News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Update Kasus Vina! Para Terpidana Pembunuhan Sudah di Boyong ke Mapolda, Mulai Diperiksa Maraton

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham, Robianto mengatakan Ditreskrimum Polda Jabar telah bawa para terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky ke Mapolda Jabar
Selasa, 21 Mei 2024 - 14:30 WIB
Para Terpidana Pembunuhan Sudah di Boyong ke Mapolda, Mulai Diperiksa Maraton
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Cepi Kurnia

Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Jawa Barat, Robianto mengatakan Ditreskrimum Polda Jabar telah membawa para terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky ke Mapolda Jabar.

"Bener sudah dibawa Senin sore antara jam 5 dan 6 sore tidak ada pengawalan dari Kanwil atau lapas langsung sama anggota Polda," kata Robianto kepada tvOnenews.com, Selasa (21/5/2024).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengatakan secara aturan memang jika institusi lain seperti halnya kepolisian untuk keperluan dan kebutuhan penyelidikan memang harus bersurat.

"Karena secara aturan seperti itu dan Lapas Cirebon berada di bawah Kanwil Kemenkumham Jabar," ungkapnya.

Robianto mengatakan nantinya setelah pemeriksaan selesai oleh Jajaran Polda Jabar, para terpidana itu akan dikembalikan ke Lapas.

"Nanti akan di kembalikan lagi, nunggu dari Polda selesai pemeriksaan," lanjutnya.

Sementara menurut keterangan dari Anggota di  Polda Jabar, sejauh ini memang terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky sudah ada di Ruang Penyidik Ditkrimum Polda Jabar.

"Semalam saat ini dilakukan pemeriksaan terpisah, saat datang langsung diperiksa sampai saat ini," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pengacara dua terpidana Saka Tatal dan Sudirman, Titin membongkar kejanggalan persidangan perkara pembunuhan Vina Cirebon yang kembali ramai diperbincangkan publik.

Adapun, Saka Tatal dan Sudirman ialah dua dari delapan terpidana pembunuhan dan pemerkosaan Vina Cirebon 2016 silam.

Titin akhirnya membongkar sejumlah kejanggalan persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Cirebon, yang dilakukan secara tertutup.

Hal itu diungkapkan Titin dalam tayangan YouTube Diskursus Net dengan anggota Kompolnas dan Psikolog Forensik Reza Indragiri.

Titin menjelaskan selama persidangan, pembuktian pembunuhan yang dilakukan kliennya tidak berdasar, lantaran tuntutan jaksa ada tusukan kepada korban.

"Itu bukti-bukti, seperti kaus korban diperlihatkan selama persidangan, dan tidak ada lubang bekas tusukan," kata Titin dilansir Selasa (21/5/2024).

Dia menjelaskan kliennya juga mendapat perlakuan kekerasan selama penyidikan di kantor polisi.

Menurutnya, hal itu juga ditunjukkan ke persidangan agar mendapat keadilan.

Titin mengatakan memiliki beberapa bukti kliennya mendapat intimidasi selama penyidikan perkara pembunuhan Vina.

"Iya foto-fotoya ditampilkan ini kondisi terdakwa ketika sudah ditangkap itu akhirnya, kan, saksi dipanggil saksi dari kepolisian," jelasnya.

Titin mengaku ada saksi anggota polisi yang dihadirkan guna mengonfirmasi kejadian kliennya.

Namun, dia mengungkapkan ada tindakan dari saksi yang melecehkan persidangan.

"Saya juga melihat ada apa sih marwah pengadilan yang hilang gitu. Sebab, saksi dari kepolisian itu masuk ke ruang sidang memberikan kesaksian, pulangnya banting pintu di depan Hakim, di depan Jaksa, di depan kami semua," bebernya.

Selain itu, Titin mengungkapkan situasi persidangan setelah saksi dari kepolisian tersebut hadir.

Dia merasa saksi tersebut dalam kondisi yang tidak bisa dijelaskan.

Sebab, dia terkejut dengan sikap anggota polisi yang berani menghina persidangan.

"Di depan kita semua dia ngomong sambil beralu sambil bangting pintu keluar dari ruang sidang. Itu anggota kepolisian itu yang tadi saya gimana kita syok melihat suasana persidangan seperti itu," ungkapnya.

Meski demikian, Titin mengaku tidak ingat nama polisi yang dijadikan saksi tersebut.

Sebelumnya, Titin mengungkapkan kejanggalan selama proses sidang di Pengadilan Negeri (PN) Cirebon, yang berlangsung tertutup.

Titin mengaku terkejut setelah mengetahui persidangan digelar tertutup, meski mendapat perhatian masyarakat Cirebon, 2016 silam.

"Itu, Pak, kenapa harus (persidangan, red) tertutup. Padahal, waktu itu ramai dan viral kasus ini," kata Titin dalam YouTube Diskursus Net dilansir, Minggu (19/5/2024).

Titin mengaku sejumlah wartawan dan media yang ingin melakukan peliputan persidangan tersebut pun tidak diberi akses.

Menurutnya, hal tersebut janggal, lantaran kasus tersebut ialah perkara pembunuhan berencana, bukan cuman pemerkosaan.

"Jadi, wartawan yang ingin meliput itu tidak bisa masuk, bahkan mengetahui isi dakwaan, fakta persidangan, hingga putusan," jelasnya.

Dia mengaku kasus tersebut pun mengalami kejanggalan terkait fakta persidangan.

Menurutnya, fakta persidangan para korban, yakni Vina dan Eky dibunuh dengan cara ditusuk.

Sementara itu, bukti-bukti persidangan tidak ada yang menyebutkan akibat kematian korban ialah dengan cara ditusuk dengan benda tajam.

"Iya memang ada trauma benda tumpul di tubuh korban. Namun, kan, itu tidak ada luka tusuknya. Itu janggal untuk pembuktian pembunuhan," ulasnya.

Titin mengatakan bukti pakaian korban juga diperlihatkan dalam persidangan.

Namun, dia menyebutkan tidak ada bekas tusukan yang ada di pakaian korban.

"Ini saya baru bisa ungkap, Pak, karena sebelumnya juga saya ada tekanan. Nah, fakta persidangan ini pun baru bisa saya bongkar, karena dulu wartawan nggak bisa dapat ini," imbuhnya.

"Semua terjadi karena persidangan tertutup, Pak," kata dia.

Sementara itu, Pakar Psikolog Forensik Reza Indragiri turut merespons kejanggalan persidangan tertutup kasus pembunuhan Vina Cirebon.

Dia menyebutkan Mahkamah Agung (MA) hingga Komisi Yudisial (KY) bisa dikonfirmasi terkait kasus tersebut.

"Saya rasa perlu perhatian MA kalau perlu KY juga soal sidang tertutup ini. Sebab, kalau perkaranya pembunuhan dibuka, sementara pemerkosaan bisa ditutup, sepeti kasus PC (Putri Candrawathi)," kata Reza.

Reza merasa ada yang perlu diungkap seusai fakta persidangan kasus pembunuhan Vina.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, hal tersebut bisa menjadi pembelajaran institusi hukum di Indonesia.

"Harapan dari kasus ini, sih, semua bisa jadi pembelajaran agar lebih baik dalam menangani perkara," imbuhnya. (Cep/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal Tinju Dunia Pekan Ini: Ada Big Match Tyson Fury vs Arslanbek Makhmudov di Kelas Berat

Jadwal Tinju Dunia Pekan Ini: Ada Big Match Tyson Fury vs Arslanbek Makhmudov di Kelas Berat

Jadwal tinju dunia pekan ini, di mana ada big match antara Tyson Fury melawan Arslanbek Makhmudov di kelas berat.
Gara-gara Masalah Paspor, Jurnalis Belanda Sebut Pemain Timnas Indonesia 'Bodoh'

Gara-gara Masalah Paspor, Jurnalis Belanda Sebut Pemain Timnas Indonesia 'Bodoh'

Kontroversi paspor pemain Timnas Indonesia disorot media Belanda. Jurnalis Tijmen van Wissing sebut keputusan naturalisasi berisiko bagi karier di Eredivisie.
Hati-hati! Empat Daerah di Sumatra Selatan Ditetapkan sebagai KLB Campak

Hati-hati! Empat Daerah di Sumatra Selatan Ditetapkan sebagai KLB Campak

Masyarakat indonesia harus berhati-hati, karena ada empat daerah di Sumsel ditetapkan sebagai KLB Campak. Penyakit ini mudah menular
Pujian Setinggi Langit Media Belanda untuk Pemain Keturunan Indonesia Rp382 Miliar usai Jadi Player of The Match Piala FA

Pujian Setinggi Langit Media Belanda untuk Pemain Keturunan Indonesia Rp382 Miliar usai Jadi Player of The Match Piala FA

Nama Pascal Struijk mendadak jadi sorotan usai tampil sebagai pahlawan Leeds United dalam laga dramatis Piala FA. Media Belanda beri pujian setinggi langit.
Media Vietnam Heran, Timnas Indonesia Tiba-Tiba Jadi Kandidat Juara Piala AFF 2026

Media Vietnam Heran, Timnas Indonesia Tiba-Tiba Jadi Kandidat Juara Piala AFF 2026

Performa impresif Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 bikin media Vietnam waspada. Garuda kini disebut kandidat kuat juara Piala AFF 2026.
Prihatin dengan Sopir Truk Paruh Baya yang Tertidur Pulas di Tepi Jalan, Sikap Gubernur Dedi Mulyadi Tuai Pujian

Prihatin dengan Sopir Truk Paruh Baya yang Tertidur Pulas di Tepi Jalan, Sikap Gubernur Dedi Mulyadi Tuai Pujian

Sikap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyempatkan diri sejenak untuk menghampiri sopir truk paruh baya yang tengah tertidur pulas mendapat pujian dari publik.

Trending

IHSG Fluktuatif Jelang Putusan FTSE Russell, Pasar Tunggu Arah Status FTSE Indonesia

IHSG Fluktuatif Jelang Putusan FTSE Russell, Pasar Tunggu Arah Status FTSE Indonesia

IHSG bergerak fluktuatif jelang keputusan FTSE Russell 7 April 2026, pasar tunggu arah status FTSE Indonesia dan dampaknya pada dana asing.
Jadwal Final Four Proliga 2026 Seri Solo: Megawati Hangestri Cs Langsung Jalani Big Match Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Jadwal Final Four Proliga 2026 Seri Solo: Megawati Hangestri Cs Langsung Jalani Big Match Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Jadwal final four Proliga 2026 seri Solo pekan ini, di mana Megawati Hangestri dan kawan-kawan langsung menjalani big match antara Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska.
Terpopuler: Duet Jay Idzes - Elkan Baggott Dinilai Berbahaya, Media Vietnam Malah Girang, Bung Ropan Desak PSSI Cari Striker

Terpopuler: Duet Jay Idzes - Elkan Baggott Dinilai Berbahaya, Media Vietnam Malah Girang, Bung Ropan Desak PSSI Cari Striker

Kabar seputar Timnas Indonesia kembali memanas dan masuk daftar terpopuler. Mulai dari kritik duet lini belakang, media Vietnam girang hingga PSSI cari striker.
Susul Dean James hingga Justin Hubner, Satu Pemain Timnas Indonesia Menghilang Setelah FIFA Series 2026

Susul Dean James hingga Justin Hubner, Satu Pemain Timnas Indonesia Menghilang Setelah FIFA Series 2026

Satu pemain Timnas Indonesia lagi menghilang dari skuad pada laga pertama mereka setelah FIFA Series 2026. Sebelumnya, ini menimpa para pemain diaspora di Liga Belanda.
Aksi Jay Idzes Tetap Jadi Sorotan Tajam Media Italia Meski Sassuolo Menang 2-1 Atas Cagliari

Aksi Jay Idzes Tetap Jadi Sorotan Tajam Media Italia Meski Sassuolo Menang 2-1 Atas Cagliari

Jay Idzes langsung jadi perhatian dalam laga Sassuolo vs Cagliari di Serie A 2025/2026. Bek Timnas Indonesia itu terlibat momen krusial saat perkuat klubnya.
Ole Romeny Tak Masuk Skuad Oxford United Lagi, Suporter Timnas Indonesia 'Mention' Erick Thohir: Gimana Ini Pak?

Ole Romeny Tak Masuk Skuad Oxford United Lagi, Suporter Timnas Indonesia 'Mention' Erick Thohir: Gimana Ini Pak?

Suporter Timnas Indonesia mengadu ke Erick Thohir setelah striker Timnas Indonesia Ole Romeny kembali tak masuk skuad Oxford United untuk yang ketujuh kalinya.
Dedi Mulyadi Tak Pandang Bulu, Kini Beri Bantuan kepada 2 Pria Asal Wonogiri dengan Cuma-cuma

Dedi Mulyadi Tak Pandang Bulu, Kini Beri Bantuan kepada 2 Pria Asal Wonogiri dengan Cuma-cuma

​​​​​​​Dedi Mulyadi bantu dua pria asal Wonogiri secara cuma-cuma. Dari kisah sopir truk hingga mutasi kendaraan, aksi nyatanya tuai simpati publik luas.
Selengkapnya

Viral