituen terbesar partai," pungkas Supriyanto. (nur/muu)
Load more