Manajer Persib Bandung Sesalkan Penyerangan Bobotoh ke Mobil Plat B Viral di Medsos, Korban Vivi: Masalahnya Bukan Uang!
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Manajer Persib Bandung sekaligus Komisaris PT Persib Bandung, Bermartabat Umuh Muchtar mengaku kecewa video viral Bobotoh yang merusak mobil plat B saat perayaan Persib Bandung juara Liga 1 2023-2024.
Umuh Muchtar merasa video viral tersebut berpotensi mencoreng nama Bobotoh dan Persib Bandung.
Adapun, korban yakni pasangan suami istri, Fanny dan Vivi diundang dalam acara pemberian Kadedeuh dari BUMD Jabar di Gedung Sate, Bandung.
Dalam acara itu, Umuh Muchtar menyatakan kekesalannya seusai video itu viral.
"Yang saya heran sampai viral. Padahal, temui saya dulu satu mobil saja bisa saya ganti," ucap Umuh, Selasa (4/6/2024).
Vivi yang mendengar ucapan itu pun tampak tekejut, sehingga balik menanggapi dengan pernyataan satire.
Dia menegaskan bahwa kerugian materi tidak masalah baginya, tetapi ada hal lain yang disayangkan saat penyerangan Bobotoh tersebut.
Menurutnya, kondisi psikologis anak-anaknya yang berada dalam mobil yang menjadi keutamaan baginya.
"Bagi kami masalahnya bukan uangnya! Kami untuk mengganti bisa sendiri, tetapi psikologis anak kami, terimakasih," tutur Vivi.
Sebelumnya, Vivi menceritakan kejadian yang menimpanya tersebut dalam perjalanan pulang ke Padalarang dari rumah kerabatnya di Jalan Padjajaran. Saat itu, anak-anaknya juga dititipkan kepada kerabatanya, lantaran keduanya bekerja.
Perjalanan pulang itu sendiri disebutkan Vivi, dilaksanakan sekitar pukul 22:30 WIB atau satu setengah jam setelah pertandingan, karena dirinya memang sadar mobilnya memiliki plat nomer kode B atau daerah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi.
"Kami enggak langsung pulang karena memang rame dan sadar mobil platnya B walaupun orang Bandung, ditunggu sampai 22:30 WIB di rumah tante, ketika dirasa sudah agak kondusif walau kenyataannya masih padat," ucap Vivi.
Saat perjalanan pulang, lanjut Vivi, anak-anaknya telah tertidur di kursi barisan kedua sampai akhirnya kejadian tersebut pecah di tikungan Jalan Garuda ketika dicegat oleh oknum Bobotoh karena mobil keluarga itu ber-plat B.
"Kami diteriakin Plat B. Suami sebenarnya sudah buka kaca bilang saya orang Bandung dengan bahasa Sunda. Memang waktu itu kami tak pakai seragam Persib, tetapi pakai batik karena kebetulan baru pulang kerja. Saya sendiri langsung nyalain lampu mobil teriak saya ada anak kecil tolong jangan diapa-apain saya juga orang bandung gak dipeduliin, terus disamperin sama oknum itu dan ada yang mukul kaca, ada yang dorong-dorong mobil seperti itu," jelasnya.
Sementara itu, Fanny sang suami menerangkan bahwa atas kejadian tersebut, kaca pintu tengah samping kanan mobilnya pecah dan anak-anaknya mengalami syok.
"Anak-anak saat itu sedang tidur di belakang. Anak-anak takut, bahkan yang kecil sempat demam karena mungkin gak bisa tidur malamnya jadi besoknya sempat demam, tetapi sekarang alhamdulillah sudah ceria lagi mudah-mudahan tidak ada trauma. Sejauh ini hanya kaca yang rusak," kata Fanny.
Keluarga tersebut mengaku selepas kejadian pemecahan kaca tersebut, mereka tidak pulang, melainkan ke Cijerah ke rumah orang tuanya, karena merasa takut, dan baru hari Minggu baru mau untuk pulang.
Dalam kesempatan itu, Pemprov Jabar memberikan santunan atas berbagai kerugian yang dialami oleh Vivi dan Fanny.
Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin lanyas mempersilakan pasangan itu duduk, menekankan bahwa undangan ini adalah agar Vivi dan Fanny tetap merasa memiliki Persib.
"Jadi, tidak ada maksud lain. Sebagai pemerintah tentu kita harus edukasi Bobotoh termasuk masyarakat agar tidak sewenang-wenang. Dan kami harus zero mistake, seperti PPDB itu hari pertama error kami akui, nah masyarakat juga langsung mengadu di medsos dan itu adalah kenyataan yang harus kami hadapi dan kami selalu terbuka dengan medsos ini," ujar Bey.(lgn)
Load more