LIVESTREAM
img_title
Tutup Menu
Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali
Poster Film Vina: Sebelum 7 Hari
Sumber :
  • IMDb

Fakta Mengejutkan Sudirman, Terpidana Kasus Pembunuhan Vina: Kerap Muntah Darah Hingga Miliki Kecerdasan yang Rendah

Kasus pembunuhan dan pemerkosaan Vina di Cirebon pada tahun 2016 silam masih menjadi topik yang hangat usai tayangnya Film Vina: Sebelum 7 Hari di bioskop.

Rabu, 22 Mei 2024 - 09:34 WIB

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus pembunuhan dan pemerkosaan Vina di Cirebon 2016 silam masih menjadi topik hangat usai tayangnya Film Vina: Sebelum 7 Hari di bioskop.

Bahkan setelah diselidiki kembali, muncul fakta-fakta baru yang mengejutkan.

Baru-baru ini salah satu terpidana yang sudah bebas, Saka muncul ke publik dan mengaku menjadi korban salah tangkap atas kasus tersebut.

Para terpidana mengaku tidak terlibat dalam kejadian tersebut, begitu juga dengan orangtua Sudirman.

Baca Juga :

"Kalau Sudirman itu orangnya kurang ngomong ke sana-sini diam aja, sama orangtua aja jarang ngobrol. Kalau makan aja ngumpet gitu," ujar Suratno, orangtua Sudirman.

Dalam acara Catatan Demokrasi tvOne yang tayang Selasa (21/5/2024(, kuasa hukum Sudirman menyebutkan bahwa kliennya itu memiliki kekurangan.

"Di antara waktu itu para terdakwa memang Sudirman sebetulnya memiliki tingkat kecerdasan yang sangat rendah. Walaupun saya tidak bisa menyebutnya dengan ini idiot, karena memang di persidangan juga saya pernah mengajukan untuk diperiksa ahli jiwa, cuma ditolak," katanya.

Tak hanya itu, kuasa hukum Sudirman juga mengatakan bahwa kliennya kerap muntah darah selama di penjara.

"Justu Sudirman lah yang sampai hari ini muntah darah. Kemarin saya dapet informasi juga ini muntah darah karena diluar sidang pun karena mungkin tekanan-tekanan yang diterimanya karena tingkat kecerdasannya sangat rendah dia juga hanya lulusan SD, mudah sekali dia saya bahasannya kayak gimana mudah sekali dipaksa mengaku."

"Pada akhirnya pengakuan itulah yang mengakibatkan dia tidak saja dibully oleh teman-teman sedelapan orang itu. Karena saya betul-betul saat sebelum sidang, Sudirman dihadirkan di dalam ruang tahanan sebelum masuk itu dia sempat muntah darah karena dipukuli oleh teman-temannya," jelasnya 

Ia mengatakan bahwa Sudirman ada sosok anak yang pendiam. Ia sering mengahabiskan waktu sehari-hari ke mushola.

"Dia mainnya rumah mushola, rumah mushola. Saya mendapat informasi kemarin juga Sudriman masuk ruang perawatan lagi cuma hari Senin kemarin saya tidak sempat nengok karena memang katanya kondisi sakit" ungkapnya.

Diketahui, Saka Tatal, terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon 2016 silam kini sudah menghirup udara segar.

Ia menjadi sorotan setelah pengakuanya yang dengan tegas mengatakan bukan bagian geng motor yang membunuh Vina.

Saka mengaku dirinya adalah korban salah tangkap pihak kepolisian.

"Saya berani sumpah, sumpah apapun. Saya juga berani sumpah demi Allah saya enggak melakukan apa yang dituduhkan tersebut," ujar Saka dalam acara Catatan Demokrasi tvOne, dikutip Rabu (22/5/2024).

Dalam acara tersebut hadir pula sang kakak yang mengaku kerap mendapatkan teror dari orang tak dikenal.

"Kalau teror si bukan yang dulu-dulu, sekarang yang baru-baru ini setelah Saka bebas iya. Datang tamu lagi nanyain kasus seperti itu yang kemarin. Padahal Saka ini sudah mau selesai kan apa namanya laporannya dua bulan lagi. Walaupun di luar Saka juga masih laporan ini itu sampai sekarang masih laporan," ungkap sang kakak.

Munculnya Saka ke permukaan rupanya memiliki tujuan yang sangat penting untuknya.

"Biar semua orang tahu bahwa saya tidak bersalah. Apa yang dituduhkan tersebut saya tidak melakukan apa yang dituduhkan. Baik saya juga kepingin nama baik saya tuh pulih kembali kayak dulu lagi."

"Dari awal saya punya saksi bahwa saya ada di rumah sama kakak saya sampai saya pergi ke bengkel juga sama paman," jelas Saka.

Diberitakan sebelumnya, Saka Tatal, terpidana kasus pembunuhan terhadap Vina di Cirebon mengaku dirinya tidak terlibat dalam perbuatan keji tersebut. 

Saka mengatakan, dirinya terpaksa mengakui penganiayaan serta pembunuhan terhadap Vina, karena mendapat tekanan dan siksaan dari polisi. 

Saat ditangkap polisi, Saka mengaku dirinya dipukuli, disiksa hingga disetrum oleh polisi agar mengakui perbuatan tersebut.

"Terpaksa, saya waktu ditangkap saya dipukuli sama polisi, diinjak-injak, disiksa, disetrum," kata Saka dalam acara Catatan Demokrasi tvOne, Selasa (21/5).

 "Walaupun saya dikasih makan, dikasih makan kayak binatang, dilempar nasi ke lantai, nasi tuh acak-acakan di lantai suruh dimakan kalau enggak dimakan dipukuli lagi," sambung Saka.

Saka mengungkap bahwa polisi yang menyiksanya itu dari Polresta Cirebon. 

"Yang melakukan itu polisi Polresta Cirebon, dan disuruh minum air kencing, suruh minum semua yang ada di situ, termasuk saya dan teman-teman saya juga," ujar Saka. 

Sebelumnya, Saka mengatakan jika dirinya berada di rumah saat malam kejadian pembunuhan terhadap Vina pada 2016 silam.

"Waktu malam kejadian saya ada di rumah, posisi ada di rumah sebelum magrib nyampe jam 11 kurang masih ada di rumah," ungkap Saka dalam program Menyingkap Tabir tvOne.

"Jam 11 kurang pun saya pindah ke bengkel mengantar teman saya sama paman saya sama temannya juga ke bengkel, karena motornya rusak mau dibenerin. Besoknya mendengar katanya ada kecelakaan tunggal," sambungnya.

Saka Tatal pun menjelaskan kronologi penangkapan dirinya.

"Pas berapa hari saya kan disuruh sama paman saya, paman saya juga nyuruh adiknya jadi saya cuma sekedar mengantarkan ngisi bensin," katanya. 

"Habis mengisi bensin, saya mau nganterin motornya pas mau nganterin motor udah ada polisi di situ yang lain sudah ditangkap. Saya kan di situ cuman ngasihin motor paman saya, tapi tiba-tiba saya ditangkap tanpa penjelasan apapun langsung dibawa ke polres," lanjutnya.

Adapun Saka harus menerima vonis 8 tahun penjara dan kini telah bebas setelah menjalani hukuman selama 3 tahun 8 bulan.(dpi/ree)

Komentar
Berita Terkait
Topik Terkait
Saksikan Juga
Jangan Lewatkan
Perusahaan Ini Cetak Hattrick Penghargaan dari Retail Asia

Perusahaan Ini Cetak Hattrick Penghargaan dari Retail Asia

Perusahaan ritel terkemuka di Indonesia, yang didirikan pada 1998, sukses terima penghargaan ke-3 dari Retail Asia. Mereka terus berkomitmen tingkatkan inovasi.
Penerapan Keadilan Restoratif Dikaji, Kenapa? Ternyata Karena Ini

Penerapan Keadilan Restoratif Dikaji, Kenapa? Ternyata Karena Ini

Penerapan keadilan Restoratif kini dikaji Kemenkumham dan Kejaksaan Agung. Tentu, hal ini menuai pertanyaan publik. Ternyata, kajian itu adanya atas potensi
Lereng Gunung Sipiso Piso Tongging Karo Terbakar

Lereng Gunung Sipiso Piso Tongging Karo Terbakar

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan Danau Toba tepatnya lereng gunung objek wisata Sipiso Piso Tongging, Desa Pengambatan, Kecamatan Merek, Kabupaten
Pemkab Klungkung Bali Raih Insentif Fiskal Rp5,5 Miliar

Pemkab Klungkung Bali Raih Insentif Fiskal Rp5,5 Miliar

Pemerintah Pusat memberikan penghargaan ke Pemkab Klungkung, Bali karena berhasil dalam pengendalian Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebagai proksi inflasi.
Kabar Gembira! SKK Migas dan Pemprov DKI Jakarta Raih SAG Award 2024 di Amerika Serikat

Kabar Gembira! SKK Migas dan Pemprov DKI Jakarta Raih SAG Award 2024 di Amerika Serikat

SKK Migas dan Pemprov DKI Jakarta harumkan Indonesia usai dapat penghargaan SAG Award (The Esri Special Achievement in GIS) 2024 di San Diego, Amerika Serikat.
Inkoppas: Koperasi Harus Bisa Kelola Pengelolaan Aset Bisnis di Pasar

Inkoppas: Koperasi Harus Bisa Kelola Pengelolaan Aset Bisnis di Pasar

Ketua Umum Inkoppas (Induk Koperasi Pedagang Pasar), Yudianto Tri mendorong agar koperasi-koperasi pasar dapat mengelola aset bisnis yang ada di kawasan pasar.
Trending
Perusahaan Ini Cetak Hattrick Penghargaan dari Retail Asia

Perusahaan Ini Cetak Hattrick Penghargaan dari Retail Asia

Perusahaan ritel terkemuka di Indonesia, yang didirikan pada 1998, sukses terima penghargaan ke-3 dari Retail Asia. Mereka terus berkomitmen tingkatkan inovasi.
Penerapan Keadilan Restoratif Dikaji, Kenapa? Ternyata Karena Ini

Penerapan Keadilan Restoratif Dikaji, Kenapa? Ternyata Karena Ini

Penerapan keadilan Restoratif kini dikaji Kemenkumham dan Kejaksaan Agung. Tentu, hal ini menuai pertanyaan publik. Ternyata, kajian itu adanya atas potensi
Iptu Rudiana Resmi Dilaporkan, Keterlibatan Dedi Mulyadi di Kasus Vina Cirebon Semakin Jauh, sampai Berani Tantang Bareskrim…

Iptu Rudiana Resmi Dilaporkan, Keterlibatan Dedi Mulyadi di Kasus Vina Cirebon Semakin Jauh, sampai Berani Tantang Bareskrim…

Iptu Rudiana telah dilaporkan atas keterlibatannya di kasus Vina Cirebon, Dedi Mulyadi menantang Bareskrim buka bukti-bukti untuk kejelasan kasus. Seperti apa?
Suporter Vietnam Berulah, Mengolok-olok Kemenangan Gemilang Timnas Indonesia U-19 Atas Filipina hingga Tim Asuhan Indra Sjafri Itu Disebut…

Suporter Vietnam Berulah, Mengolok-olok Kemenangan Gemilang Timnas Indonesia U-19 Atas Filipina hingga Tim Asuhan Indra Sjafri Itu Disebut…

Suporter Vietnam menyebut kemenangan gemilang Timnas Indonesia U-19 atas Filipina dengan skor 4-0 hanya kebetulan dan banyak diuntungkan.
Terang-benderang! Tim Psikolog Ungkap Penyebab Penyidik Polda Jabar Panik Memeriksa Pegi Setiawan, Ternyata Ada Hal Besar di Kasus Vina Cirebon

Terang-benderang! Tim Psikolog Ungkap Penyebab Penyidik Polda Jabar Panik Memeriksa Pegi Setiawan, Ternyata Ada Hal Besar di Kasus Vina Cirebon

Salah satu tim psikolog yang memeriksa kejiwaan Pegi Setiawan, Nurafni membeberkan penyebab penyidik Polda Jabar panik menangani kasus pembunuhan Vina dan Eky.
Iptu Rudiana Dilaporkan, Wanita Indigo Ini Beri Clue soal Ayah Eky: Bapak di Awal Emang Enak, tapi...

Iptu Rudiana Dilaporkan, Wanita Indigo Ini Beri Clue soal Ayah Eky: Bapak di Awal Emang Enak, tapi...

Iptu Rudiana resmi dilaporkan ke Bareskrim Polri, Rabu (17/7/2024), wanita indigo ini beri clue soal Ayah Eky, katanya: Bapak di awal emang enak, tapi...
Nilai Kontrak Fantastis Nathan Tjoe A On bersama Swansea City, Media Inggris BBC Beri Penilaian soal Kemungkinan Pemain Timnas Indonesia Itu…

Nilai Kontrak Fantastis Nathan Tjoe A On bersama Swansea City, Media Inggris BBC Beri Penilaian soal Kemungkinan Pemain Timnas Indonesia Itu…

Di Hadapan media Belanda, Nathan Tjoe A On pemain Timnas Indonesia menceritakan bagaimana harapannya saat bergabung dengan Swansea City. Media Inggris pun mem-
Selengkapnya