Viral Kasus Pemobil Diadang Debt Collector di Pekanbaru, Polisi Tidak Bisa Menahan Pelaku, Ternyata
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Kasus viral sekelompok orang mengadang pengendara mobil di wilayah Pekanbaru, Riau tak berlanjut secara hukum.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Riau Kombes Pol Indra Lamhot mengatakan, hal itu, karena pihak korban tidak membuat laporan polisi terkait kasus yang viral di media sosial tersebut.
Padahal, polisi telah menangkap dua pelaku yang merupakan debt collector atau penagih utang itu.
"Korban tidak membuat laporan atau memperpanjang permasalahan. Artinya tidak ada laporan kita tidak bisa melakukan upaya penegakan hukum untuk menahan keduanya," kata Indra Lamhot di Pekanbaru, Rabu (24/4).
Indra menjelaskan, polisi telah mengamankan dua orang penagih utang itu yang berinisial IA dan PR.Â
Kendati demikian, polisi tetap bakal melakukan pembinaan terhadap kedua pelaku untuk mencegah terulangnya perilaku serupa di masa mendatang.
"Kita akan melakukan pembinaan terhadap yang bersangkutan. Kalau dilihat sebenarnya unsur pidananya masuk. Tapi karena ini delik aduan dan korban tidak membuat laporan, jadi keduanya kita lepaskan dengan diberi pembekalan," jelasnya.
Lebih lanjut, Indra Lamhot menamabahkan bahwa modus para pelaku, yakni mencari mobil yang memiliki tunggakan secara acak.Â
Adapun dalam kasus tersebut, para pelaku mengadang kendaraan korban di Jalan Yos Sudarso, Rumbai dengan satu mobil dan satu sepeda motor.
"Tidak ada tiga mobil, cuma satu motor dan satu mobil. Mereka ini mencari mobil tunggakan dengan cara random. Jadi kebetulan saat itu mereka melihat kendaraan korban ini sedang berjalan di Jalan Yos Sudarso, Rumbai," terangnya lagi.
Diberitakan sebelumnya, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan pengendara mobil diadang.Â
Dalam caption video tersebut menyebutkan pengendara mengaku berangkat dari Provinsi Jambi menuju Medan, Sumatera Utara.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Pekanbaru Kompol Bery Juana Putra menegaskan bahwa pria yang melakukan pengadangan tersebut tidak membawa senjata api.Â
Namun, untuk peristiwa kejar-kejaran pada Minggu malam (21/4) itu memang terjadi, berdasarkan pengakuan korban.
"Bukan pistol. Sudah kami konfirmasi ke korban. Kalau kejar-kejaran benar adanya," kata Bery, Senin (22/4).
Korban yang dalam perjalanan menuju jalan tol Pekanbaru-Dumai, tiba-tiba didatangi pengendara sepeda motor yang mengatakan ban mobil mereka kempes.
Korban merasa itu merupakan modus kejahatan, karena tidak merasakan adanya ban mobil kempes. Korban tidak berhenti dan langsung kembali memacu kendaraannya, namun, kembali diadang sebuah mobil diduga pelaku lainnya dan memintanya untuk berhenti.
Pelaku terlihat turun dan menenteng sebuah benda diduga pistol. Melihat gelagat yang tak bagus, korban langsung tancap gas untuk menyelamatkan diri. Dalam video tersebut juga terdengar suara wanita yang berteriak ketakutan. (ant/dpi)
Load more